Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 21


__ADS_3

Setelah meminta izin kepada Ferdi untuk menemui Fatir, Dira pun pergi menyusul Fatir. Dira tahu dimana Fatir berada yaitu pasti di tepian sawah yang tak jauh dari rumahnya..


Dengan langkah yang cepat Dira menyusul Fatir dan kemudian memanggil namanya..


"Fatir..." ucap Dira sembari meneriaki nama yang sangat lekat di ingatnya yaitu sahabat kecilnya.


Fatir mencari sumber suara yang memanggil namanya..


"Dira kenapa kamu kesini? Bukankah kamu mau pulang ke Jakarta bareng suami kamu."ucap Fatir sembari menatap ke arah Dira yang tengah berada di belakangnya..


Dira pun mendekat kearah Fatir kemudian duduk di sampingnya..


"Fatir, maafkan aku ya? Aku tahu kamu pasti kecewa kepadaku? Apa lagi sekarang aku telah menikah aku harap kamu bisa ikhlas ya dan kamu juga akan mendapatkan wanita yang terbaik untukmu kelak. Maafkan aku yang telah mengkhianati janji kita." ucap Dira yang merasa bersalah karena telah membuat Fatir Kecewa..


Fatir pun tersenyum, senyum yang penuh dengan kegetiran hatinya..

__ADS_1


"Sudahlah Diri, lupakan semuanya aku tak bisa memaksamu untuk bahagia. Dan aku harap kamu akan selalu bahagia ya dengan suami kamu." ucap Fatir sembari menatap Dira dengan hati yang terluka..


Dira merasa sangat bersalah karena telah membuat Fatir benar benar terpuruk. Fatir adalah lelaki yang sangat baik untuknya lelaki teman semasa kecil yang selalu ada buat Dira..


"Fatir maafkan aku ya? Aku akan selalu menyimpan kenangan kita sampai kapanpun. Aku tak akan pernah melupakanmu sebagai lelaki yang terbaik yang pernah aku punya." ucap Dira sembari menitikan airmata..


Fatir bangun dari duduknya kemudian mendekat kearah Dira dan menghapus airmata Dira yang menetes di kedua sudut matanya..


"Sudah aku gak apa apa, aku akan bahagia jiak kamu juga bahagia dan aku akan sedih jika kamu sedih. Sudah kembalilah kasihan suami kamu menunggu./ ucap Fatir sembari tersenyum kearah Dira..


"Maafkan aku ya Fatir aku akan selalu mrngingatmu sampai kapanpun.."ucap Dira dalam hatinya..


Dira pun kembali ke mobil dan kemudian berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk kembali ke Jakarta..


Selama dalam perjalanan Dira terlihat murung, hal itu membuat Ferdi bertanya..

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa.?" tanya Ferdi sembari menatap kearah Dira yang terlihat murung..


Dira pun menatap ke arah sang suami..


"Maaf ya Mas aku bisa jelasin semuanya. Tentang Fatir." ucap Dira sembari menatap kearah Ferdi..


Ferdi pun ingin bertanya tentang Fatir, namun Ferdi mengurungkan niatnya untuk bertanya karena Ferdi tak mau membuat Dira merasa terpojok.


"Iya kamu cerita saja gak apa apa kok, aku juga gak mungkin marah." ucap Ferdi sembari tersenyum..


Dira pun mulai menceritakan bahwa Dira dan Fatir adalah sahabat semenjak mereka kecil. Dari sekolah Tk hingga SMA mereka selalu bersama, bahkan Dira dan Fatir pernah saling mencintai sebelum Dira bertemu dan menikah dengan Ferdi..


Dira merasa tak enak hati kepada suaminya namun Dira tak menyembunyikan apapun dari Ferdi..


"Ya sudah gak apa apa kok sayang, bukankah semua orang pernah punya masa lalu. Aku juga bukan orang yang sempurna dan aku juga tahu apalagi ada Manda. juga dalam hidupku." ucap Ferdi yang merasa tak keberatan tentang masalalu Dira.

__ADS_1


__ADS_2