Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Zack menuju hotel


__ADS_3

Dilain tempat Zack yang masih tidak menerima dengan semua penjelasan Laura semalam,masih memikirkan apakah semua itu benar,apakah yang dimaksud adik dari Mada adlah ayahnya sendiri,mafia yang sedang dia buru adalah ayahnya,Mr Antonio PM


"Tidak...itu pasti tidak mungkin...argh"


Zack berteriak sejadinya meluapkan semua beban didalam pikirannya,


Ponsel Zack pun berdering,terlihat Mada memanggilnya,diapun coba menenangkan dirinya sendiri dan mengangkat telpon nya,


"Ya Mada,ada apa?"


Tanya Zack diseberang telpon,


"Entahlah nak,kenapa perasaan Mada saat ini sangat tidak tenang sekali,apakah kau dan Markus baik-baik saja?"


Tanya balik Mada menanyakan kabar Zack,


Seakan ikatan batin yang kuat,Mada pun juga merasakan tidak tenang sama halnya dengan Zack saat ini,


"Aku baik-baik saja Mada,nanti akan aku temui Markus untuk bertemu denganmu"


Jawab Zack untuk menenangkan hati Mada,


"Baiklah nak,jaga dirimu baik-baik ya"


Mada pun menutup telponnya,sedangkan Zack mulai menarik nafas nya dalam-dalam dan perlahan mengeluarkannya,"tenang Zack itu semua tidak benar"


Ucap hati Zack,


Zack pun yang mengetahui keberadaan Markus di markas langsung menemuinya,


Disana pak Adrian,Markus dan regu timnya sedang merencanakan sesuatu untuk menyelamatkan Laura,


Dan pada saat Zack tiba disana,semua sudah bersiap untuk pergi,


"Paman...apa yang terjadi?"


Tanya Zack pada pak Adrian,


Saat pak Adrian akan menjawab pertanyaan Zack,tak sengaja buku catatan rahasia pak Adrian terjatuh kebawah,Zack pun dengan reflek langsung membawanya,dan buku itu terbuka tepat dihalaman pak Adrian menyimpan foto Mr Antonio dengan banyak tanda silang oleh pulpen pak Adrian,


Zack yang tak sengaja melihatnya sangat terkejut,


Kenapa foto ayahnya bisa ada didalam buku pak Adrian,


"Dialah biang dari masalah semuanya Zack"


Ucap pak Adrian yang sadar bahwa Zack melihat foto dibuku tersebut,pak Adrian pun sengaja ingin memberitahu siapa sebenarnya ayah Zack,namun dia berpura-pura tidak mengetahui hubungan keduanya,


Pak Adrian ingin menyadarkan Zack,bahwa dia sudah salah membagi kasih sayangnya dengan seorang mafia,


"Sekitar 22 tahun yang lalu,aku kehilangan istriku,begitupun dengan Markus,dia juga kehilangan ayahnya tuan Ryan,namun meskipun Mada tahu siapa pembunuh suaminya,dia tidak berani untuk menghukum adiknya itu,cintanya pada adik semata wayangnya sudah membutakan hatinya,dia begitu sangat membenciku dulu,karena aku adalah polisi yang selalu menghancurkan jaringan obat terlarangnya,itu sebabnya dia melampiaskan dendamnya pada istriku,sedangkan Ryan,ayah Markus,suami dari Mada,Ryan diburu oleh anak buahnya karena Ryan bermaksud akan melaporkan sindikat Antonio pada polisi setelah dia mengetahui segalanya,namun sayang,sebelum dia sampai ke kantor polisi untuk memberi bukti tentang Antonio dan sindikatnya,Ryan tewas jatuh ke jurang karena kecelakaan yang disebabkan anak buahnya"


Pak Adrian langsung menjelaskan siapa itu Mr Antonio pada Zack,

__ADS_1


"Apa...apa benar ayah seorang pengedar obat terlarang?"


Tanya Zack terkejut dan sedih dalam hatinya,dia berusaha menahan amarah dalam hatinya dengan mengepalkan sebelah tangannya,


"Dan sekarang,aku yakin sindikat Gio yang sedang kami tangani,semua pasti ada campur tangan dari Antonio,begitupun dengan hilangnya Laura"


Lanjut pak Adrian,


Zack semakin terkejut tatkala mendengar Laura hilang,dia langsung bertanya padanya apa yang terjadi sebenarnya?mengapa Laura bisa hilang?


Pak Adrian pun menceritakan semuanya pada Zack termasuk penemuan kalung milik Laura di depan rumah yang dia datangi bersama Markus sebelumnya,


...


Di sebuah hotel yang sudah Mr Antonio sewa seluruhnya untuk dirinya,Laura nampak tidak sadarkan diri diatas kasur,dengan tangan dan kaki terikat Mr Antonio coba memandangi wajah dan tubuh Laura,


"Dia sangat cantik sekali,tetapi aku merasa tidak asing dengan wajahnya,siapa dia,mengapa aku merasa mengenalnya?"


Tanya Mr Antonio dalam pikirannya,


Coba mengingat wajah siapa yang dimiliki oleh Laura,


Sementara Alex tidak tega melihat Laura yang sedang dipandangi oleh Mr Antonio,dia sangat ingin sekali memberitahu Zack,tapi entah bagaimana,dia hanya berharap semoga Mr Antonio tidak macam-macam dengan Laura,


Mata Laura pun mulai terbuka,dia sangat terkejut sekali saat menyadari bahwa dirinya saat ini berada di sebuah hotel dengan tangan dan kaki yang terikat,seketika tubuhnya berontak berusaha ingin melepaskan diri,


Bertambah Laura pun menyadari bahwa dihadapannya sedang berdiri dua pasang mata seorang mafia yang sedang melihatnya,


Ya Laura sendiri tahu bahwa Mr Antonio adalah mafia tersebut,dia mengetahui semua dari pak Adrian sewaktu dulu,


Ucap hati Laura sedikit gelisah,namun meskipun Laura sedikit cemas,namun dia berusaha tidak takut menghadapinya,


"Hei..hei..hei..tenanglah manis,,kau berada ditempat yang tepat saat ini,"


Ucap Mr Antonio dengan mengusap pipi Laura yang lembut,


"Hmm..kau sangat wangi sekali "


Lanjut Mr Antonio dengan semua kata-katanya yang membuat Laura jijik mendengarnya,


Laura terus berontak dan akhirnya gumpalan di mulut  Laura pun terlepas,


"Cuih.."


Dengan sengaja Laura meludahi wajah Mr Antonio yang coba mendekatinya wajahnya,


Dan


"Plak..."


Satu tamparan yang sangat keras mendarat di pipi Laura,hingga ujung bibirnya yang mungil pun berdarah,


Dan seketika Mr Antonio pun mengusap darah tersebut dengan tangannya,

__ADS_1


"Bibir mungil mu berdarah sayang"


Ucap Mr Antonio seraya mengecup bibir mungil Laura dengan kasar,


Laura pun segera melepaskan kecupannya itu dengan sekuat tenaga,


"Kau jangan macam-macam bajingan,lepaskan aku,,lepaskan"


Gertak Laura,dengan aksinya yang masih berusaha untuk melepaskan diri,namun perlawanannya masih terbilang sia-sia,karena untuk melepaskan tali ditangannya sangatlah tidak mudah,


"Oh ternyata kau memang wanita tangguh ya,kau belum tahu siapa diriku"


Ucap Mr Antonio menyuruh anak buahnya untuk menyuntik Laura dengan obat perangsang yang sudah Mr Antonio siapkan,


"Mau apa kau...lepaskan aku..lepaskan"


Teriak Laura membuat Alex semakin tak kuasa,karena dia tahu apa yang akan terjadi pada Laura setelah Mr Antonio menyuntikkan obat tersebut padanya,


"Maafkan aku Laura"


Ucap hati Alex dan pergi dari sana,karena tak kuasa melihat Laura,


Zack pun yang cemas dengan keadaan Laura terus mencoba menghubungi nomor Laura,namun tidak terhubung,dia sangat khawatir jika sesuatu terjadi pada wanita yang dia cintai nya itu,


"Jika memang ayahku seorang mafia besar obat terlarang itu,mengapa dia ingin aku menjadi seorang anak yang baik,mengapa dia memberiku kasih sayang yang sempurna sebagai ayah,apa itu hanya topeng palsu saja,,ahh"


Zack menggerutu dan berteriak didalam hatinya,


"Mada...ya Mada bisa menjelaskan ini semua"


Zack langsung menuju hotel dimana Mada menginap,


Namun ternyata dia tidak bisa masuk karena hotel sudah disewa seseorang,dan tidak boleh ada orang sembarangan yang bisa masuk kedalamnya,


"Saya ingin bertemu dengan ibu Mada,kamar no 145"


Ucap Zack pada resepsionis,


"Maaf mas,hotel ini sudah disewa oleh seseorang,jadi mas tidak bisa masuk kedalam"


Jawab nya,


Zack pun kesal dan coba memaksa untuk masuk,satpam pun coba mencegah Zack,namun disaat yang kebetulan Alex turun menuju lobi dan melihat Zack yang memaksa masuk,


"Lepaskan,,,biarkan dia masuk"


Ucap Alex,


Satpam pun melepaskan Zack,


"Apa kau mau bunuh diri Zack,kau kesini mau apa,jika ayahmu tahu kau ada disini,kau bisa mati hari ini juga"


Lanjut Alex mengingatkan Zack,

__ADS_1


"Aku tidak peduli jika memang aku harus mati saat ini juga,aku harus bertemu dengan Mada untuk menanyakan hal yang penting"


Jawab Zack,


__ADS_2