
Perasaan Dira semakin berdebar saat berbicara dengan Rangga di telfon hatinya merasa bahagia...
"Apakah aku juga telah jatuh cinta kepadanya? Apakah aku salah jika aku juga punya perasaan sama Mas Rangga? Tapi kami berbeda aku takut jika keluarganya tak bisa menerima ku." ucap Dira sembari menatap wajahnya di cermin...
Tak lama kemudian pintu kamar Dira di ketuk oleh sang Bunda..
"Iya Bunda masuk..." ucap Dira sembari tersenyum...
Tak lama kemudian pintu kamar Dira di buka oleh Bunda Atmaja..
"Sayang apa Bunda mengganggu?"tanya Bunda Atmaja sembari tersenyum...
Dira pun tersenyum kemudian menggeleng..
"Gak ganggu kok Bunda. Ada apa Bunda?" ucap Dira sembari tersenyum...
Bunda Atmaja dan Dira pun berbincang di dalam kamar, karena Bunda Atmaja melihat sesuatu di mata Dira..
"Dira sayang apa kamu baik baik saja? Dira sebenarnya ada yang ingin Bunda bicarakan. Dir sekarang kan kamu sendiri dan Ferdi juga sudah lama pergi apa kamu hak kepikiran untuk membuka hati lagi. Bunda akan sangat merasa bersalah jika kamu gak bisa melupakan Ferdi." ucap Bunda Atmaja sembari menatap Dira..
Dira pun terdiam dan langsung mengingat almarhum sang suami..
"Bunda jangan berfikir seperti itu, Dira sudah ikhlas kok dengan kepergian Mas Ferdi.. Dan untuk pengganti Mas Ferdi, Dira belum kepikiran kearah sana lagian mana ada lelaki yang mau sama Dira.." ucap Dira sembari menatap kearah sang Bunda..
Bunda Atmaja langsung memeluk Dira..
"Bunda yakin banyak lelaki baik di luar sana yang akan mencintaimu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Karena kamu adalah wanita terhebat yang pernah Bunda kenal."ucap Bunda Atmaja sembari tersenyum.
__ADS_1
Dira dan Bunda Atmaja pun saling berpelukan dengan sangat erat. Tiba tiba saja Ibu Habibah melihat putrinya sedang berpelukan dengan Ibu mertuanya. Hatinya merasa tersentuh karena melihat sang putri yang begitu dekat dengan Ibu mertuanya...
Ibu Habibah pun mengetuk pintu kamar Dira dan Dira langsung melepas pelukannya..
"Mbok..." ucap Dira sembari tesenyum, sini Mbok masuk.." ucap Dira sembari tersenyum..
Ibu Habibah pun masuk ke dalam kamar Dira dan kemudian mereka duduk bersama..
"Ibu Atmaja, Dira ayo kita makan malam dulu karena makanannya sudah siap.." ucap Ibu Habibah sembari tersenyum...
Dira pun mengangguk dan kemudian ketiganya keluar beriringan.
Pak Anton dan Ayah Atmaja yang tengah berbincang di ruang tengah pun langsung tersenyum merlihat kedatangan bidadari mereka..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rangga pun bergegas bersiap untuk pulang karena jam juga menunjukan tengah pukul 9 malam..
Rangga pun mengemudikan mobil miliknya dengan kecepatan sedang..
Sesampainya di rumahnya Rangga langsung masuk kedalam kamarnya kemudian membersihkan diri dan setelah itu langsung beristirahat..
Mengetahui sang putra telah kembali, Ibu Istanti pun mengetuk pintu kamar Rangga..
tok...tok..tok...
"Iya masuk..." ucap Rangga yang sedang mengeringkan rambutnya..
__ADS_1
Ibu Istanti pun membuka pintu kamar putranya dan tersenyum..
"Kamu sudah pulang sayang, hemmms pasti cape banget ya? Ini Bunda buatin cokelat panas kesukaan kamu." ucap Ibu Istanti sembari meletakan secangkir cokelat panas di atas meja..
Rangga pun tersenyum..
"Terima kasih Bunda,aku sayang banget sama Bunda." ucap Rangga sembari memeluk sang Bunda..
Ibu Istanti pun tersenyum..
"Ya sudah kamu minum dulu cokelat nya mumpung masih panas sini handuknya biar Bunda simpan." ucap Ibu Istanti dengan lembut..
Rangga pun langsung menyeruput cokelat panas yang di sediakan oleh sang Bunda..
Ibu Istanti pun langsung duduk di sebelah Rangga kemudian bertanya akan sesuatu..
"Ngga bagaimana hubunganmu dengan Dira?"tanya Ibu Istanti dengan tiba tiba..
Rangga pun langsung tersenyum dan menatap sang Bunda..
"Kenapa Bunda kok tiba tiba bertanya tentang itu?" tanya Rangga yang sedikit heran..
Bunda Istanti pun tersenyum..
"Gak apa apa sayang, Bunda hanya ingin kamu segera menjadikan Dira sebagai pendampingmu. Bunda sangat setuju jika kamu bersama Dira, walaupun dia seorang single tapi kita tak boleh melihat masalalunya. Ngga kamu harus berjuang untuk mendapatkan hati Dira Bunda sangat yakin kalian di takdirkan untuk bersama." ucap Ibu Istanti sembari tersenyum..
Rangga pun menjadi bersemangat dan kemudian mengambil ponsel miliknya lalu menghubungi Dira lewat sambungan video call di depan sang Bunda..
__ADS_1