Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 55


__ADS_3

Rangga baru sampai di kedimannya sekitar pukul 00.15wib, Rangga pulang dengan badan lelah dan letih. Tapi batin Rangga bahagia karena bisa berbincang dengan Dira wanita yang sangat sepesial untuk hidupnya...


Di lain tempat Dira masih belum bisa terlelap hingga pukul 00.30wib entah kenapa ada rasa khawatir yang menyelimuti hatinya menginggat akan Rangga yang masih di jalanan hingga tengah malam.


Dira pun berinisiatif untuk mengirimkan sebuah pesan singkat untuk membuat hatinya sendiri merasa tenang..


"Assalamualaikum Mas kamu sudah sampai belum?"tulis pesan dari Dira yang di tunjukan kepada Rangga..


Rangga yang baru selesai bersih bersih pun melihat ponselnya dan sangat senang sekaligus bahagia karena mendapatkan pesan dari Dira..


Rangga pun langsung menelfon Dira..


"Assalamualaikum Mas,kamu sudah sampai belum?"tanya Dira di ujung telfonnya..


Rangga pun tersenyum..


"Waalaikumsalam,sudah Dir ini Mas baru saja mandi. Loh kamu kok belum tidur si kan tadi udah di suruh tidur?"ucap Rangga dengan lembut..


Dira pun tersenyum..


"Belum bisa Mas, ya sudah kalau Mas sudah sampai aku tidur duluan ya, Assalamualaikum.."ucap Dira sembari mematikan sambungan telfonnya..

__ADS_1


Rangga pun tersenyum setelah Dira memutuskan sambungan telfonnya, rasa lelah dan letih terasa hilanglah sudah setelah mendengar suara Dira..


Sementara Dira merasa bodoh dan juga malu karena mengirimkan pesan terlebih dahulu kepada Rangga..


"Kok aku bisa sebodoh itu si, kan malu harus kirim pesan dulu. Tapi sudahlah."ucap Dira sembari tersenyum terus terlelap di dalam mimpi indahnya..


Dalam mimpinya Dira bertemu dengan Ferdi, wajahnya terlihat pucat pasi. Dalam mimpinya Ferdi tersenyum melihat Dira bisa melanjutkan hidupnya dan Ferdi pun tak keberatan jika Dira melupakan dirinya..


Dira langsung terbangun dan langsung menangis. Dira juga langsung mengambil air wudhu lalu mengerjakan sholat malam sembari mendoakan almarhum suaminya Ferdi..


Dira tak pernah menyangka akan mimpi bertemu dengan sang suami, hatinya menjadi sedikit resah gelisah karena memikirkan tentang arti dari mimpinya itu..


Pada keesokan paginya di kediaman Rangga..


Ibu Istanti yang hendak menyiapkan sarapan pun kaget setelah melihat sang putra yang tiba tiba tengah menikmati kopi panas di meja makan..


"Pagi Sayang.." ucap Ibu Istanti menyapa Rangga..


Rangga yang sedang asik memainkan ponselnya pun tersentak dari lamuannya.


"Pagi juga Bunda.."ucap Rangga sembari menatap kearah Ibu Istanti..

__ADS_1


Ibu Istanti pun tersenyum dan kemudian duduk di depan sang putra..


"Ngga kok pagi pagi sekali kamu sudah minum kopi, emang kamu gak tidur semalam kamu pulang jam berapa?"tanya Ibu Istanti sembari membuatkan Rangga roti isi..


Rangga pun tersenyum..


"Rangga pulang larut Bund, Rangga sampai pukul 12 malam,dan sehabis sholat subuh Rangga gak bisa tidur lagi jadi Rangga minum kopi."ucap Rangga sembari tersenyum.


Ibu Istanti pun menggelengkan kepalanya..


"Kamu itu jangan terlalu sibuk sama perusahaan Ngga. Kanu juga butuh waktu buat diri kamu sendiri dan kamu juga harus banyak istirahat."ucap Ibu Istanti sembari memberikan roti isi keju yang dia buat untuk Rangga..


Rangga pun tersenyum..


"Terima kasih Bund, Iya Bunda jangan khawatir Rangga akan kurangi kok kegiatan Rangga dan Rangga juga harus fokus sama.."ucapan Rangga terhenti..


Ibu Istanti pun tersenyum.


"Sama Dira maksud kamu?Jika iya ya sudah Bunda akan usahakan untuk membuat Dira lebih dekat sama kamu. Lagi pula Bunda juga sudah sayang sama Dira walaupun baru beberapa kali bertemu."ucap Ibu Istanti sembari tersenyum.


Rangga pun bahagia lalu memeluk sang Bunda dengan hangat..

__ADS_1


"Thank Bunda, and love you so much.(Terima kasih bunda dan aku sangat menyayangi Bunda.)


__ADS_2