
Dia pun coba mendekati mereka dan tanpa sengaja semua pembicaraan Bu Marissa dan Zack membuat dirinya terkejut,Kania coba menutup mulutnya agar dirinya tidak sampai bersuara mendengar semua kenyataan tentang dirinya dan Zack,
Bu Marissa bicara semua yang dia alami saat kejadian perampokan itu terjadi,dia menceritakan bahwa saat kejadian naas yang menimpa ibunya,dia sedang berada di kamar bersama bayi dan ibunya,kemudian ibunya Zack menyuruh bi Marissa untuk bersembunyi di dalam lemari dan menguncinya dari luar,bahkan ibunya pun menyuruh bi Marissa untuk tetap tidak keluar apapun yang terjadi padanya,Bu Helena hanya menyuruh bi Marissa untuk tetap menjaga anaknya agar bisa selamat,
Bu Marissa pun menceritakan semua pelecehan dan siksaan yang ibunya dapatkan dari komplotan perampok itu,
"Betapa sakit hati bibi nak,bibi tidak bisa menyelamatkan ibumu,bibi hanya menahan tangis di dalam lemari berharap bayi Kania tidak sampai terbangun oleh suara bibi saat itu"
Ucap Bu Marissa dengan tangisannya teringat akan kejadian yang menimpa Mrs Helena yang malang,
Perasaan Zack pun kian memanas mendengar semua penyiksaan yang dilakukan para perampok itu pada ibunya,hatinya terasa sakit dan semakin ingin membalaskan dendam atas semua perlakuannya pada keluarganya itu,Laura yang mendengar itu semua juga ikut empati pada kejadian yang menimpa sahabat kecilnya itu,
"Apa bibi masih mengingat semua wajah yang telah menyiksa mama?dan bibi bilang bayi Kania,apa itu artinya adikku juga masih hidup?"
Tanya Zack berharap semua pertanyaannya adalah benar,
Bu Marissa menganggukkan kepalanya pada Zack,
"Benar nak,adikmu masih hidup sayang"
Suara bi Marissa semakin berat karena tangisannya itu,
"Lantas dimanakah adikku,siapakah dia bi"
Kania pun berdiri di hadapan Zack dan bi Marissa,
Karena dia paham dengan semua yang bi Marissa ceritakan pada Zack,dia memang sempat tidak percaya menyadari bahwa selama ini dia bukanlah anak dari Bu Marissa melainkan anak majikannya Bu, Marissa,tapi dia bersyukur bisa di besarkan oleh pengasuhnya yang sangat menyayanginya hingga dia mau membesarkan dia dengan penuh kasih sayang sampai sebesar ini,
"Akulah adikmu ka"
Ucap Kania membuat semua terkejut,termasuk Bu Marissa sendiri,
"Ya akulah adikmu,yang selama ini bu Marissa besarkan"
Lanjut Kania memeluk Bu Marissa,
"Maafkan ibu nak,karena ibu telah menyembunyikan kebenaran ini padamu,jangan membenci ibu sayang"
Bi Marissa meminta maaf pada Kania,
Namun Kania mengerti dengan semua yang bi Marissa lakukan untuknya selama ini,
Kania samasekali tidak menyalahkan bi Marissa untuk setiap yang terjadi,namun dia juga ingin tahu lebih banyak lagi tentang semua yang telah terjadi pada keluarganya,
__ADS_1
Zack seakan tidak menyangka bahwa gadis yang selama ini selalu bersamanya di kampus adalah adik yang selama ini dia cari dan dia rindukan,
Sepintas saat melihat senyum Kania Zack memang melihat ada senyum ibunya di bibirnya yang tipis,namun saat itu dia mengira mungkin hanya mirip,dia tidak menyangka bahwa senyum Kania memanglah senyum ibunya,
"Kania,jadi semua itu benar bi"
Tanya Zack
Bu Marissa menjelaskan semua pada Zack dan Kania bahwa mereka adalah
akak beradik,
Kania pun memeluk Zack dengan erat,
"Kak,"
Zack pun membalas pelukan adik kecilnya itu,
"Kania,andai kau tahu,selama bertahun-tahun kakak menahan rindu pada adik bayi kakak,dan berharap bisa bertemu kembali,dan sekarang Tuhan pun mengabulkan semua harapanku"
Jawab Zack penuh haru dan bahagia memeluk adik bayinya yang selama ini memang dia rindukan,
Kania pun larut dalam pelukan kakaknya,dia menangis dalam pelukan Zack,seolah tidak percaya bahwa selama ini ikatan batin yang dia rasakan memanglah benar,ikatan batin yang sangat kuat antara adik pada kakaknya,
"Bagaimana keadaanmu sekarang Bisma"
Tanya hati Laura pada Bisma,
Bu Marissa kembali bercerita bahwa sehari sebelum kejadian itu terjadi Mrs Helena terlihat sangat cemas dan mengkhawatirkan anak-anaknya,
Mrs Helena sempat curhat pada bi Marissa tentang mantan kekasihnya dulu yang sempat mengancamnya jika dia tidak di pertemukan dengan Zack,maka malapetaka akan menimpa keluarganya,tapi dia tidak berani membicarakan semua ancaman nya itu pada Mr Agatha,karena dia tidak ingin suaminya itu cemas,
"Maksud Bi Marissa pertemukan Zack dengan mantan kekasih mama apa maksudnya bi?"
Tanya Zack,
Berat memang dirasakan Bu Marissa jika sampai dia harus memberitahu bahwa Zack bukan darah daging Mr Agatha,Bu Marissa sangat tidak kuasa jika harus menceritakan semuanya,
Tapi situasi kondisi saat ini mengharuskan Zack tahu semua kebenaran tentang dirinya,
Dan akhirnya dengan berat hati Bu Marissa berusaha memberitahu semua kebenaran kepada Zack,
"Anakku,di dunia ini ada ikatan yang tidak bisa dipisahkan walau jarak dan kondisi memaksa harus berpisah,begitupun semua yang terjadi padamu dan Bu Helena nak,Mr Agatha begitu sangat menyayangimu melebihi apapun,bahkan dia rela mengorbankan nyawanya untukmu karena kasih sayangnya yang begitu besar padamu nak,meskipun dia tahu bahwa kamu bukan darah daging dirinya"
__ADS_1
Jelas Bu Marissa memegang kepalan tangan Zack berusaha membuat Zack menerima semua kenyataan hidupnya dengan tenang,
Zack tentunya sangat terkejut dan sedih dengan kenyataan hidupnya bahwa dia bukan anak dari Mr Agatha,
"Tapi nak,meskipun kamu bukan darah daging dari Mr Agatha,beliau sangat menyayangimu dan ibumu dengan segenap jiwanya,Mr Agatha sangat mencintai Mrs Helena,begitupun denganmu nak"
Lanjut Bu Marissa,
"Jika aku bukan anak kandung dari papa,lantas aku anak siapa bi?"
Tanya Zack coba menahan air matanya,
Seketika Kania menghapus air mata Zack yang hendak menetes,
"Kakak tidak usah khawatir ka,meskipun memang kita beda papa,tapi kita masih satu darah,darah ibu,dan itu tidak akan pernah berubah,ya kan Bu?"
Kania coba menenangkan kakaknya tersebut,dia pun kembali memeluk kakaknya kembali,
Zack pun sedikit tenang dan terharu akan kasih sayang adiknya itu,begitupun Laura,dia juga coba menenangkan Zack dengan mengusap bahu Zack seraya berkata
"Semua menyayangimu Zack"
Ucap Laura coba membangkitkan kembali semangat Zack,
"Terimakasih laura"
Jawab Zack,
Belum sempat Bu Marissa menjelaskan semua masa lalu Mrs Helena dengan Mr Antonio,tiba-tiba saja ponsel Zack berdering,nomor tidak dikenal menghubunginya,
Laura pun menyuruh Zack untuk menerima panggilannya,
"Angkat saja Zack,mungkin itu panggilan penting untuk kamu"
Ucap Laura,
Zack pun menerima panggilannya,
"Zack,,hello nak,ini Mada sayang"
Ucap Mada diseberang telpon,
Zack begitu terkejut ternyata seseorang yang menghubunginya memanglah orang penting baginya,
__ADS_1
"Hello Mada,ya Zack disini,are you oke"