Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 52


__ADS_3

Setelah selesai menjenguk Manda, Dira pun berpamitan kepada Manda dan Pak Susilo untuk pulang..


"Om,,Mbak Manda aku pulang duluan ya, aku harus mengecek keadaan Bunda karena dari pagi aku sibuk banget."ucap Dira sembari tersenyum..


Manda pun memeluk Dira dan mengucapkan terima kasih karena Dira sudah mau menjenguknya dan juga Dira sudah mau meluangkan waktu untuk dirinya..


"Terima kasih ya Dir, aku titip Bunda dan Ayah sampaikan maaf dan rasa bersalahku kepada mereka ya, aku ingin sekali menemui mereka tapi aku tak ada muka untuk itu."ucap Manda sembari menitikan airmata..


Dira pun tersenyum dan kemudian membalas pelukan Manda dengan hangat..


"Aku yakin kami semua sudah ikhlas termasuk Bunda dan juga Ayah.." ucap Dira sembari menepuk bahu Manda..


Dira pun berpamitan kembali tapi langkah Dira terhenti karena tiba tiba Pak Susilo memanggilnya..


"Tunggu Dira, biarkan Om yang antar kamu pulang, kebetulan Om mau sekalian bertemu dengan Tuan Atmaja."ucap Pak Susilo sembari menghampiri Dira..


Dira pun menggangguk dan kemudian mereka pulang bersama..

__ADS_1


Pak Susilo melihat sosok Dira sebagai wanita yang lembut,baik dan juga sederhana..


"Dira apakah usaha kamu lancar?Jika kamu butuh bantuan apapun kamu katakan saja sama Om,Om akan siap membantumu kapanpun dan apapun yang kamu perlukan."ucap Pak Susilo sembari tersenyum menatap Dira yang duduk di sampingnya..


Dira pun tersenyum..


"Alhamduliilah usaha Dira kini lancar Om, dan untuk saat ini Dira belum butuh apapun Om lagi pula cek yang Om kasih waktu itu juga sudah sangat besar. Dira sangat berhutang budi sama Om."ucap Dira sembari menunduk malu..


Pak Susilo dan Dira saling bercerita selama dalam perjalanan dan ketika sedang asik berbincang tiba tiba ponsel Dira berdering, Dira melihat sebuah pesan dari seseorang..


"Sore Dira, apa kamu sudah sampai rumah, jangan lupa istirahat ya dan jangan telat makan."tulis pesan dari Rangga yang berhasil membuat jantung Dira berdetak..


Tak lama kemudian kini Dira dan Pak Susilo telah sampai di kediaman Atmaja, Bunda Atmaja terdiam setelah melihat Pak Susilo yang baru mengunjungi mereka setelah hampir satu tahun Ferdi meninggal..


Bunda Atmaja masih mematung melihat kedatangan Pak Susilo bersama Dira..


"Ayo masuk Om?"ucap Dira sembari tersenyum..

__ADS_1


Dira pun langsung mengucapkan salam dan kemudian langsung mencium punggung tangan Bunda Atmaja..


"Bunda kenapa?Bunda jangan khawatir Pak Susilo berniat baik Bunda, dan Bunda harus mendengarkan apapun yang beliau katakan."ucap Dira sembari setengah berbisik..


Bunda Atmaja pun mengangguk dan kemudian menyambut datangnya sang besan yang putrinya telah merenggut nyawa putra semata wayangnya..


"Pak Susilo lama tak bertemu mari silahkan masuk?"ucap Bunda Atmaja sembari tersenyum..


Pak Susilo pun masuk dan kemudian menanyakan kabar Bunda Atmaja..


"Bagaimana kabar kamu Ren?tanya Pak Susilo sembari tersenyum..


Maaf karena saya baru sempat kesini, nait saya kesini saya ingin minta maaf atas apa yang telah di lakukan oleh putriku aku mohon bukakanlah pintu maaf buat kami?"ucap Pak Susilo sembari memohon..


Belum sempat Bunda Atmaja menjawab tiba tiba saja ucapan Ayah Atmaja mengejutkan semua orang..


"Tidak semudah itu kami memaafkan seorang pembunuh, apalagi anak kamu telah membunuh anakku satu satunya.. Lebih baik sekarang kamu pergi dari sini.."ucap Ayah Atmaja sembari mengusir Pak Susilo untuk keluar dari ruamhnya..

__ADS_1


Dira dan Bunda Atmaja pun kaget setelah mendengar ucapan Ayah Atmaja, Bunda Atmaja pun mencoba menenangkan sang suami karena Ayah Atmaja sedang emosi..


__ADS_2