Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Langkah pertama pak Adrian


__ADS_3

Keesokan harinya pak Adrian mulai mengumpulkan data informasi tentang kasus Mr Agatha dan Mrs Helena,dia coba mencaritahu siapa saja yang menjadi korban dalam perampokan dan pembunuhan itu,


Pak Adrian mendapatkan informasi bahwa rumah Mr Agatha di huni oleh Mr Agatha,Mrs Helena,Zack dan bayinya yang masih berumur sekitar satu bulan,juga ada 3 Asisten rumah tangga,dan 2 tukang kebun,


Namun menurut data yang di dapat,semua penghuni menjadi korban,namun yang membuat pak Adrian janggal akan kebenarannya,


Di data tertulis bahwa yang menjadi korban pembunuhan yakni,Mr Agatha dan Mrs Helena,


Bu Sekar dan Bu Imah asisten rumah tangga,serta pak Arman tukang kebunnya,


"Informasi apa ini,kenapa data dan informasi tidak sama,bukankah dalam data penghuni rumah ini berjumlah 9 orang,tapi kenapa korban meninggal yang tertulis di data hanya 5 orang,ada apa ini?"


Pikir pak Adrian mencari tahu,


Pak Adrian pun coba mencaritahu tentang Mr Agatha,


pak Adrian menemukan foto-foto tentang Mr Agatha dan rekan-rekan kerjanya,


Terlihat Mr Agatha bersama dua rekannya yang bernama Mr Gabriel dan Mr Yaang berdiri bersama dengan senyum yang tulus dari ketiganya,


Kemudian pak adrian pun juga melihat foto keluarga Mr Agatha bersama istri dan kedua anaknya,


Di foto Mr Agatha sedang berdiri bersama anak laki-laki kecilnya,sementara Mrs Helena duduk di kursi sambil menggendong bayi yang baru dilahirkannya,


Pak Adrian terus mengamati foto keluarga Mr Agatha,dia meneliti setiap bagian foto itu,


Pak Adrian mengingat ucapan pak Mamat satpam kompleknya yang mengatakan anak laki-laki Mr Agatha hilang saat perampokan itu terjadi,


Pak Adrian mengamati foto anak kecil laki-laki itu,


Anak laki-laki itu tinggi dan berisi,lucu dan terlihat sangat baik,dan akhirnya pak Adrian pun menemukan tanda yang aneh di tangan anak kecil itu,


Pak Adrian melihat ada tanda lahir hitam di lengan atas kanan nya,


Pak Adrian memberi tanda dengan melingkari foto anak laki-laki Mr Agatha yang di katakan hilang dengan bolpoin nya,


"Jika pada saat anak kecil ini hilang dia berusia 4 atau 5 tahun,mungkin jika masih hidup anak ini sekarang berusia 25 tahunan,hampir seusia dengan Markus"


Pikir pak Adrian,


...


"Kau sedang apa ayah?"


Tanya Markus masuk ke ruang kerja pak Adrian,


Pak Adrian pun menjelaskan pada Markus bahwa dirinya sedang menyelidiki kasus kematian si pemilik rumah yang di tempatnya sekarang,


"Ayah heran,kenapa kasus ini bisa di tutup begitu saja,dan di biarkan menggantung tanpa jawaban yang pasti,padahal jika kita terus menyelidiki dengan baik,sepertinya kasus ini bisa di tangani"

__ADS_1


Ucap pak Adrian sambil memainkan bolpoin nya,


"Mungkin karena sudah tidak ada pihak keluarga yang bisa di hubungi ayah,jadi mereka menutup begitu saja kasus nya,semua jadi korban kan?"


Timpal Markus asal ceplos seenaknya,


"Kau ini,itu bukan prinsip kepolisian,bagaimanapun juga keadilan harus di tegakkan seadil-adilnya,meskipun mereka sudah tidak ada"


Pak Adrian pun kembali membuka koran lama yang sudah dia kumpulkan,dia terus mencari dan menelaah setiap lembarnya guna mencari petunjuk,


Markus yang saat itu sedang teringat akan Laura,menanyakan tugasnya kembali pada pak Adrian,


"Oh ya ayah,kapan aku bisa bertugas lagu dengan Laura?"


Tanya Markus


"Memangnya kamu sudah sembuh betul,"


Jawab pak Adrian singkat,karena masih sedang membuka lembaran koran lamanya,


Markus pun tersenyum coba menggoda ayahnya agar dirinya bisa secepatnya di tugaskan lagi satu tim bersama Laura,


Dan Markus pun meyakinkan ayahnya bahwa dirinya kini sudah lebih baik dari sebelumnya,tangannya pun sudah mulai bisa di gerakkan meski masih sedikit lemah,


"Kau jangan terburu-buru nak,sembuhkan saja dulu luka di tanganmu,nanti jika kau sudah sembuh betul,kau bisa langsung bergabung dengan regu mu lagi"


Pak Adrian pun menerima panggilan yang masuk di ponselnya,dia pun keluar dari ruang kerjanya,


Kemudian Markus pun coba melihat-lihat isi koran yang ayahnya sedang teliti,


Namun karena kecerobohannya,gelas kopi yang di simpan pak Adrian di atas meja tumpah tersenggol tangan Markus yang masih lemah,


"Auh.."


Markus pun panik dan coba membersihkan sisa air kopi yang mengenai lembaran koran pak Adrian,


"Aduh bagaimana ini?"


Air kopi itu mengenai lembar koran terakhir yang belum sempat pak Adrian lihat,


Lembar koran yang berisikan foto Mr Antonio yang menyamar sebagai tukang kebun di kediaman Mr Agatha,


...


Di tempat lain Zack kini sudah pindah ke kosan yang di pilih oleh Laura untuknya,


Meski hanya satu kamar,namun itu cukup untuk dirinya,yang terpenting bagi Zack,dia bisa menyelesaikan misinya secepat mungkin,dan mencari keberadaan Markus untuk membuat Mada bahagia,


Ponsel Zack berdering,ada panggilan masuk dari nomor yang tidak dia kenal,

__ADS_1


Zack pun penasaran dan menerima panggilannya,


Saat Zack menjawab ternyata itu dari pak Anwar,sipir yang sempat menemui dan mengajaknya.bicara tempo hari lalu,


"Halo,ini aku pak Anwar,sipir yang menemui mu 3 hari yang lalu,sekarang bisakah kamu menemui ku di cafe bintang"


Ajak pak Anwar pada Zack,


Tentunya Zack tidak ingin melewatkan kesempatan ini,dia pun setuju dan akan menemui pak Anwar pukul 4 sore,berharap Zack bisa mendapatkan petunjuk atas misteri hidupnya itu,


Zack pun bersiap,


Tak lupa Zack memakai jaket levis dan kacamata yang sudah dia pasang kamera kecil di sela batang nya,untuk merekam setiap kejadian guna mendapat petunjuk,


Zack pun bergegas dan berangkat menemui pak Anwar di cafe bintang,


Zack menunggu di kursi yang sudah dipesankan pak Anwar untuknya,


Kemudian muncul sosok pria tua memakai kemeja sederhana di belakang Zack dan duduk di samping kursi Zack,


Zack sedikit terkejut dengan kedatangan pak Anwar yang tiba-tiba,


"Kau sudah pesan minum anak muda" tanya pak Anwar membuka percakapan,


Tentunya Zack belum sempat pesan,karena dia tidak mengetahui apa yang biasanya pak Anwar minum,


Pak Anwar pun memanggil pelayan dan memesan dua lemon tes hangat,karena cuaca sore saat itu memang sedang dingin,


"Kau suka dengan lemon tea hangat kan?" Tanya pak Anwar lagi pada Zack,


Zack pun menganggukkan kepalanya,meskipun Zack tidak terlalu suka dengan lemon tea,


Pesanan pun datang pak Anwar pun mulai bertanya pada Zack,


Pak Anwar menanyakan identitas Zack dan motifnya ingin menemui pak Wiranto,


Zack pun menjawab dengan tenang selayaknya mahasiswa yang sedang menjalani tugas skripsinya,


Pak Anwar yang tak terlihat mencurigai Zack akhirnya memberi sebuah kertas berisikan alamat pak Wiranto,


"Terakhir kali aku menemui pak Wiranto di alamat rumah ini,tapi aku pun tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang,aku berharap dia baik-baik saja"


Ucap pak Anwar terlihat sedih teringat pak Wiranto,


"Memangnya apa yang terjadi dengan beliau,kenapa pak Anwar tidak menemuinya lagi"


***


like komen vote nya sahabat...mana nih hadiahnya πŸ₯°πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2