Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Jati diri pak Adrian


__ADS_3

Zack pun sampai di bandara Jerman,sebelum pulang Zack coba menghubungi nomor yang Mr Nicolas berikan padanya,ya nomer handphone pak Adrian ayah Markus menurut Mr Nicolas,


Tut...Tut...


Zack sangat bahagia akhirnya telpon nya tersambung pada pak Adrian,


...


Nampak pak Adrian melihat ada panggilan masuk dari nomor yang tidak di ketahui dari area negara lain di hp nya,


(Nomor siapa ini) pikir pak Adrian,


Dia mun menerima panggilan Zack,


Pak Adrian :"halo "


Zack: "halo pak,apa benar ini dengan ayah Markus"


Pak Adrian:"ya,ini dengan siapa"


Zack:"saya Zack sahabat Markus,"


Pak Adrian terkejut dengan namanya,sebab dia tahu dari Markus kalau sahabatnya itu adalah anak dari Mr Antonio,si mafia pembunuh istri dan ayah Markus,


Mata pak Adrian pun memerah menahan amarah dalam hatinya pada Mr Antonio,


Hatinya ikut benci pada Zack,karena dia adalah anak dari mafia yang sangat dia benci,meskipun Zack tidak mengetahui apa-apa tentang ayahnya itu,


Pak Adrian memutuskan untuk tidak membiarkan Markus berhubungan kembali dengan Zack,


Pak Adrian menutup telpon nya dan beralasan bahwa Markus sedang sibuk,


Pak Adrian:"maaf Markus sedang tidak ada disini"


Diapun menutup telponnya,


Zack merasa heran kenapa ayahnya mendadak menutup telponnya begitu saja,padahal Zack ingin menanyakan kabar Markus disana,


(Mungkin ayah Markus sedang sibuk,jadi dia tidak banyak bicara tadi)


Pikir Zack berusaha positif thinking,


...


Zack pun tiba di rumah,Mada menyambutnya dengan hangat,dan penuh senyum,dia bahagia melihat anaknya kembali dalam keadaan yang sehat dan tidak kekurangan suatu apapun,


"Zack kau sehat nak?"


Mada memeluknya,Zack pun membalas pelukannya,


"Zack hanya pergi tiga hari saja Mada,Zack sehat"


Zack pun menjawab keadaannya dengan wajah yang ceria,


Mada pun ikut senang melihat keadaan Zack yang sehat,


Zack berbicara serius dengan Mada,dia meminta maaf karena belum bisa menemukan Markus untuknya,


"Mada,sebelumnya aku minta maaf padamu"


Zack menunduk,

__ADS_1


"Kenapa nak,apa yang membuatmu gelisah"


Mada tidak berpikir Zack akan membicarakan tentang Markus padanya,


"Zack belum bisa menemukan Markus"


Kepala Zack semakin menunduk,karena merasa gagal,


"Tidak apa-apa nak,Mada paham,mencari seseorang di negri orang lain itu sangat sulit,bahkan di kota kita saja juga sulit,apalagi negri orang,hehe"


Mada tersenyum simpul dengan jawaban nya pada Zack,Mada samasekali tidak merasa kecewa dengan Zack yang belum berhasil menemukan anaknya itu,


Namun sesaat Zack pun menceritakan semua yang dia ketahui dari Mr Nicolas,


"Tapi Mada,Zack baru saja mendapat kabar dari Mr Nicolas saat hendak pulang,kalau Markus dan ayahnya pindah ke Jakarta,"


Sontak Mada pun terkejut mendengarnya,


(Ayah,siapa yang di maksud Zack)pikir Mada menerawang menebak siapa ayahnya Markus,


"Mr Nicolas adalah sahabatnya pak Adrian ayah nya Markus,ya dia memang tidak mengenal Markus,tapi dia mengenal ayahnya,dia bilang tiga hari lalu mereka pindah tugas ke Jakarta"


Saat mendengar nama pak Adrian,Mada pun merasa lega,meski dia memang benar-benar terkejut,


(Tapi bukankah mas Adrian ikut terbakar di dalam mobilnya bersama Mira)


Dalam hati Mada menggerutu mengingat masa lalu saat dirinya menyaksikan sendiri terbakarnya mobil


Mas Adrian dan Mira saat mencoba menjauh dari kejaran anak buah Mr Antonio,


Dia bahkan mengucapkan serapahnya pada adiknya itu karena luka akan kehilangan bayi yang baru dilahirkannya,


Lantas Zack pun memberi nomor telpon pak Adrian pada Mada,karena dirinya ingin memastikan apa benar itu mas Adrian yang dia kenal,


"Mada,jika pak Adrian ayahnya Markus,berarti dia paman nya,bukankah suami Mada sudah tiada,"


Tanya Zack sambil meminta maaf karena telah menyinggung hatinya dengan pertanyaan Zack,


Mada pun tidak keberatan dengan pertanyaan yang di ajukan Zack padanya,


"Tidak apa-apa nak,kalaupun memang benar itu Markus nya Mada,pak Adrian memanglah pamannya,karena ayahnya sudah meninggal oleh si mafia kejam itu"


Mata Mada memerah dan tangannya mengepal karena amarah dalam hatinya,jika mengingat semua yang telah terjadi,namun dia tidak bisa melakukan apapun pada si mafia itu karena kasih sayang dirinya pada adiknya pun juga sama besarnya,meskipun adiknya mafia besar dan kejam,


Β 


"Maaf Mada,kalau boleh tau,siapa mafia brengsek itu Mada,apa perlu aku beri dia pelajaran"


Zack ingin sekali membalaskan sakit hati Mada pada si mafia yang telah menyebabkan kematian suaminya dan terpisah dengan anaknya,terlihat sekali keinginan Tahuan Zack pada mafia itu,Zack seperti ikut membenci dan mengutuk mafia itu,


Tapi Mada seolah kembali menenangkan hati Zack dan menyembunyikan semua kebenaran tentang semuanya,meskipun Zack penasaran,


"sudahlah nak,semua sudah menjadi masa lalu,yang terpenting sekarang,Mada harus memastikan sendiri dulu apa benar dia memang Markus nya Mada"


Zack pun tidak memaksakan diri jika memang keputusan Mada seperti itu,


Zack pun memberi nomor pak Adrian pada Mada,


...


Saat Zack hendak kembali ke kamarnya,Mada menghentikan langkah Zack tiba-tiba,

__ADS_1


"Zack Mada mohon,jangan sampai ayahmu tau tentang hal ini ya"


Pinta yang sama pada Zack tentang rencana ini,


Zack pun mengangguk tersenyum membuat hati Mada merasa tenang,


Meski hati Zack memang sebenarnya heran dan penasaran kenapa Mada tidak ingin ayah nya mengetahui tentang ini,tapi Zack pun tidak ingin mengecewakan dan membuat hati Mada sedih,dia pun menuruti permintaan Mada untuk tidak membicarakan tentang hal ini pada Mr Antonio,


Zack pun berlalu menuju kamarnya untuk istirahat,


...


Di tempat lain Mr Antonio masih di Belanda bersama Mr Jefri,dia baru mengetahui tentang Markus yang pindah ke Jakarta dari salah satu anak buah Jefri


"Bos ternyata polisi yang selalu mengincar kita,sekarang pindah ke Jakarta"


Ujar Kevin salah satu anak buah Jefri,


"Apa itu berita benar?"


Mr Jefri menanyakan kebenaran informasinya,


Dia coba menghubungi dan menyuruh anak buah yang lain untuk mencari tahu kebenarannya,


Dan ternyata memang benar,semua anak buah yang Mr Jefri suruh cari informasi tentang agen polisi yang mengincarnya pindah tugas ke Jakarta,


Mr Jefri pun tertawa bahagia,


"Hahaha tanpa kita usir ternyata mereka mengundurkan diri juga"


Timpal Mr Jefri kegirangan,


"Apa memang benar,agen polisi itu pindah?"


Tanya Mr Antonio,


"Ya si bajingan Adrian dan anaknya kini sudah pergi kawan"


Mr Antonio yang kala itu sedang meminum air di gelasnya langsung tersedak mendengar nama Adrian,


"Apa Adrian" nama itu terlontar dari mulut Mr Antonio yang terkejut,


"Ya Adrian si agen polisi yang selalu berhasil menangkap anak buah saya,dia bersama anaknya kemarin sangat lihai sekali menipu dan mengintai anak buah ku,siapa tuh nama anaknya,dia baru saja keluar dari kemiliteran nya,dan bergabung bersama ayahnya memberantas kami"


Jelas Mr Jefri menceritakan tentang Adrian dn Markus,


"(Tidak mungkin jika Adrian yang dia maksud adalah Adrian yang dulu juga mengincar ku di Jakarta,dia kan sudah mati terbakar bersama istri dan bayi Mada)


Ucap hati Mr Antonio sembari teringat kejadian yang menewaskan Mira Adrian dan bayi yang Mada yang dia titipkan pada Mira saat mereka melarikan diri,


(Ah mungkin hanya namanya saja yang sama)


Gumam Mr Antonio,


Dia pun bercerita pada Mr Jefri bahwa dirinya harus kembali ke Jerman,karena ada hal yang harus dia selesaikan,


Mr Jefri pun tidak keberatan,


...


bersambung

__ADS_1


__ADS_2