Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Pertemuan orangtua di sekolah andi


__ADS_3

Laura pun berangkat menuju sekolah anak-anak asuhnya dengan memesan taksi,Laura menyeimbangkan penampilannya saat bertugas dan menghadiri rapat,


Dengan ciri khas make up yang tipis sedikit natural,Laura nampak cantik mempesona,di tambah balutan dress warna pastel membuat aura feminim nya terpancar,meski dalam sehari-hari dia berpenampilan tomboi,


Dengan sendal heels tinggi 5 cm nya dia berjalan tenang bak model bintang iklan,


Laura pun tiba di gerbang sekolah,dia bertemu satpam yang mengenalinya sebagai polisi,


"Mba Laura"


Sahut pak Andre satpam sekolah,


Laura meminta pak Andre agar tidak memberitahu kepada yang lain bahwa dirinya adalah seorang polisi,


Tentu saja pak Andre pun menuruti permintaan Laura,


Semenjak berbaur dengan Dwiki dan Zack,Laura memutuskan untuk tidak menunjukan identitas dirinya di layak umum,dia ingin menjadi Laura tanpa seragamnya,dia ingin mendapat ketenangan dan kebebasan dalam berteman,seperti apa yang dia rasakan saat bersama dengan Zack dan Dwiki,


Laura pun masuk ke dalam ruangan yang sudah di sediakan,disana sudah banyak orang tua siswa yang datang,mayoritas dari mereka yang datang adalah sepasang ibu dan ayah,


Sebelum Laura masuk,dia menemui anak-anak asuhnya terlebih dahulu,


Nampak Andi sedang duduk di bangku pojok,dia terlihat sangat sedih,Laura pun mendekatinya,


"Kau kenapa dik"


Tanya Laura membuat Andi terkejut,


"Ka Laura,tidak aku tidak apa-apa "


Jawabnya masih terlihat lemah,


Laura tahu betul sikap Andi,dia tidak akan memberitahu apapun yang menurutnya akan membebani orang lain,


"Mungkin Andi menyembunyikan sesuatu dariku yang mungkin dengan dia bercerita akan membuatku sedih" pikir Laura saat melihat Andi,


"Yasudah kakak tidak akan memaksamu bicara,tapi kakak minta kamu jangan sedih ya,setiap orang pasti punya masalahnya masing-masing,tergantung kita mau menghadapinya seperti apa,dan yang paling penting,kita tidak boleh lari dari Maslaah itu sendiri" nasihat Laura membuat Andi semakin sedih,dia mengusap air matanya dan langsung memeluk Laura,


"Tadi aku bertemu ayah kak,tapi ayah tidak mau melihatku,saat aku memeluknya ayah langsung melepaskan pelukan ku dan mengusirku,apa salahku kak,kenapa ayah begitu membenciku"


Tangis Andi pun pecah dalam pelukan Laura,suaranya begitu berat saat bicara semuanya pada Laura,


Laura pun ikut merasakan sakit yang Andi rasakan saat ini,


Karena dia pun pernah mengalami hal serupa,di benci dan tidak di akui seorang ayah,bahkan hampir di jual oleh sang ayah,


"Sudah...sudah,air matamu terlalu berharga untuk ayah seperti itu,hapus lah air matamu,sekarang kamu harus tahu,banyak sekali orang yang menyayangimu disini,kau jangan merasa sendiri hanya karena ayahmu tidak mau mengakui mu sebagai anaknya,kau harus tetap semangat menjalani hidupmu ya dik,sudah sudah"


Laura kembali memeluk Andi dan menenangkannya,

__ADS_1


Tangis bocah 10 thn itupun mulai mereda


"Tapi ayah ada disini ka"


Jawab Andi yang mulai merasa tenang,


Laura menanyakan dimana ayah Andi,dan bagaimana ciricirinya,dan ternyata ayah Andi ada menghadiri rapat orangtua di sekolah yang sama dengan andi,


"Apa mungkin dia juga punya anak yang sekolah disini,lantas kenapa Andi tidak dia akui sebagai anaknya?"


Laura berpikir apa yang harus dia lakukan pada ayah Andi,agar dia mau mengakui Andi sebagai anaknya,tapi sebelum itu Laura pun akan mencari tahu terlebih dahulu siapa murid yang dia wali kan sebagai orangtuanya,


Rapat pun di mulai,Laura duduk tepat di samping ayah Andi,berharap dia mendapat petunjuk informasi tentang dirinya,


Laura pun mulai bertanya pada ayah Andi,


"Anak bapak kelas berapa?"


Tanya Laura santun pada seorang pria yang Andi tunjuk sebagai ayah kandung yang telah membuangnya,


"Anak saya kelas 6 Bu,anak ibu kelas berapa?"


Jawab pria itu dan menanyakan tentang Laura,


"Anak saya kelas 4 namanya Andi"


Banyak sekali pertanyaan yang melintas di pikiran Laura saat melihat pria itu,dari parasnya dia nampak seperti orang baik,tapi kenapa dia tega membuang andi,ah orang baik tidak akan mampu membuang darah dagingnya sendiri,


Laura menggerutu dalam hati dan menahan emosinya sendiri jika ingat ayah Andi dan ayah kandungnya sendiri,


"Tahan emosimu Laura..tahan.."


Dalam hati Laura coba menenangkan dirinya sendiri,


Jangan sampai kau tidak bisa menahan emosimu,nanti bisa fatal akibatnya,


Acara rapat pun selesai,pertemuan itu di tujukan untuk meminta persetujuan orangtua murid untuk di adakan nya tour ke Yogyakarta,dan Bali,semua orangtua di harapkan mengisi persetujuannya di atas kertas,dan bagi yang tidak setuju,bisa menghubungi guru panitia yang terkait,


Tanpa Laura ketahui,ternyata Dwiki pun ikut pertemuan orangtua/wali murid di sekolah itu,namun Dwiki tidak sempat menyapa laura,


"Bukankah itu Laura,kakaknya Kania"


Ucap Dwiki melihat Laura,


"Apa dia sudah bersuami dan mempunyai anak,kenapa dia ada disini?"


Pikir Dwiki penuh tanda tanya melihat Laura bersama seorang anak laki-laki,


Dan si pria yang di duga ayah Andi pun berjalan melewati Laura dan Andi,dia berlaga cuek melihat Andi bersama Laura,begitupun Laura,dia tak menghiraukan pria itu,

__ADS_1


"Apa kau mengenal anak itu dik"


Tanya Laura sambil menunjuk anak yang bersama ayah Andi,


Andi pun menganggukkan kepalanya,


"Ya aku kenal dia kak,dia anak kelas 6 namanya Margareta,tapi aku tidak menyangka jika ayahnya adalah ayahku"


Kini Andi terlihat lebih tegar dari sebelumnya,


"Kamu tenang saja ya,kakak akan mengikuti ayahmu,kamu belajar yang rajin,kelak kamu akan bisa membuat bangga orangtuamu"


Laura pun segera memesan taksi guna mengikuti pria itu,


Melihat gerak gerik Laura yang terburu-buru dan mencurigakan,Dwiki juga memutuskan untuk mengikuti Laura,


"Apa yang terjadi dengan Laura,kenapa dia seperti cemas dan terburu-buru"


Ucap Dwiki saat melihat Laura,


Dwiki pun akhirnya masuk ke dalam mobilnya dan mengikuti taksi Laura,


Mereka saling mengikuti,Laura mengikuti mobil ayah Andi,sedangkan Dwiki mengikuti taksi laura,


Setengah jam kemudian,mobil ayah Andi pun berhenti di sebuah rumah cukup mewah,Margareta turun dari mobil sedangkan ayah Andi tidak turun,dia ternyata melanjutkan perjalanannya entah akan kemana,


Laura pun memutuskan untuk terus mengikutinya,


"Dah ayah"


Ucap Margaretha pada ayah Andi,pria itupun membalas lambaian Margareta dengan senyumnya,


Mobil kembali melaju,Laura pun juga kembali mengikuti,ternyata mobil itu menuju ke sebuah rumah sakit,pria itu turun,Laura tidak bisa bertindak di rumah sakit,karena takut mengganggu kenyamanan pasien disana,akhirnya dia membuntuti pria itu dengan tenang,


Terlihat ayah Andi menemui seorang perempuan yang sedang terbaring koma,dia menangis saat melihat perempuan itu,tubuh perempuan itu di pasang selang oksigen untuk membantunya bernafas,


Saat seorang suster hendak masuk ke dalam ruangan itu,Laura coba menghentikannya,


"Maaf sus saya mau tanya,apa yang terjadi dengan perempuan itu ya"


Tanya Laura tentang perempuan yang ditemui ayah Andi,


"Oh itu,dia mengidap gangguan pada ginjalnya pasca mendonorkan satu ginjalnya pada anaknya satu tahun yang lalu,setelah operasi keadaannya menjadi menurun,dia sempat sembuh,namun tak berselang lama,kondisinya jadi semakin menurun"


Jawab suster menjelaskan keadaan yang terjadi pada perempuan yang tersebut,.


Bersambung...


simak terus ceritanya ya guys πŸ™πŸ»πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2