Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Terus coba menghubungi


__ADS_3

Mr Antonio pun kembali ke Jerman bersama Alex dan anak buahnya yang lain,


Sepanjang jalan dia memikirkan agen polisi yang bernama Adrian,polisi yang selalu Mr Jefri bicarakan padanya,


Mr Antonio merasa khawatir jika memang itu Adrian yang sama dengan yang dia maksud,berarti selama ini Adrian belum mati,dan kemungkinan bayi Mada adiknya pun juga belum mati,


Setelah sampai bandara Jerman,


Dia pun coba menghubungi anak buah nya yang ada di Indonesia,untuk menyelidiki keberadaan Adrian dan Markus,


"Kau selidiki agen polisi yang baru pindah tugas ke Jakarta dari Belanda,segera kamu hubungi aku"


Tegas Mr Antonio pada Brian,sindikat pengedar yang ada di Indonesia,


"Baik tuan,saya akan cari tahu mengenai agen Adrian"


Telpon pun di tutup,Mr Antonio kini sampai di rumahnya,


Di dalam rumah terlihat nampak sepi,tak terlihat Mada ataupun Zack,


"Kemana Mada dan Zack?"


Tanya Mr Antonio pada asisten rumah tangganya,


"Maaf tuan,tadi nak Zack bawa Mada jalan keluar,tapi mereka tidak memberitahu hendak kemana"


Jawabnya terlihat takut dengan Mr Antonio,


Dan ternyata memang benar saja,Mr Antonio seperti akan marah,namun dia berhasil meredam amarahnya,


(Kemana mereka pergi)


Pikir Mr Antonio,


Dia pun menelpon ponsel Zack,namun tidak di angkat,kemudian dia coba menghubungi Mada,sama juga tidak di angkat,


"Argh..."


Mr Antonio menggerutu,


...


Di tempat lain,Zack membawa Mada ke sebuah danau untuk melihat pemandangan alam yang indah untuk membuat hati dan pikirannya tenang,


"Apa kau suka dengan tempat ini Mada"


Tanya Zack,


"Mada senang Zack,tempat ini sangat indah dan sejuk,rasanya Mada baru pertama kali ini kesini,"


Mada menghirup udara alam dengan sangat meresapi,


Seolah Mada ingin sekali terbang bersama angin yang menyejukkan jiwa,


Mereka duduk berdua di kursi yang sudah tersedia disana,


Zack pun mengamati sekitar danau,semua terlihat sangat indah,angin yang bertiup membuat mereka sejuk,suara daun yang rindang membuat suasana semakin asri,dengan pemandangan air danau yang terlihat tenang,

__ADS_1


"Mada,aku ingin sedikit bercerita denganmu"


Zack memecah kesejukan yang sedang di rasakan Mada,


"Bicaralah nak"


Dengan menutup mata,sambil menikmati angin Mada menjawab pertanyaan Zack,


"Jika menurutmu ini baik untukku,apa boleh aku pergi ke Jakarta"


Ucap Zack membuat seketika lamunan Mada akan alam yang indah tersadar,


"Zack rindu sekali dengan papa dan mama,rindu juga dengan adik Zack,rasanya Zack ingin sekali melihat tempat terakhir mereka,semenjak Zack di bawa ayah ke sini,Zack tidak tau lagi kabar mereka,apa benar mereka sudah tiada atau masih hidup,dan entah dimana mereka di kebumikan"


Lanjut Zack sambil memainkan jari jemarinya,


Mada merasa sedih dengan curahan Zack tentang papa dan mamanya,karena bagaimana pun dia pun mengetahui kalau orangtua Zack memang sudah tiada,


"Dan kau tau Mada,rasanya aku ingin sekali tahu siapa mereka yang telah membunuh papa dan mama,aku ingin sekali membalas kematian mereka,aku ingin mereka tenang disana,entah kenapa polisi tidak bisa menyelesaikan kasus kematian mereka,aku merasa ada yang aneh dengan semua ini"


Zack masih terus melanjutkan curahannya,Mada pun coba menenangkan zack dengan mengelus dadanya,


"Dari dulu Zack ingin sekali kembali ke Jakarta,namun ayah sepertinya tidak menyukai itu,"


Tak terasa kini air mata Zack mulai menetes,


"Jika memang kau ingin sekali mengungkapkan dan membalaskan kematian orangtua mu,maka pergilah nak,carilah keadilan bagi mereka,Mada tidak akan menghalangi mu,tapi kau musti ingat,kau harus memberikan keadilan bagi mereka,bukan menghabisi mereka,kau pahaman kan dengan maksud Mada?"


Zack sangat paham sekali dengan maksud Mada padanya,


Namun dia sudah memegang teguh pendirian nya dengan kebencian pada pembunuhan,itu sebabnya sampai saat ini Zack tidak tertarik berprilaku seperti ayahnya yang selalu mengambil jalan pintas untuk membunuh seseorang yang di anggap menghalangi jalannya,


Meski Zack tumbuh di pangkuan Mr Antonio,namun Zack juga tumbuh bersama rangkulan Mada yang selalu meluruskan perilaku nya pada hal yang benar,


Mada selalu menasihatinya dengan nasihat yang baik dan masuk di akal menurut Zack,


Sementara Mr Antonio selalu menuntut Zack agar menjadi pribadi yang kuat dan tak terkalahkan,agar bisa melindungi dirinya dan menggantikannya


"Tapi bagaimana dengan ayah,apa yang harus aku katakan agar dia mengijinkan aku kembali ke Jakarta"


Ucap Zack pada Mada,


Mereka pun sedikit termenung memikirkan rencana agar Zack bisa pergi ke Jakarta tanpa Mr Antonio bisa menghalanginya,


"Zack,bukankah kamu seorang militer,coba kamu bertanya pada mereka,barangkali ada tugas menanti kamu disana?"


Saran Mada pada Zack,


Zack samasekali tidak terpikirkan dengan hal itu,ya bisa saja Zack mencari tugas di Indonesia,karena dengan kemampuan dan nilai Zack yang sangat bagus,agen lain pasti membutuhkannya,


Walaupun memang tidak ada panggilan tugas untuknya di Jakarta,Zack bisa saja berbohong pada Mr Antonio dengan alasan itu,


"Kau benar Mada,aku bisa pergi ke Jakarta dengan alasan itu,terimakasih Mada"


Zack memeluk erat Mada di sampingnya,


Zack merasa lega dan tenang dengan saran yang Mada berikan padanya,dan semoga saja Mr Antonio bisa mengijinkannya untuk pergi ke Jakarta,

__ADS_1


Merekapun kembali menikmati suasana udara di danau yang indah,


...


Mada pun mulai bertanya kembali pada Zack tentang Markus dan pak Adrian,


"Zack kenapa kita tidak mencoba lagi menghubungi ponsel ayahnya Markus"


Pinta Mada,


Zack pun setuju dan mengeluarkan ponsel dari sakunya untuk menghubungi ponsel pak Adrian,


Namun sayang,saat Zack mencoba menghubungi pak Adrian,panggilannya tidak tersambung,sepertinya nomor Zack di blokir,tapi mengapa?, Zack merasa bingung,


"Mada entahlah ini perasaanku atau apa,tapi sepertinya nomor Zack di blokir oleh pak Adrian"


Ucap Zack,


Saat Zack berbicara seperti itu,Mada semakin yakin kalau pak Adrian yang Zack maksud sebagai ayah Markus adalah mas Adrian nya mba Mira,


Mas Adrian sahabat suaminya Ryan,


Air mata Mada pun mulai menetes perlahan,karena dia yakin bahwa Markus yang bersama pak Adrian adlah Markus bayinya,


Mungkin pak Adrian sengaja memblokir ponsel Zack karena dia merasa terancam jika sampai Zack atau Mr Antonio mengetahui keberadaannya bersama Markus,


Mada pun mencoba menghubungi ponsel pak Adrian dari nomor nya,


"Zack bolehkah Mada menghubungi ponsel pak adrian dengan nomor Mada".


Mada mencoba menghubungi pak Adrian,


"Cobalah Mada"


Zack menyebutkan nomor ponsel pak adrian pada Mada,


Dengan kekuatan hati Mada yang hanya tersisa sedikit,dia menguatkan dirinya untuk mendengar suara pak Adrian,


Tut.....Tut....


Suara dering ponsel Mada,


Masih belum ada jawaban dari sebrang sana,.


Kemudian Mada pun terus mencoba kembali sampai panggilannya bisa di terima oleh no pak Adrian,


Dua panggilan tak terjawab,


Mada mencoba untuk yang ketiga kalinya,dan ternyata pak Adrian pun mengangkat panggilannya,


"Halo dengan siapa ini bicara"


Ucap seseorang di sebrang telpon,


"Mada"


next terus simak ceritanya ya πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2