
Ferdi melajukan kendaraannya dengan kecepatan yang cukup kencang, Ferdi tak memikirkan keselamatannya melainkan hanya memikirkan rasa sakit yang ada di dalam hatinya..
Ferdi pun sampai di sebuah hotel mewah sesuai lokasi yang di kirimkan oleh Hans..
Sesampainya di hotel tersebut Ferdi langsung bertanya ke resepsionis untuk mencari tahu nomer kamar yang di pakai oleh sang istri dan selingkuhan nya..
"Permisi saya mau bertanya dimana kamar 504?" tanya Ferdi kepada seorang resepsionis yang sedang bertugas..
"Iya Pak, Bapak naik ke lantai 4." ucap sang resepsionis sembari tersenyum ramah..
Ferdi pun langsung bergegas menuju lantai 4, dalam hati Ferdi telah di liputi amarah yang sangat memuncak..
Sesampainya di depan kamar 504, Ferdi mencoba mengetuk pintu kamar tersebut dan tak lama setelah itu Aldo pun membukakan pintu..
"Maaf kami tak pesan apapun?"ucap Aldo terhenti sesaat setelah melihat Ferdi yang berada di depan pintu kamar tersebut..
Belum sempat Ferdi menjawab pertanyaan Aldo tiba tiba Manda pun keluar kamar hanya mengenakan jubah mandi..
"Siapa Sayang yang datang." ucap Manda terhenti sesaat setelah melihat Ferdi berdiri di depan pintu..
Hati Ferdi kian hancur setelah melihat Manda yang keluar dari dalam kamar tersebut ternyata benar apa yang di katakan oleh Hans bahwa Manda selingkuh..
"Mas Ferdi.. Mas ini tak seperti yang kamu lihat Mas, aku bisa jelaskan." ucap Manda mencoba menjelaskan kepada Ferdi..
Ferdi pun hanya mampu menyunggingkan senyuman di bibirnya.
"Kamu hebat Manda kamu hebat, kamu hebat karena kamu telah berhasil melukaiku. Kamu berhasil mencoreng nama baik keluargaku. Terima kasih kalian lanjutkan saja aku permisi." ucap Ferdi dengan sejuta kekecewaan..
Ferdi pun kembalikan badan sembari menahan sesaknya dada, menahan sesaknya di hianati oleh wanita yang sangat di cintainya itu..
"Mas Ferdi maafkan aku Mas, maafkan aku."ucap Manda sembari berlari mengejar Ferdi..
__ADS_1
Ferdi terus berjalan tanpa memperdulikan Manda Ferdi pergi membawa kesedihan yang teramat mendalam..
Ferdi sangat terpukul dengan semua yang dia lihat Ferdi merasa sangat kecew bahkan hancur..
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Sesampainya di rumah Ferdi langsung berteriak meluapkan segala emosinya membuat Nyonya Atmaja merasa cemas dan bingung dengan sikap Ferdi..
"Sayang kamu kenapa? Ada apa Fer?" tanya Nyonya Atmaja mencoba mencari tahu..
Ferdi menatap keaeah sang Bunda dan kemudian menangis..
"Manda Bunda, Manda menghianatiku Manda selingkuh di belakangku." ucap Ferdi sembari terbatas bata..
Nyonya Atmaja sangat syok mendengar ucapan Fedi yang mengatakan bahwa menatunya telah mengkhianati putra semata wayangnya..
Tiba tiba saja Nyonya Atmaja pingsan setelah mendengar kenyataan pahit tersebut..
Dira yang sedang berada di dapur pun ikut panik setelah mendengar bahwa Nyonya Atmaja pingsan.
"Tuan.. Nyonya kenapa?" tanya Dira sembari membantu Ferdi mengangkat sang Majikan..
"Tanyanya nanti saja sekarang bantu aku bawa Bunda kerumah sakit.."jelas Ferdi sembari mengangkat sang Bunda kedalam mobil..
Ferdi dan Dira membawa Nyonya Atmaja ke rumah sakit karena Nyonya Atmaja terkena serangan jantung secara tiba tiba..
Sesampainya di Rumah sakit, Nyonya Atmaja langsung di bawa ke ICU untuk mendapatkan pertolongan..
Ferdi dan juga Dira harap harap cemas menunggu Dokter memeriksa keadaan sang Bunda..
" Tuan yang sabar ya, Nyonya pasti akan baik baik saja." ucap Dira mencoba menenangkan hati Ferdi..
__ADS_1
Tanpa sadar Ferdi malah memeluk Dira, pelukan yang sangat hangat tanpa sadar Ferdi menangis.
Ferdi terlihat sedang banyak masalah dan juga Dira tahu bahwa Ferdi mungkin juga sedang mencemaskan Nyonya Atmaja, Dira pun membiarkan Ferdi terus berada di dalam pelukannya..
Dira menarik nafas panjang kemudian membuangnya secara berlahan, ini kali pertama Dira di peluk oleh seseorang apalagi dia lawan jenis..
Karena semenjak SMP hingga sekarang Dira belum pernah merasakan yang namanya pacaran apalagi jatuh cinta..
Dira pun mengelus pucuk kepala Ferdi dengan lembut..
"Tuan yang sabar ya, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Dira sangat yakin Tuan adalah orang yang hebat dan Tuan akan bisa melewati semuanya." ucap Dira mencoba memberikan solusi atau ketenangan buat Ferdi..
Hati Ferdi terasa tenang berada di dalam pelukan Dira, entah kenapa rasa nyaman pun Ferdi rasakan dan Ferdi bisa melupakan masalahannya sejenak..
Ketika Ferdi dan Dira masih berpelukan tiba tiba Dokter yang memeriksa Nyonya Atmaja pun keluar..
Dokter tersebut tersenyum melihat Ferdi dan Dira yang sedang berpelukan..
"Maaf dengan keluarga Iriana Atmaja." ucap Dokter yang menangani Nyonya Atmaja.
Ferdi bergegas melepaskan pelukannya dari Dira dan kemudian berbicara dengan sang Dokter..
"Iya Dokter saya anaknya bagaimana keadaan Bunda saya apa di baik baik saja Dokter?" tanya Ferdi dengan cemas.
Dokter menyarankan agar Nyonya Atmaja jangan berfikir keras karena Nyonya Atmaja mengalami serangan jantung ringan.
Ferdi pun merasa bersalah seandainya saja Ferdi tidak bercerita tentang Manda kepada sang Bunda mungkin semua kejadian ini tak akan pernah terjadi..
"Baik Dokter terima kasih banyak, bolehkah saya menemui Bunda saya?" tanya Ferdi lirih..
"Silahkan Pak, tapi saya harap Bapak dan Ibu bisa menjaga emosi pasien. Jangan biarkan Beliau berfikir terlalu berat agar beliau tidak setres." ucap Dokter tersebut kemudian sang Dokter pun pergi meninggalkan Dira dan Ferdi..
__ADS_1