
Andi merasa iba melihat ayahnya terkapar tak berdaya di hadapannya,dia memegang erat tangan Laura karena tak kuat melihat ayahnya,seraya memandang Laura Andi ingin Laura melepaskan dan mengampuni ayahnya,
Laura pun menyuruh Andra dan anak buahnya yang lain untuk melepaskan pak Roni,
Kini dia pun duduk di kursinya,
Dengan tangan masih di ikat pada sisi kursi,Laura coba kembali bertanya dengan halus pada pak Roni,agar dia bicara yang sebenarnya,kenapa dia sampai membuang andi anak kandungnya sendiri,dan siapa yang ingin mencelakai andi,
Sebagai polisi yang selalu berhasil mengungkap segala permasalahan,tentunya Laura melihat wajah pak Roni yang penuh dengan rahasia,Nampak sekali wajah pak Roni yang sedang menyembunyikan kebenaran pada Laura,
Dia pun menyuruh semua anak buahnya untuk meninggalkan Laura bersama Andi dan pak Roni di ruang tahanan,
Dengan sigap merekapun menuruti perintah laura,
Kini,mereka tinggal bertiga di ruang jeruji itu,pak Roni pun mulai terlihat tenang,
"Aku mohon,jaga Andi,jangan sampai mereka tahu kalau Andi adalah anak saya dan dia masih hidup,jika sampai mereka tahu Andi masih hidup,maka mereka akan melenyapkan aku dan Andi,juga ibunya Andi"
Ucap pak Roni seakan memohon kepada Laura,
"Dari siapa yang bapak maksud?,bisakah kau bicara dengan jelas padaku,aku disini untuk keamanan kalian,bapak tenang,Andi aman bersama saya,tapi bapak harus bicara sejelas-jelasnya pada saya,apa sebenarnya yang terjadi pada kalian"
Tanya Laura dengan menenangkan pak Roni
"Kau tidak akan mampu melawannya,mereka sangat kejam dan berkuasa,mereka tidak akan segan melenyapkan siapa saja yang menurut mereka mengganggunya,kekuasaannya sangat tinggi,sehingga saat aku dan istriku tahu sebuah rahasia besar yang menyangkut mereka,dengan kejam mereka berusaha melenyapkan aku dan keluargaku,saat kami berhasil lari dari kejaran mereka,terjadilah kecelakaan yang menyebabkan ginjal Andi rusak dan harus operasi saat itu juga,istriku mendonorkan ginjalnya untuk Andi,karena hanya ginjalnya yang cocok untuk andi,istriku sempat sadar dan menyuruhku agar Andi di titipkan di panti asuhan Bu marissa,karena menurutnya itu adalah tempat teraman bagi Andi,namun setelah itu istriku koma sampai saat ini,maafkan ayah nak,ayah tidak bermaksud membuang mu"
__ADS_1
Pak Roni tak kuasa menahan air matanya,
"Ayah"
Andi kecil pun juga tak kuasa ingin menyeka air mata ayahnya yang tumpah,dia berlari pada ayahnya dan memeluk ayahnya yang masih terikat,
Flashback ingatan Laura pun tertuju pada saat dia di rumah sakit membuntuti pak Roni dan bertanya pada suster tentang wanita yang di temui pak roni terbaring koma,ternyata itu adalah ibu nya Andi,istri pak Roni,
Andi pun kembali pada dekapan Laura,
Saat Laura hendak mempertegas pertanyaannya perihal siapa yang telah mengancam keselamatan keluarga pak Roni,tiba-tiba saja kepala kepolisian letnan kolonel William pun datang ke ruang dimana Laura sedang menginterogasi pak Roni,
Seketika pak Roni pun mendadak ketakutan dan diam menundukkan kepalanya,
Dia memanggil Laura untuk menghadap ke ruangannya,
Untunglah pak Roni bicara sebagian kebenarannya pada Laura saat itu,dan ternyata ajudan letkol William datang untuk mengawasi pak Roni di dalam jeruji,salah satu diantara merekapun masuk ke dalam dan bicara pada pak Roni,
"Jika kau masih ingin hidup,tutup mulutmu,kalau tidak kami akan memotong lidahmu agar kau tidak mampu berucap lagi"
Ucap sang ajudan mengancam pak Roni yang masih terikat,
Pak Roni tak kuasa menjawab karena di bawah tekanan,
Pak Roni sedikit merasa bersyukur karena mereka datang setelah dirinya bicara pada Laura tentang istrinya,
__ADS_1
Ya pak Roni adalah saudara ipar pak Wiranto ketua polisi yang menangani kasus kematian keluarga Zack,dia dan istrinya yang bernama Sekar mengetahui rahasia kematian istri dan anak pak Wiranto yang tertabrak kereta,kematian mereka semata-mata bukan karena bunuh diri,melainkan konspirasi yang di lakukan pak William untuk menjatuhkan pak Wiranto agar lengser dari kedudukannya sebagai ketua polisi yang di teladani banyak pihak,
Saat itu pak Roni,Bu Sekar serta Andi yang masih berusia 5 tahun datang untuk melayat kakaknya Bu Tyas,istri pak Wiranto, mereka menginap di rumahnya untuk menghibur dan menemani anak semata wayangnya Katrina,dia nampak sedih akan kehilangan ibu yang dia sayangi secara tiba-tiba,terlebih dalam keadaan bunuh diri, mereka semua tidak percaya Bu Tyas bisa melakukan hal senekat itu, karena Bu Tyas tipe wanita yang bersahaja dan dekat dengan semua orang,terlebih pada suaminya,mereka di kenal sangat harmonis dan saling menyayangi,namun memang di akhir-akhir ini,pasca pak Wiranto menangani kasus Mr Agatha, pak Wiranto di isukan sedang dekat dengan wanita lain,itulah yang menyebabkan pak Wiranto di curigai sebagai menyebab Bu Tyas bunuh diri,
Katrina sangat terpuruk saat itu,terlebih ayahnya pun kini di curigai sebagai tersangka,Katrina semakin sedih,Bu Sekar pak Roni dan Andi yang selalu menemani dan menghiburnya,
Namun pada malam ke 5 setelah kematian Bu Tyas,semua kesedihan Katrina berubah seketika menjadi sebuah ketakutan yang mengancam jiwanya,
Saat itu Katrina pergi ke dapur untuk mengambil air minum,dia tak sengaja mendengar percakapan seorang pembantunya yang mengatakan bahwa semua urusan sudah beres,
"Semua beres pak,kini pak Wiranto sudah di tangkap dan di mintai keterangan,dan kemungkinan besar dia akan segera di lengserkan dari jabatannya karena kasus kematian istrinya yang di duga bunuh diri karena dirinya,padahal kita yang telah melenyapkan Tyas,karena dia tidak mau tutup mulut dan menghentikan suaminya agar mundur dari kasus Mr Agatha, dan aku sendiri yang telah mengirim pesan dari ponsel Bu Tyas pada pak Wiranto yang menyatakan bahwa bu Tyas ingin mengakhiri hidupnya karena sakit hati oleh pak Wiranto "
Betapa terkejut Katrina saat mendengar semua pembicaraan Bu Amanda,seorang asisten rumah tangga yang baru bekerja di rumahnya,
Katrina pura-pura tidak mendengar semua yang telah dia dengar,dia berjalan mundur dengan pelan,
Namun sayang,bayangan Katrina terlihat oleh Bu Amanda,sehingga dia langsung menutup telponnya,
Katrina langsung menuju kamar Bu Sekar dan pak Roni,dia menceritakan semua yang dia dengar pada mereka,pak Roni dan Bu Sekar pun sangat terkejut dengan semua cerita Katrina, tangan Katrina gemetar,tubuh nya berkeringat,
Seakan tersambar petir Bu Sekar dan pak Roni pun tak kuasa berbuat apa-apa,mereka merasa saat ini nyawa merekapun sedang dalam bahaya,terlebih kalau Amanda tahu kalau mereka sudah mengetahui segalanya,
Dan ternyata memang benar, Amanda menyelinap dan menguping pembicaraan Katrina pada pak Roni dan Bu Sekar, dia pun merasa kesal dan ingin segera menghabisi mereka saat itu juga,namun dia masih bisa menahan diri,dia pun melaporkan semuanya pada pak William,otak di balik pembunuhan bu Tyas,
Katrina tak sanggup Tidur sendiri,dia merasa sangat takut,dan akhirnya Bu Sekar pun menemani tidurnya,
__ADS_1
Jangan tegang ya ☺️
simak terus ceritanya oke 🙏🏻❤️❤️