
Saat itu Laura bertemu dengan Bu Marissa di sebuah jalan,Bu Marissa hendak menyebrang jalan,namun naas seorang penjambret mengambil tas nya,Bu Marissa tak berdaya melawan,dan mampu untuk berteriak kencang minta tolong karena usianya yang sudah tua,
Laura yang saat itu melihat kejadian yang menimpa bu Marissa sigap langsung mengejar penjambret itu dan melawannya,
Laura melawan dua preman sekaligus dengan pukulan mematikan nya,
Dia pun berhasil membuat preman itu menyerah dan pergi,tas Bu Marissa pun berhasil dia ambil dari dua preman itu,
Laura pun menghampiri bu Marissa dan menyerahkan tasnya pada Bu Marissa,
"Terimakasih nak,kau telah menolong ibu,jika tidak ada kamu,entah bagaimana nasib ibu"
Ucap bu Marissa berterimakasih pada laura karena telah menyelamatkannya,
"Sama-sama bu,biar Laura bantu,ibu mau kemana?"
Laura menanyakan tujuan Bu Marissa,agar dia bisa mengantarkan nya sampai tempat dengan selamat,
Bu Marissa pun menunjuk ke arah panti sayang bunda yang ada di sebrang jalan tak jauh dari tempat Bu Marissa kecopetan,
Laura pun mengantar Bu Marissa sampai ke dalam panti,dia di suruh masuk dulu ke dalam untuk sekedar duduk dan minum,
Saat Bu Marissa masuk ke dalam panti,semua anak yang ada disana menyambut bahagia kedatangannya,
"Ibu"
Mereka memeluk Bu Marissa,dengan penuh kasih sayang,terlihat sekali aura baik dari seorang Bu Marissa,
Dan ternyata Bu Marissa adalah pemilik panti sayang bunda ini,panti khusus anak yatim piatu,atau anak yang terbuang dari keluarganya,
Terlihat seorang gadis remaja berwajah cantik menghampiri Bu marissa
"Bu, "
Dia juga memeluk Bu Marissa,
"Nak,perkenalkan ini Laura,dia telah menyelamatkan ibu dari penjambret tadi di jalan"
Bu Marissa memperkenalkan Laura pada anak gadisnya,
Mungkin lebih muda 5 tahun dari Laura,
Dia adalah Kania,anak Bu Marissa yang beranjak remaja,dia juga terlihat sangat cantik dan santun,
Selama ini Kania yang telah membantu Bu Marissa merawat anak panti,mereka mengurus anak yatim piatu dengan tulus,sehingga semua anak yang ada disana menyayangi mereka,
Laura pun berbincang banyak dengan Bu Marissa dan Kania,
Namun saat Laura hendak menceritakan tentang dirinya Laura tiba-tiba terlihat lemas dan pucat,
"Ka Laura,apa kakak baik-baik saja"
Tanya Kania menahan tubuh Laura yang hendak terjatuh,Laura pun menggelengkan kepalanya pertanda jika dirinya baik-baik saja,dia hanya lemas mungkin karena tadi Laura lelah melawan anak buah kolega bisnis ayahnya,
__ADS_1
Bu Marissa pun menyarankan Laura untuk tinggal di panti untuk sementara waktu sampai Laura benar-benar sehat kembali,
Melihat Laura bu Marissa merasa tidak asing dengannya,Bu Marissa seakan pernah bertemu dengannya,tapi entah dimana dan kapan,Bu Marissa tidak ingat,
Kania pun membawa Laura ke kamarnya untuk di obati luka di tangan dan memar di kakinya,
"Luka nya sangat sakit ya ka,ka Laura memangnya habis ngapain bisa luka seperti ini?"
Laura pun menceritakan tentang dirinya dan keluarganya,
Meski berat harus membuka aib sendiri,Laura seakan tidak sungkan bercerita dengan Kania,
Begitupun Kania,nampak terlihat kepeduliannya pada Laura,
Akhirnya Laura pun menceritakan tentang dirinya yang akan di jual ayahnya sebagai balasan agar bisnis ayahnya tidak jadi bangkrut,
Laura pun menceritakan perlakuan keluarga tirinya yang sangat kejam padanya,
Kania melihat kejujuran di mata Laura saat menceritakan semuanya,sehingga meskipun mereka baru saling mengenal dan bertemu,Kania sudah bisa mempercayai Laura kalau dia memang orang baik-baik,begitupun dengan Bu Marissa,
Saat pertama kali Laura menolongnya,hati Bu Marissa seakan mengatakan bahwa Laura adalah wanita baik,
"Aku turut prihatin ka,ka Laura jangan sedih lagi ya,"
Kania coba menghibur kesedihan Laura,
Dia pun terus mengolesi salep untuk meringankan sakit memar di kakinya,
Jawab Laura yang masih lemah,
Kemudian suara perut Laura pun berbunyi dengan bisik-bisik seakan cacing di perut nya sedang demo minta di isi,
Sontak Kania dan Laura pun tersenyum mendengar bunyi perut Kania yang memang belum makan sedari kabur dari rumah ayahnya,
"Ka Laura pasti lapar ya"
Celoteh Kania menggoda Laura,
Laura pun tersipu malu mengakui kalau dirinya memang lapar,
Bu Marissa pun masuk kamar Kania dan menyuruh mereka makan bersama dengan anak-anak panti,
"Bagaimana keadaanmu nak,kalau nak Laura sudah agak mendingan kita makan bersama dengan anak anak ya?"
Ajak Bu Marissa,
Kania dan Laura pun beranjak mengikuti Bu Marissa makan bersama anak panti,
...
Ada sekitar 50-70 anak yatim piatu disini,
Kebanyakan dari mereka selain menjadi anak yatim piatu,ada juga yang di buang oleh orangtuanya,
__ADS_1
Bu Marissa menghidupi semua anak-anak asuhnya dari pensiunan suaminya yang veteran,
Terkadang ada juga yang berdonasi ke panti asuhannya,
Anak-anak disana di ajarkan banyak ilmu pelajaran oleh Kania,sehingga anak asuhnya pandai dan bisa menata masa depannya kelak,
...
"Oh ya Bu,kalau boleh tau Bu Marissa sudah lama bangun panti asuhan ini?"
Tanya Laura pada Bu Marissa,
"Hampir 15 tahun,seiring wafatnya suami ibu, saat itu Kania masih bayi,suami ibu meninggal dan memang saat masih hidup beliau ingin sekali membangun sebuah panti anak yatim piatu agar dirinya bisa membantu anak-anak jalanan yang kesusahan"
Jawab bu Marissa sembari menatap langit-langit atap rumahnya teringat akan suaminya yang telah tiada,
Kania pun memeluk Bu Marissa ,
Laura pun meminta maaf karena pertanyaannya,membuat Bu Marissa nampak sedih,
Akhirnya Laura pun tinggal di panti itu bersama Kania dan Bu marissa,
Bahkan Laura juga mengajari anak-anak panti bela diri agar mereka bisa menjadi anak yang hebat,
Bu Marissa melihat kemampuan Laura memang sangat luar biasa,
Dan Bu Marissa pun baru mengetahui kalau Laura memang studi di kepolisian,
Dan akhirnya karena Bu Marissa dan Kania sudah betah dan terbantu dengan kehadiran Laura di panti menyuruh Laura untuk tinggal dan mengurus panti bersama-sama,
Laura pun senang dengan ajakan Bu Marissa,karena dia juga merasakan hangatnya kasih sayang keluarga semenjak tinggal di panti asuhan itu,
Laura seakan merasakan kembali kasih sayang seorang ibu yang sekian lama dia rindukan dari bu marissa,
Kania pun juga menganggap nya seorang kakak,Kania tidak canggung dan sungkan pada Laura,Kania merasa sayang pada Laura,
Begitupun sebaliknya Laura juga menganggap Kania dan Bu Marissa sebagai ibu dan adiknya,
Sampai kelulusan Laura,kini Laura pun resmi menjadi seorang polisi,
Kemampuan Laura yang luar biasa membuat nilai IPK nya sangat bagus dan banyak menjadi rebutan para agen untuk bekerja untuknya,
Sementara sekarang Kania melanjutkan studinya di bidang pendidikan,cita-cita nya menjadi seorang guru sangat besar,
Laura pun kini selalu membantu Kania di setiap ada masalah atau apapun,
Meski kini Laura tidak selalu ada di panti karena tugasnya,
Laura selalu mengubungi Bu Marissa setiap hari ,karena kalau sehari pun dia tidak mengabari Bu Marissa,maka Bu Marissa tidak akan bisa tenang dengan keadaannya,melihat tugas Laura begitu mengancam keselamatannya,
Jangan lupa vote like komentar nya ya guys 🙏🏻
happy reading
__ADS_1