Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 74


__ADS_3

Dira pun tak mengerti kenapa bisa Dhika bertemu dan berkenalan dengan Rangga sementara dirinya saja belum pernah bercerita apapun tentang Rangga..


Dira pun mencoba untuk setenang mungkin..


"Ya sudah Mas aku titip Dhika ya,apakah Dhika tahu kalau Mas itu kekasihku saat ini?" tanya Dira sedikit ragu..


Rangga pun tersenyum dan kemudian menatap Dira lewat panggilan video..


"Enggak Sayang Dhika belum tahu. Aku ingin kamu nanti yang kasih tahu dia tentang hubungan kita. Aku gak mau dia tahu dari aku karena aku takut malah nanti dia akan merasa behutang budi sama aku. Aku ingin mengajari dia tentang banyak hal di dunia bisnis agak kelak Dhika juga menjadi seorang yang di segani." ucap Rangga terlihat penuh dengan ketulusan..


Dira merasa terharu setelah mendengar ucapan Rangga,tak terasa airmatanya menetes dengan derasnya..


"Sayang kenapa kamu menangis?" tanya Rangga cemas..


Dira pun menghapus airmatanya dan kemudian tersenyum..


"Gak apa apa Mas,aku hanya terharu saja. Aku bersyukur bisa mengenalmu Mas,ternyata kamu sangat perhatian dengan adikku padahal kamu sendiri belum begitu mengenalnya." ucap Dira sembari menatap Rangga..


Rangga pun tertawa..

__ADS_1


"Aku kira kamu menangis karena kamu merindukanku ternyata karena kamu terharu." ucap Rangga terkekeh..


Sayang aku mencintaimu dengan segenap hatiku jadi aku ingin membuatmu bahagia jika kelak kita menikah Dhika akan menjadi adikku dan sudah menjadi tugasku untuk mengarahkannya kearah yang lebih baik."ucap Rangga kemudian...


Setelah selesai telfon kini Dira merasa lega karena ternyata lelaki yang begitu mencintainya yang telah membantu sang adik..


"Terima kasih ya Mas,kamu adalah malaikat yang di kirim oleh Allah untukku dan aku sangat bersyukur atas itu. Semoga hubungan kita bisa di terima banyak pihak ya Mas." ucap Dira sembari tersenyum..


Pada keesokan paginya Dhika berangkat pagi pagi, Dira tak merasa khawatir lagi.


"Mbak aku berangkat dulu ya,aku takut nanti telat ini hari pertamaku kerja." ucap Dhika sembari memakai sepatu..


"Jangan lupa sarapan dulu,setelah itu kamu baru boleh berangkat. Dhika adikku kamu ingat ya pesan Mbak, kamu harus menuruti semua yang bos kamu katakan jika itu memang baik buat kamu. Dan satu lagi kamu harus selalu berhati hati ya,utamakan kuliah kamu baru pekerjaan kamu,kamu paham Dhik?" ucap Dira mencoba memberikan nasihat yang baik buat Dhika..


Dhika pun tersenyum kemudian mencium tangan sang kakak..


"Siap Mbak,aku tahu kok bos aku sepertinya lelaki yang baik.. Dan aku akan mencoba belajar banyak hal dari beliau karena beliau adalah seorang pengusaha muda yang di segani banyak orang." ucap Dhika menuji Rangga.


Dira pun tersenyum karena sejatinya Dira sudah mengetahui segalanya tentang Rangga...

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kamu sarapan ya Mbak sudah siapkan roti dan kopi untuk kamu ada di meja makan ya,Mbak juga mau siap siap ke butik dan satu lagi kamu hati hati di jalan." ucap Dira sembari pergi meninggalkan Dhika yang masih bersiap diri..


Bunda Atmaja dan Ayah Atmaja pun merasa senang karena Dhika telah bekerja di samping rasa senang mereka juga khawatir jika Dhika akan sibuk dengan dirinya dan pekerjaannya..


"Selamat pagi Ayah,selamat pagi Bunda." ucap Dhika sembari tersenyum kemudian duduk di dekat Bunda Atmaja..


Bunda Atmaja pun tersenyum dan kemudian menatap kearah sang suami..


"Pagi juga anak ganteng,kamu mau kemana pagi pagi sudah rapi?" tanya Bunda Atmaja sembari menatap kearah Dhika..


Dhika pun tersenyum dan kemudian menggenggam tangan Bunda Atmaja..


"Dhika mau bekerja Bunda,Ayah doakan Dhika ya semoga Dhika bisa bekerja dengan baik." ucap Dhika sembari tersenyum..


Bunda Atmaja dan Ayah Atmaja pun tersenyum.


"Kami pasti akan selalu mendoakan mu Nak,tapi kamu harus tetap utamakan pendidikan ya Dhika supaya kelak kamu menjadi orang yang berguna." ucap Ayah Atmaja memberi nasihat.


Dhika pun mengangguk dan setelah sarapan Dhika pun berpamitan untuk segera berangkat untuk bekerja...

__ADS_1


__ADS_2