
Dira dan semua orang panik melihat kondisi Ferdi..
Sesaat sesudah di ambulan Ferdi nampak semakin lemah dan Ferdi menggenggam tangan Dira dengan sangat erat..
Ferdi seperti hendak mengucapkan sesuatu..
"Sayang maafkan aku.." ucap Ferdi terbata bata..
Dira tak berhentinya menangis melihat kondisi lelaki yang di cintainya nampak kesakitan..
"Mas, Mas harus bertahan ya, Mas gak boleh ninggalin aku. Aku mohon Mas bertahan.." ucap Dira sembari menitikan airmata..
Nyonya Atmaja dan Tuan Atmaja pun nampak syok setelah melihat Ferdi terkuali dengan luka tusuk yang mengenai perutnya..
Tuan dan Nyonya Atmaja pun langsung menyusul ambulan yang membawa Ferdi. Nyonya Atmaja tak berhentinya menangis karena Nyonya Atmaja sangat takut jika harus kehilangan Ferdi..
Tuan Atmaja tak henti hentinya menyuruh sang istri untuk tenang..
__ADS_1
"Bunda,,Bunda yang sabar ya, Ayah yakin Ferdi tak akan apa apa dia akan baik baik saja.." ucap Tuan Atmaja sembari memeluk sang istri..
Nyonya Atmaja tak menjawab dia hanya menangis dan terus menangis hatinya benar benar hancur saat melihat putra kesayangannya terkulai lemah..
Tak lama kemudian ambulan yang membawa Ferdi pun telah sampai di rumah sakit,,beberapa perawat berlarian untuk membawa Ferdi yang tengah kritis..
"Kalian tunggu di luar biar kami tangani." ucap Salah seorang suster yang sedang menangani Ferdi..
Dira dan keluarga yang lain nampak sangat panik dan takut jika ada sesuatu yang akan terjadi kepada Ferdi..
Nyonya Atmaja tak menjawab apapun dia hanya menangis dan terus saja menangis..
Sementara itu Manda pun menjadi ketakutan dan tak berhentinya menyesali semua perbuatannya kepada Ferdi.
"Harusnya kamu yang mati Dira bukan Madms Ferdi yang tertusuk. Kalau sampai ada apa apa sama Mas Ferdi aku gak akan pernah mengampunimu." ucap Manda sembari tertawa..
Manda sangat kecewa pada dirinya sendiri karena telah membuat lelaki yang sangat di cintainya tertusuk pisau akibat perbuatannya..
__ADS_1
Tiab tiba saja polisi datang ke rumah keluarga Atmaja untuk mencari barang bukti dan siap membawa Manda menuju sel..
Polisi pun menemukan pisau yang di gunakan oleh Manda untuk menusuk Ferdi,,Manda menjadi sangat ketakutan dan membuatnya sampai menangis histris..
Polisi itu pun langsung membawa Manda ke kantor untuk di mintai keterangan..
Dira dan keluarga masih harap harap camas di depan ruang IGD, tak lama kemudian Dokter yang menangani Ferdi pun keluar dan menyatakan bahwa nyawa Ferdi sudah tak dapat di selamatkan..
Sontak semua orang histris terlebih lagi Nyonya Atmaja dan Dira yang langsung jatuh pingsan..
Kenyataan buruk pun akhirnya terjadi buah dari akibat pernikahan yang tak semestinya. Kini hanya airmata yang bisa mewakili perasaan Dira, Pertama Dira kehilangan Fatir dan kini Dira juga harus kehilangan Ferdi...
Kehidupan Dira terasa hancur Dira beranggapan bahwa semua itu hanya mimpi, mimpi buruk yang seharusnya tak terjadi..
Dalam alam bawah sadarnya Dira bermimpi bertemu dengan Ferdi dan juga Fatir,,mereka berdua tersenyum dan kemudian pergi menghilang di tengah gumpalan awan putih yang membawa mereka menghilang dari pandangan Dira..
Dira hanya bisa berteriak dan kemudian Dira bangun dari pingsannya dan kembali harus menerima kenyataan buruk bahwa kini Ferdi lelaki yang sangat mencintainya pun harus pergi untuk selama lamanya..
__ADS_1