
Rangga mengajak Dira untuk sarapan bersama..
Sesampainya di cafe Rangga langsung menarikkan kursi untuk Dira dan Dira menerimanya dengan tersenyum..
"Terima kasih Mas.."ucap Dira sembari tersenyum..
Rangga pun tersenyum kemudian duduk di depan Dira..
"Kamu mau makan apa Dir?"tanya Rangga sembari melihat lihat menu yang berada di depannya..
Dira pun tersenyum..
"Mas saja deh yang pilih menunya aku ikut saja ya.."ucap Dira sembari menatap lelaki yang ada di hadapannya..
Rangga merasa sedikit canggung di tatap oleh Dira..
"Ya sudah deh aku pesanin dulu ya.." ucap Rangga sembari memanggil pelayan untuk memesan makanan untuk mereka..
Rangga pun memesan beberapa makanan dan sembari menunggu Rangga berbincang dengan Dira..
Dira pun tersenyum dan mengatakan kepada Rangga bahwa Dira akan pulang kekampung halamannya..
__ADS_1
Dira juga menjelaskan bahwa Dira dan kedua mertuanya akan pergi ke kampung halaman karena adik Dira telah lulus SMA dan sebentar lagi akan masuk universitas..
"Berapa lama kamu di kampung?"tanya Rangga sedikit cemberut..
Dira pun menatap kearah Rangga..
"Kurang tahu Mas mungkin satu minggu lebih kayaknya. Kenapa memangnya Mas?"tanya Dira sembari menatap kearah Rangga..
Rangga pun terdiam..
"Gak ada apa apa, ya sudah tapi aku akan selalu menunggu jawaban dari kamu ya."ucap Rangga masih mencoba membuat Dira mengingat bahwa Rangga masih selalu berharap..
"Iya Mas aku janji setelah aku pulang dari kampungku aku akan memberikan jawaban. Tapi aku masih butuh waktu untuk menikmati kesendirianku dulu bagiku kehilangan seseorang yang pernah ada dalam hidupku itu bukan hal yang mudah."ucap Dira dengan mata yang berkaca kaca..
Rangga pun menatap kearah Dira terlihat wajah yang begitu teduh tetapi menyumpan seperti banyak luka di dalamnya..
"Kamu jangan khawatir Dir aku tak akan pernah menuntut jawaban dari kamu Dir, aku akan selalu menjadi seseorang yang selalu ada buat kamu dan pada akhirnya suatu hari nanti kamu yakin bahwa akulah lelaki yang pantas untukmu."ucap Rangga dengan penuh kepercayaan bahwa suatu saat nanti Rangga akan memiliki hati Dira..
Dira pun tak bisa berkata apa apa lagi.
"Terima kasih Mas, aku akan memegang janjiku. Terima kasih ya untuk semuanya dan terima kasih untuk hari ini."ucap Dira sembari tersenyum.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, Rangga mengantar kembali Dira ke butiknya..
"Kamu jam berapa malam ini pulang ke kampung?"tanya Rangga sembari menatap kearah Dira..
Dira pun menatap kearah Rangga..
"Mungkin jam 7 malam Mas, kenapa memangnya?"tanya Dira seolah tak mengerti tentang maksud Rangga bertanya..
Rangga pun tersenyum..
"Ya sudah gak apa apa, kamu hati hati ya di jalan, terus apakah aku masih boleh selalu menghubungimu? Bahkan jika kamu mengizinkan aku ingin sekali ikut ke kampung halaman kamu untuk segera melamarmu. Jika kamu sudah siap nanti aku mau kita langsung terikat akan pernikahan."ucap Rangga yang membuat Dira kaget..
Dira menatap kearah Rangga dengan tatapan yang tak biasa..
"Apakah aku pantas buat kamu Mas. Perlu kamu tahu Mas aku menikah dengan Mas Ferdi mantan suamiku itu hanya secara siri dan aku merasa aku tak pantas buat kamu Mas."ucap Dira mencoba menjelaskan apa adanya yang telah terjadi pada kehidupannya..
Rangga merasa sedikit kaget setelah mendengar bahw Dira menikah secara siri dan siapa suaminya Ferdi. Nama Ferdi seperti femiliar buatnya tapi siapa?
Rangga pun terdiam hal itu membuat Dira berfikir bahwa Rangga sudah psti akan membencinya setelah Rangga tahu kebenarannya..
"Aku gak perduli dengan masa lalu kamu Dir, InsyaAllah aku akan menerimamu dengan lapang dada."ucap Rangga yang membuat hati Dira merasa tersentuh dan tak terasa airmata Dira menetes dengan derasnya..
__ADS_1