
Dira menangis memikirkan kondisi sang mertua yg saat ini sedang kritis..
"Bunda Dira mohon Bunda harus bertahan ya, apa yang Bunda inginkan telah aku lakukan. Dira mohon Bunda, Bunda harus kuat." ucap Dira sembari menangis...
Ferdi mencoba menenangkan Dira yang nampak sangat cemas, Ferdi bisa melihat dari sorot mata Dira bahwa Dura sangat tulus mencintai dan menyayangi keluarganya..
"Kamu yang tenang Dir,Mas yakin Bunda akan baik baik saja.." ucap Ferdi sembari memeluk Dira..
Dira juga menangis dalam pelukan Ferdi.
"Iya Mas, tapi aku benar benar takut.. "ucap Dira di sela sela isak tangisnya.
"Iya Dir Mas paham, sudah ya kamu harus doain Bunda kamu gak boleh berfikir yang macam macam." ucap Ferdi dengan lembut.
Ketika sedang berpelukan sang Dokter keluar dari ruang ICU setelah memeriksa keadaan Nyonya Atmaja..
"Dengan keluarga Ibu Iriana?" tanya sang Dokter yang baru saja menangani Nyonya Atmaja..
Ferdi dan juga Dira langsung mendekat kearah sang Dokter..
"Iya Dok saya anaknya, bagaimana dengan keadaan Bunda saya?" tanya Ferdi cemas.
Dokter Wisnu pun tersenyum...
"Alhamdulillah keadaan Ibu Iriana sudah membaik dan beliau juga telah melewati masa kritisnya. Jadi beliau sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat."ucap sang Dokter memberikan informasi..
Wajah Ferdi dan juga Dira berubah menjadi bahagia..
"Alhamdulillah, Mas Bunda Mas.."ucap Dira bahagia..
"Iya Sayang kamu lihat Bunda tidak akan apa apa kamu harus selalu doain Bunda ya." ucap Ferdi sembari kembali memeluk Dira..
Dira merasa malu selalu di peluk oleh Ferdi..
"Iya Mas alhamdulillah.." ucap Dira tersipu malu..
__ADS_1
Dari kejauhan ada sepasang mata yang semenjak tadi menatap kearah Dira dan Ferdi, dia adalah Manda, Manda merasa sangat kesal melihat kedekatan Ferdi dan Dira..
Manda pun nampak emosi melihat suaminya memeluk istri sirinya.
"Kamu lihat saja Ferdi,aku akan bilang sama Ayah bahwa kamu telah mengkhianatiku dan aku akan pastikan bahwa kamu dan keluargamu akan menyesal." ucap Manda sembari tersenyum...
💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫
Dua hari Dira menunggu sang Mertua di rumah sakit bahkan Dira tak mau jauh dari Nyonya Atmaja..
Samar samar mata Nyonya Atmaja pun terbuka dan Nyonya Atmaja kaget melihat Dira berada di sampingnya.
Nyonya Atmaja tersenyum kearah Dira..
"Sayang kenapa kamu disini? Harusnya kamu pulang nak, mana suami kamu?" tanya Nyonya Atmaja sembari menyentuh pipi Dira..
Dira sangat senang karena sang Mertua telah sadar kembali dan Dira pun menangis bahagia karena akhirnya sang Bunda bisa kembali membuka mata..
Dira langsung memeluk wanita yang tengah berbaring di hadapannya..
Nyonya Atmaja merasa terharu mendapatkan perhatian dari Dira, wanita yang kini telah menyandang sebagai istri Ferdi walaupun pernikahan mereka masih belum sah secara hukum..
"Maafkan Bunda jika Bunda membuatmu khawatir Sayang, Bunda janji Bunda gak akan kayak gini lagi, terima kasih ya sayang karena kamu Bunda akan selalu baik baik saja.." ucap Nyonya Atmaja sembari tersenyum..
Dira sangat bahagia dan juga bersyukur atas apa anugrah yang kini di terimanya..
Ketika sedang berbincang dengan sang Mertua tiba tiba suara ketukan pintu pun terdengar..
Tok...tok...tok.
Suara ketukan pintu pun terdengar..
"Iya masuk.." ucap Dira dengan lembut..
Ferdi pun membuka pintu ruangan sang Bunda dan merasa sangat bahagia melihat sang Bunda telah terbangun dari koma'nya..
__ADS_1
"Bunda... Alhamdulillah Bunda telah sadar.." ucap Ferdi sembari berlari memeluk sang Bunda..
Nyonya Atmaja pun tersenyum melihat sang putra yang ternyata baru saja pulang dari kantor..
"Sayang,,kamu ini apa apaan si? Bunda kan gak apa apa kamu kenapa harus nangis. Oh iya kamu ini keterlaluan ya Dira sekarang kan istri kamu juga kenapa kamu membiarkan Dira menunggu Bunda disini."ucap Nyonya Atmaja sembari memukul pelan bahu Ferdi..
Ferdi pun tersenyum kearah Dira, Ferdi lupa bahwa Dirinya dan Dira belum sempat berduaan setelah mereka menikah..
Ferdi menatap Dira dengan tatapan yang penuh dengan cinta Dira sendiri merasa malu ketika tatapan mereka bertemu..
Ferdi pun mendekat kearah Dira..
"Dira sendiri tang mau Bunda, katanya Dira ingin menjaga Bunda disini. Ya sudah akhirnya Ferdi izinin toh dia juga menjaga Bunda dengan sangat baik bukan." ucap Ferdi sembari memegang tangan Dira..
Dira kamu sudah makan?" tanya Ferdi kemudian..
Dira menggeleng mengisyaratkan bahwa dirinya belum makan..
"Kenapa kamu gak bilang sama Mas kalau kamu bilang kan tadi aku belikan kamu makanan. Kenapa kamu gak telfon Mas coba.."ucap Ferdi sedikit kesal..
Dira pun tersenyum dan merasa lucu..
"Bagaimana aku akan menghubungi mu Mas sedangkan aku aja tak memiliki kontak kamu." ucap Dira dalam hati..
Ferdi yang melihat Dira sedang bengong pun menyenggol lengannya..
"Kanapa kamu bengong dan gak jawab pertanyaan Mas?" tanya Ferdi kemudian...
Dira masih saja tersenyum kini senyumnya seoalh menggoda Ferdi...
"Mas bagaimana aku bisa menghubungi mu sementara aku tidak memiliki kontak kamu Mas?" jawab Dira dengan polos..
Sontak ucapan Dira membuat Ferdi dan Nyonya Atmaja tertawa...
"Mana ponsel kamu? Bagimana bisa kamu tidak memiliki nomer suami kamu sendiri kamu ini kadang kadang lucu." ucap Ferdi sembari memasukan nomer ponselnya di ponsel Dira..
__ADS_1
Dira pun merasa malu dan hanya bisa menahan tawanya sembari memikirkan kekonyolannya sendiri..