
Dira berbincang dengan Rangga di telfon dan berlahan rasa sedihnya akan kehilangan Ferdi pun semakin menyingkir dari ingatannya..
Dira terlihat bahagia karena ternyata Rangga adalah seorang teman yang asik untuk di ajak bercanda. Dira hanya menganggap Rangga tak lebih dari seorang teman dan juga Dira menganggap bahwa Rangga adalah anak dari salah satu pelanggan butiqnya..
Sedangkan Rangga merasa senang karena bisa berbincang dengan Dira sebelum akhirnya Rangga pulang ke rumahnya..
"Mas Rangga lagi dimana?"tanya Dira sembari tersenyum..
Rangga pun mengaktifkan panggilan video dan memperlihatkan bahwa dirinya masih berada di kantor..
"Aku masih di kantor Dir, karena aku banyak kerjaan."ucap Rangga sembari tersenyum menatap Dira dari layar poselnya..
Dira pun merasa tak enak hati setelah mendengar bahwa Rangga sedang sibuk.
"Maaf ya Mas Rangga kalau lagi sibuk lanjutin kerjaannya saja dulu, habis itu baru pulang ini kan sudah hampir tengah malam."ucap Dira dengan suara yang lembut..
Rangga pun tersenyum dan melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya ternyata jam telah menunjukan pukul 22.30 wib..
"Iya ternyata sudah malam ya, ya sudah aku lanjutin kerjaanku sebentar ya tapi kamu maukan nemenin aku?"ucap Rangga sembari memohon..
__ADS_1
Dira yang merasa telah terhibur pun mengiyakan ucapan Rangga..
"Ya sudah aku temani ya, kamu lanjutkan kerjanya dan aku akan temani dari sini."ucap Dira semabri tersenyum hal itu membuat Rangga semakin bersemangat.
Rangga pun meletakan ponsel miliknya di depannya dan kemudian pandangannya beralih kelayar laptop miliknya untuk mengerjakan sesuatu..
Sesekali Rangga pun menatap kearah Dira yang sedang memandangi dirinya. Ketika pandangannya bertemu tanpa sengaja entah mengapa jantung mereka serasa berdetak jauh lebih kencang..
Dira pun berkata dalam hatinya..
Dira melihat sosok Rangga adalah sosok lelaki yang sangat baik, dia tampan, mapan dan juga pintar dalam segala hal.
"Pasti siapapun yang akan menjadi kekasihmu apalagi menjadi istrimu dia adalah wanita yang paling beruntung Mas. Aku berdoa semoga kamu akan mendapatkan wanita yang baik untuk kamu kelak di kemudian hari."ucap Dira dalam hatinya..
"Dira... Dira.."panggil Rangga sembari tersenyum..
Dira pun tersentak dari lamunanya dan kemudian menatap kembali kearah Rangga..
"Kenapa Mas?"tanya Dira sembari tersenyum malu..
__ADS_1
"Kamu lagi mikirin apa si?Kok bengong gitu sambil nglihatin aku tadi?" tanya Rangga sembari tersenyum.
Dira pun merasa malu karena ketahuan sedang menatap kearah Rangga..
"Maaf Mas aku sedang.."ucap Dira terpotong karena malu.
Rangga pun tersenyum dan berkata bahwa dirinya telah selesai dalam pekerjaannya dan sekarang Rangga akan segera pulang..
"Kalau sudah selesai langsung pulang ya Mas, tapi ingat jangan ngebut ngebut inikan sudah malam."ucap Dira yang tanpa Dira sadari Dira justru memberikan Rangga sebuah harapan..
Rangga pun mengangguk dan kemudian membereskan laptopnya dan langsung turun ke lobby, namun Rangga masih ingin berbincang dengan Dira sampai Rangga masuk kedalam mobilnya..
Sesampainya di mobil Rangga langsung menatap kearah Dira dan tersenyum.
"Ya sudah ini kan sudah larut kamu langsung istirahat ya, jangan sedih sedih lagi aku mau nyetir jadi aku matikan ya."ucap Rangga sembari tersenyum..
Dira pun mengangguk dan membalas senyuman Rangga dengan sangat manisnya..
"Iya sudah kamu hati hati ya di jalan."ucap Dira setelah itu Rangga mematikan sambungan telfonnya..
__ADS_1
Hati Rangga merasa sangat bahagia kerena perhatian Dira..
"Terima kasih ya Dir untuk perhatian kamu, aku janji aku akan selalu berhati hati."ucap Rangga sembari menatap foto Dira di layar ponselnya dan setelah itu Rangga langsung mengemudikan mobilnya menuju kediamannya dengan kecepatan sedang...