Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 53


__ADS_3

Ayah Atmaja pun semakin tersulut emosi saat melihat orang tua dari seorang pembunuh datang mengunjunginya setelah hampir satu tahun semenjak kepergian Ferdi..


Dira yang melihat Ayah Atmaja nampak emosi pun langsung mencoba menenangkan Ayah Atmaja..


"Ayah tenang, Ayah gak boleh emosi..


Dengerin Dira, niat baik Om Susilo untuk datang kesini, Ayah harus tahu sekarang ini Mbak Manda telah berubah sudah tak seperti dulu lagi. Ayah harus tenang ya Ayah istigfar."ucap Dira sembari menenangkan Ayah Atmaja..


Ayah Atmaja justru semakin emosi setelah mendengar ucapan Dira..


"Mereka sudah mencuci otak kamu Dira sehingga kamu di perdaya oleh mereka kamu jangan pernah lupa bahwa Manda yang telah melenyapkan nyawa Ferdi, Ayah harap kamu jangan pernah melupakan itu "ucap Ayah Atmaja sembari pergi meninggalkan Dira dan On Susilo..


Dira pun merasa tak enak hati kepada Pak Susilo.


"Om maafkan sikap Ayah mungkin Ayah masih belum bisa menerima ini semuanya. Om,, Dira mohon Om jangan ambil hati ucapan Ayah tadi."ucap Dira sembari memohon..


Pak Susilo pun tersenyum, Pak Susilo pun memahami tentang kondisi Ayah Atmaja yang masih belum bisa melupakan akan kematian Ferdi..

__ADS_1


"Gak apa apa Dira, seandainya Om ada di posisi Pak Atmaja mungkin saya juga akan melakukan hal yang sama."ucap Pak Susilo sembari tersenyum..


Dalam hati Pak Susilo beliau merasa sedih karena tenyata belum ada maaf di hati keluarga Atmaja untuk dirinya dan juga sang putri Amanda..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah Pak Susilo pulang, Dira pun menemui sang Bunda yang sedang berada di dapur..


"Bunda.. Maafkan Dira karena telah membuat Ayah dan Bunda marah, bukan maksud Dira untuk melakukan ini tapi Dira bisa melihat banyak perubahan dalam diri Mbak Manda..


Bunda Atmaja menatap kearah Dira kemudian tersenyum..


Dira pun memeluk Bunda Atmaja dan kemudian menangis..


"Dira juga sangat berat Bunda kehilangan Mas Ferdi lelaki baik yang telah menjadi suamiku, tapi aku tahu bahwa semua penyesalan itu hanya akan membawa kita semakin larut dalam kesedihan. Maka itu Dira berusaha untuk memaafkan mereka apa Dira salah Bunda?"tanya Dira sembari menitikan airmata..


Bunda Atmaja pun samakin merasa sedih setelah mendengar ucapan Dira, biar bagaimanapun ucapan Dira ada benarnya jika mereka saja tidak bisa memaafkan bagaimana kelak kehidupan mereka..

__ADS_1


Dira pun menghapus airmatanya karena Dira tak ingin melihat Bunda Atmaja merasa bersedih..


"Besok saja kamu menemui Ayah ya, biarkan nanti Bunda yang akan bicara sama Ayah. Sebaiknya kamu beristirahat kamu pasti lelah setelah seharian bekerja."ucap Bunda Atmaja sembari mengelus bahu Dira..


Dira pun pergi menuju kamarnya dan Dira menangis sejadi jadinya. Dira kembali teringat kenangan bersama Ferdi suaminya.


Dira menangis dan terus menangis hingga suara ponselnya membuatnya berhenti menangis..


Sebuah panggilan masuk disana tertera nama "Rangga" yang memanggil..


Dira pun menghapus airmatanya dan kemudian mengangkat telfon dari Rangga karena takut ada hal yang penting..


"Assalamualaikum Mas Rangga ada apa?"tanya Dira dengan suara yang serak karena habis menangis..


Rangga pun kaget setelah mendengar suara Dira yang sepertinya habis menangis..


"Dira kamu kenapa? Apa kamu baik baik saja, apa kamu sedang ada masalah?" tanya Rangga dengan sedikit panik..

__ADS_1


Dira pun menjelasakan bahwa semuanya baik baik saja,dan akhirnya Rangga berhasil membuat Dira tertawa dan melupakan kembali kesedihannya...


__ADS_2