
"kau tidak tahu saja nak,terkadang luka pengkhianatan bisa membuat manusia yang tadinya mulia berubah menjadi pendusta,itupun yang terjadi sekarang padaku,mungkin kau tidak akan percaya bahwa dulu aku sempat menjadi orang baik,"
Lanjut Mr Antonio masih dengan cerita masa lalunya pada Laura,
Laura pun semakin penasaran dengan semua yang Mr Antonio ceritakan padanya,diapun mulai bertanya,
"Lantas jika kau memang orang baik,mengapa kau berubah menjadi jahat seperti ini,dan lepaskan aku sekarang"
Tanya Laura,terus memintanya untuk melepaskan dirinya,
"Pengkhianatan...itu yang membuat aku berubah seperti ini"
Dengan melempar gelas di tangannya Mr Antonio bernada kasar pada Laura,dan itu membuat Laura sedikit ketakutan,
Terlihat sekali amarah di mata Mr Antonio,matanya memerah,tangannya pun mengepal seakan dendam yang kian membara dihatinya menyala,
...
Tanpa sadar suara pecahan gelas yang dilempar Mr Antonio terdengar oleh pak Adrian,dia pun menuju ke arah sumber suara,dan tiba di depan pintu kamar no 150,namun sayang pintu terkunci dari dalam,pak Adrian tidak bisa masuk ataupun mengintipnya,namun dia akan siaga menunggu kamar itu,karena dia curiga Laura ada didalamnya,
"Apa kau ada disini Laura"
Ucap hati pak Adrian cemas,namun tiba-tiba saja seseorang menarik lengan pak Adrian dengan cepat kebelakang,dan membawanya masuk kedalam kamar,
"Kau...kenapa kau menarik ku?"
Tanya pak Adrian pada Mada yang hampir membuatnya akan melukai wajah Mada dengan pukulannya yang keras,dan untunglah pak Adrian mampu menahan serangannya tatkala melihat Mada yang telah menarik tangannya,
"SST...kau jangan berisik,aku hanya ingin membantumu menyelamatkan Laura"
Jawab Mada menutup mulut pak Adrian dengan jari telunjuknya,kedua tatapannya saling beradu,
"Aku tidak butuh bantuan mu,"
Jawab pak Adrian menolak bantuan Mada dengan sangat ketus,
"Percayalah padaku,aku akan menyelamatkan Laura demi anakku,dan demi Zack"
Jawab Mada,
"Jika kau memang menyayangi anakmu dan Zack,mengapa kau masih melindungi penjahat itu,mengapa kau tidak memberi pelajaran kepada pembunuh ayahnya Markus dan pembunuh orangtuanya Zack"
__ADS_1
Bak tersambar petir,Mada sangat syok mendengar kalimat terakhir pak Adrian padanya yang menyatakan bahwa Mr Antonio pembunuh orangtuanya Zack,
"Ya,dialah mafia yang pak Wiranto maksudkan sebagai otak dan dalang dari perampokan yang terjadi di kediaman orangtuanya Zack 20 tahun lalu,dan dia juga dalang dari terbunuhnya orangtua Zack,selama ini aku meneliti kasus itu dan titik terakhir berakhir pada seorang mafia yang tak lain adalah adikmu,Antonio,apa kau mengetahui semua ini,atau kau hanya pura-pura terkejut mendengar semua ini,bukankah kau tidak bisa melakukan apa-apa meskipun kau tahu bahwa suamimu juga terbunuh olehnya"
Pernyataan pak Adrian yang sangat tegas dengan semua yang dia ucapkan pada Mada membuatnya sakit hati dan kecewa sangat berat pada adiknya itu,mengingat tujuan hidup Zack adalah memberi keadilan untuk kematian orangtuanya Zack,
Mada benar-benar sangat tidak mengetahui semua ini,dia memang menyadari bahwa suaminya terbunuh olehnya,namun dia tidak mengetahui bahwa orangtua Zack juga terbunuh olehnya juga,
"Ini tidak mungkin,,ini tidak mungkin,,kau pasti mengarang cerita supaya aku bisa membenci adikku sendiri"
Tanya Mada tak mampu menahan kakinya dan terhempas kelantai dengan tangis air matanya yang tak mampu dia tahan,dia sangat teringat akan Zack saat ini,bagaimana jika memang semua yang pak Adrian ceritakan itu benar,apa yang akan Zack lakukan pada adiknya itu,
Apa Zack akan bisa menerima semuanya?
Semua pertanyaan itu terngiang dipikiran Mada,
"Aku mohon padamu jangan katakan itu pada Zack,aku mohon,aku tidak bisa membayangkan apa yang akan Zack lakukan dengan semua kenyataan ini"
Mada menangis dan memohon kepada pak Adrian,
Namun ternyata semua yang mereka bicarakan rupanya terdengar oleh Mr Antonio yang sedari tadi menguping nya,
Betapa terkejutnya dia dengan keberadaan pak Adrian yang masih hidup,dan mendengar Zack ada diantaranya,amarahnya semakin meluap,diapun tak kuasa melihat kakaknya memohon dihadapan pak Adrian untuk dirinya,hingga Mr Antonio pun masuk kedalam dan langsung menyerang pak Adrian,
"Kau..."
Terjadilah baku hantam diantara keduanya,Mr Antonio menghajar pak Adrian hingga tersungkur,
"Rupanya kau bernyawa dua yah,,setelah terbakarnya mobil itu,ternyata kau masih hidup sampai sekarang"
Ucap Mr Antonio pada pak Adrian yang sudah tersungkur,
Pak Adrian pun tidak mengalah begitu saja,dia membalas pukulannya hingga membuat tulang pipi atas Mr Antonio sedikit lebam,
Dan disaat mereka sedang berkelahi,Laura coba melepaskan diri dengan terus menggesekkan talinya,namun masih sia-sia,dan akhirnya dia berhasil meraih sebuah silet kecil di saku bajunya yang dia baru ingat pernah menyimpan silet kecil disaku nya untuk keadaan darurat,
Dengan perlahan Laura coba menggunting talinya satu persatu hingga akhirnya diapun berhasil melepaskan tali ditangannya,
Diapun segera melepaskan tali dikakinya juga dan cepat lari dari kamar itu sebelum Mr Antonio kembali ke kamarnya itu,
Karena terburu-buru,Laura pun menabrak seseorang hingga barang yang dia bawanya terjatuh,
__ADS_1
"Maafkan saya,saya sedang terburu-buru,"
Ucap Laura meminta maaf dengan membantu membawa barang yang berjatuhan,
Dan alangkah terkejutnya Laura saat dia melihat seseorang yang dia tabrak ternyata adalah
"Kau..."
Laura langsung mundur perlahan menjauhi pria yang dia tabrak,namun ternyata si pria acuh pada respon Laura yang berusaha menghindarinya,
"Alex..aku tidak boleh sampai tertangkap lagi,tapi mengapa Alex tidak sedikitpun mengejar ku atau menangkap ku?"pikir Laura merasa heran dengan Alex yang tidak mengejarnya,
Rupanya Alex memang sengaja tidak menangkap Laura agar dirinya bisa melarikan diri,dalam hati kecilnya Laura pun menyadari mungkin Alex memang sengaja membiarkannya pergi,
Tapi itu tidak terlalu dia pikirkan,yang terpenting sekarang dia harus berhasil menyelamatkan dirinya,
Namun saat Laura melewati sebuah kamar yang terdengar suara gaduh didalamnya,dia langsung terkejut melihat pak Adrian sedang berkelahi dengan Mr Antonio,
Dengan monitor yang selalu dia bawa,dia coba menghubungi code keberadaan Markus dan memberitahu bahwa saat ini pak Adrian sedang dalam bahaya,
Laura memikirkan sesuatu untuk menyelamatkan pak Adrian dan Mada yang ada didalam,
"Ayo Laura berpikirlah,lakukan sesuatu ayo ayo?"
Laura berusaha untuk melakukan sesuatu,namun masih belum terpikirkan,dan akhirnya
"Dor..."
Tiba-tiba saja Laura masuk dan menembak ke arah dinding kamar,hingga membuat Mr Antonio dan pak Adrian terperanjat,
"Menyerah lah Mr Antonio,saat ini kami sedang mengepung mu"
Laura coba menggertak Mr Antonio agar menghentikan perkelahiannya,
"Laura"
Ucap pak Adrian bersyukur karena Laura baik-baik saja,
Pak Adrian pun mengerti dengan kode yang Laura berikan padanya,dengan sigap pak Adrian langsung menyerang Mr Antonio dan membuatnya tak berkutik,
"Ternyata aku salah menilai kemampuan kalian"
__ADS_1
Ucap Mr Antonio pada pak Adrian saat dirinya berhasil pak Adrian ringkus,