
Rangga tak kuasa melihat airmata Dira yang menetes begitu derasnya, entah kenapa hatinya merasa sakit melihat Dira bersedih..
Rangga pun menghapus airmata Dira dan kemudian menatap matanya..
"Sudah ya Dir,kamu gak boleh menangis untuk hal apapun hapus airmata kamu dan tersenyumlah itu hal yang membuatku bahagia." ucap Rangga sembari menyakinkan hati Dira..
Dira pun berhenti menangis dan kemudian memaksa untuk tersenyum..
"Iya Mas maafkan aku ya.." ucap Dira dengan suara yang sedikit pelan..
Rangga pun tersenyum kemudian mengantar Dira ke butiq miliknya. Sesampainya di butiq Dira langsung turun dan kemudian berpamitan kepada Rangga bahwa dia akan hendak pergi kerumahnya di jawa..
Rangga pun tersenyum dan kemudian mengangguk.
"Iya sudah kamu nanti hati hati ya Diri, ingat aku hanya minta kamu jaga diri baik baik disana dan salamin salam aku buat Ibu dan Bapak kamu." ucap Rangga sembari tersenyum..
Dira pun merasa bahagia karena mendapatkan perhatian dari Rangga,dan Rangga pun menjadi senang karena bisa membuat Dira terkesima kepada dirinya..
"Iya Mas,,Mas juga hati hati ya dijalan terus kalau kerja jangan pulang malam malam ya ingat kesehatan Mas." ucap Dira saling bertukar perhatian..
__ADS_1
Setelah berpamitan Rangga pun pulang dengan perasaan bahagia karena mendapatkan perhatian dari Dira..
"Iya Sir aku akan selalu ingat pesan kamu. Aku berharap suatu hari nanti kamu akan segera menerimaku sebagai kekasihmu. Dan aku akan membuatmu bahagia dengan caraku." ucap Rangga dengan perasaan lebih bahagia..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tepat jam tujuh malam Dira dan keluarga Atmaja pun berangkat ke Banyumas untuk mengunjungi keluarganya tentunya untuk melihat Andika sang adik yang paling dia sayangi lulus SMA..
Bunda Atmaja dan Ayah Atmaja nampak senang karena selama Dira menjadi menantunya mereka belum pernah mengenal keluarga Dira secara nyata..
"Ayah sama Bunda kalau cape istirahat saja ya,masih sangat lama perjalanan kita." ucap Dira sembari tersenyum..
"Mbok Dira sangat rindu padamu." ucap Dira dalam hatinya...
Pada pukul 8 pagi Dira dan rombongan sampai di kampung mereka. Ibu Habibah pun melihat Dira yang baru turun dari mobil langsung mengejar Dira karena Ibu Habibah sendiri sudah sangat merindukan Dira..
"Dira anaknya di Mbok pulang?"ucap Ibu Habibah sembari tersenyum..
Dira pun langsung memeluk sang Ibu karena Dira juga sudah sangat merindukannya..
__ADS_1
"Mbok.. Dira sangat merindukanmu.." ucap Dira sembari tersenyum dan kemudian memeluk Ibu Habibah..
Ibu Habibah pun tersenyum dan kemudian melepaskan pelukannya..
"Ndok,,mereka siapa?" tanya Ibu Habibah sembari tersenyum..
Dira pun langsung tersenyum dan kemudian memperkenalkan Bunda dan Ayah Atmaja kepada dang Ibu..
Dira pun menatap kearah sang Ibu mertua..
"Mbok kenalin ini Ibu dan Bapaknya Mas Ferdi, mereka ingin sekali ikut pulang kesini." ucap Dira sembari tersenyum..
Bunda Atmaja dan Ayah Atmaja pun langsung memberi salam kepada Ibu Habibah..
"Assalamualaikum, Ibu saya Ibunya Ferdi senang bisa bertemu langsung dengan Ibu." ucap Bunda Atmaja sembari tersenyum..
Ibu Habibah pun menyambut hangat sang besan yang kini sudah di anggap oleh Dira sebagai orang tua sendiri..
"Mari silahkan masuk Bu, maaf rumah kami sempit dan pengap." ucap Ibu Habibah mengajak sang tamu masuk kedalam rumah mereka..
__ADS_1