
Makanan sudah siap,Markus yang keadaannya kotor penuh tepung pergi menuju kamar Zack untuk membersihkan diri,
"Segera kau habisi pria itu,jangan sampai pria itu lolos dan memberitahu semuanya"
Terdengar suara Mr Antonio sedang bicara di telpon,Markus begitu terkejut,dengan perintah Mr Antonio kepada seseorang di sebrang Telpon,
Markus coba tenang dan pura-pura tidak mendengar semua yang di ucapakan Mr Antonio,
Diapun masuk ke kamar Zack,
"Sebenarnya ada apa ini,kenapa aku melihat ada yang aneh disini?apa aku harus bicarakan ini dengan Zack"
Pikir Markus saat di kamar Zack,
Setelah selesai membersihkan diri,Markus pun kembali turun untuk makan malam,
Mr Antonio sudah bersiap di meja makan,begitupun dengan Zack dan Mada,
"Ayo nak,cepatlah kami semua sudah menunggumu"
Mada memanggil Markus agar segera duduk di kursinya,
Markus coba melupakan semua yang dia dengar tadi,Mr antonio pun bersikap hangat padanya dengan senyum dan beberapa pertanyaan tentang dirinya,
"Oh ya Markus,salam buat paman kamu disana nanti ya,jika nanti kamu sudah disana,Jangan lupa beri kabar kesini,sering-sering lah nanti kamu kesini main"
Mr Antonio berbicara hangat pada Markus,
Tapi Markus merasa ada yang aneh dengan Mr Antonio,tapi dia tidak menampakan kecurigaannya,
"Baik paman,nanti biar saya sampaikan"
Makan malam pun selesai,Markus kembali menuju kamar Zack,
Sementara Zack masih asik bicara dengan Mr antonio,
Zack membicarakan tentang bisnis emas ayahnya,
Zack berencana akan meneruskan bisnis ayahnya di Jakarta,tanpa sepengetahuan Mr Antonio,
Tapi Zack belum berani bicara,karena Mr Antonio pasti tidak akan mengijinkan,
"Akan aku cari cara agar aku bisa kembali ke Jakarta nanti"
Pikir Zack,
Mr Antonio memberitahu kolega dan beberapa Pesaing bisnisnya yang selalu mencoba membuat dia rugi,untuk Zack awasi,
Zack pun mulai paham dengan semua strategi bisnis ayahnya,namun Zack samasekali tidak mencurigai bahwa ayahnya adalah mafia besar pengedar barang haram,
Dia sangat mempercayai Mr Antonio,adalah ayah yang baik dan pemimpin yang baik untuk semua pegawainya,
....
Zack pun menyusul Markus ke kamar,
Zack melihat Markus sudah tertidur pulas di tempat tidur,
"Kau samasekali tidak berubah Markus,"
Zack menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat kebiasaan sahabatnya yang mudah terlelap kalau sudah kenyang,
Zack masih pada pikirannya untuk bisa ke Jakarta,dia akan mencari cara bagaimana pun juga agar niat nya bisa tercapai,
Zack duduk di kursi luar kamarnya,dia melihat satu bintang di langit,
"Kania adikku,kau kah itu?tunggulah kakakmu,akan ku cari keadilan untukmu"
Gumam Zack sambil menatap bintang kecil di atas langit,
__ADS_1
"Ibu ayah,Zack janji kepada kalian,Zack akan ungkap semuanya untuk ibu dan ayah,"
Janji Zack pada bintang kecil itu,
Tanpa terasa air mata Zack pun menetes,namun dia segera menyeka nya,
Zack kembali ke dalam kamar untuk istirahat,dia pun merebahkan tubuhnya di samping Markus,
Zack melihat kalung kotak kecil yang di pakai Markus terbuka,ada dua fhto di kalung itu namun tak nampak jelas karena mungkin itu fhto lama,jadi terlihat buram,
Zack tak menghiraukan itu,diapun coba menutup kotak kecil di kalung sahabatnya itu,stelah berhasil diapun kembali tidur,
.....
Keesokan paginya,
Markus sudah bangun di dini hari,karena sudah terbiasa di pelatihan militernya,dia coba membangunkan Zack untuk menemaninya sekedar pemanasan,
Zack pun terbangun dan menemani Markus pemanasan,
Ternyata Mada pun sudah terbangun,dia sedang menata pohon bunga kecil kesayangannya,
"Mada kau sedang apa"
Markus coba bertanya pada Mada,
"Mada sedang membersihkan tanaman ini nak"
Entah apa yang sedang terjadi pada Mada,dia seakan memdapat aliran tenaga baru untuk menata hidupnya kembali setelah bertemu dengan Markus,
Zack pun merasa heran dengan tingkah Mada,
Karena tidak biasanya dia merapikan tanaman bunganya itu,
Setahu Zack pohon bunga itu peninggalan suaminya 20 thn lalu,
Bunga itu sudah benih sangat banyak,tapi sebelumnya Mada tidak pernah mau mengurusnya,
"Kemari lah nak,"
Mada memanggil Zack dan Markus,
"Zack entah kenapa setelah melihat Markus,Mada merasa hidup,Mada merasa Markus telah memberi energi Mada untuk hidup kembali"
Zack tersenyum melihat Mada begitu bahagia,dan membawa energi positif dengan kedatangan Markus,
"Tidak sia-sia juga kamu aku bawa kesini ya"
Zack menepuk bahu Markus sebagai ucapan terimakasih karena telah membuat semangat hidup Mada kembali,
Markus memeluk Mada,tidak bisa di pungkiri,Markus juga merasakan hal yang sama dengan Mada,
Markus merasakan damai berada di pelukan Mada,yang sudah mulai renta itu,
Dia merasa ada ikatan batin dengannya,meskipun itu tidak mungkin,
"Apa kamu akan kembali hari ini ke Belanda nak?"
"Ya Mada,"
"Salam buat keluarga kamu disana,jangan lupa kamu harus hubungi Mada setelah kamu sampai disana"
Markus pun melepaskan pelukannya,
Saat itu pula kalung kotak kecil yang di kenakan Markus terbuka karena tersangkut benang syal Mada,
Hati Mada sangat terkejut melihat isi fhto di kotak kecil kalung Markus,
Bagaikan tersambar petir Mada menyadari kalau fhto yang ada di kalung Markus adalah fhto dirinya dan suaminya saat muda,
__ADS_1
Mada coba menahan air matanya di hadapan Markus,
Dengan tenang dia coba menanyakan fhto siapa yang ada di kalung markus,
"Nak foto siapakah yang ada di kalung mu?"
"Ini foto ibu dan ayahku Mada,mereka sudah tiada saat aku masih bayi,itu sebabnya aku menyimpan foto mereka di kalung ini,agar aku merasa selalu dekat dengannya,meskipun memang foto nya tidak terlalu jelas"
Markus tersenyum simpel menjelaskan foto siapa yang ada di kalungnya,
Zack menyadari ada yang aneh dengan Mada,Zack sangat mengetahui setiap arti dari langkah dan ucapan Mada,
Saat Zack menyadari ada rona kesedihan di mata Mada,dia mulai mengalihkan pembicaraan markus dan Mada ke hal yang lain,
"Markus,ini sudah mulai terang,kamu mandi terlebih dahulu aku menyusul"
Perintah Zack pada Markus,dia pun menuruti nya.
Akhirnya Markus berlalu menuju kamar Zack dan meninggalkan Mada dan Zack di teras luar,
Saat Markus berlalu.
"Mada ..kau baik-baik saja"
Zack memeluk Mada coba menenangkan Mada yang terlihat seperti terkejut dan sedih,
"Zack"
Mada menangis di pelukan Zack,
"Zack ternyata dia masih hidup Zack"
Zack tidak mengerti dengan apa yang Mada maksud.
"Apa maksud Mada"
Ucapan Mada terhenti saat Mr Antonio datang menghampiri Mada dan Zack,
Mada terdiam tak bicara,dia menyeka air matanya ketika Mr Antonio datang,
"Kalian sedang apa Zack"
Pertanyaan Mr Antonio membuat kesedihan berubah menjadi biasanya,wajah Mada kembali keluh seakan tak bergairah,wajahnya datar mengikuti alur kehidupan ,
Wajahnya tak seindah dan bersemangat saat bersama Markus tadi,
"Kami sedang menikmati udara pagi ayah"
Zack pun berbincang dengan Mr Antonio ,sementara Mada kembali ke dalam dengan wajah yang sedih,
Mr Antonio merasa curiga dengan apa yang terjadi pada kakaknya,
Dia merasa ada yang mada sembunyikan dari dirinya,
....
Matahari sudah memancarkan sinarnya di pagi hari,seluruh penjaga dan pembantu di rumah Mr Antonio memulai rutinitas seperti hari-hari biasanya,
Zack dan Alex saling menyapa dan bicara melepas kerinduan setelah sekian lama tidak berjumpa dan bertukar cerita,
Seperti cerita sebelumnya, Alex sudah seperti kakaknya sendiri bagi Zack,jadi dia tidak sungkan bicara apapun kepada alex,
"Oh ya Lex,apa akhir-akhir ini kesehatan Mada baik?"
"Setahuku Mada terlihat sehat Zack,memangnya ada apa?"
"Tidak,aku hanya bertanya saja"
Zack memang selalu berbagi setiap cerita pada Alex,karena Zack percaya pada dirinya,tapi untuk urusan Mada,biarlah Zack sendiri yang mencari tahu ada apa dengan Mada nya akhir-akhir ini,
__ADS_1
..
bersambung...