
Dira menantap Nyonya Atmaja yang masih tertidur..
Dira sangat mengerti perasaan sang Bunda bahwa sangat sulit kehilangan putra kesayangannya yaitu Ferdi..
"Bunda, Bunda harus kuat ya demi Dira dan Ayah,Bunda harus bersemangat jangan tinggalkan kami seperti Mas Ferdi.." ucap Dira dalam hatinya...
Waktu berjalan begitu cepat satu bulan sudah kini kepergian Ferdi, Nyonya Atmaja pun kini telah pulih kembali namun Nyonya Atmaja masih diam saja karena masih belum percaya dengan kepergian Ferdi.
Dira melihat Nyonya Atmaja semakin merasa sedih karena Nyonya Atmaja selalu murung dan tak pernah tertawa lagi..
Dira pun mendapatkan telfon dari kampungnya.
Dira di hubungi oleh Ibu Habibah..
Dira pun menarik nafas panjang dan kemudian mengangkat telfon dari Ibunya..
"Assalamualaikum Mbok.." ucap Dira lirih..
"Wa'alaikumsalam Ndok, Ndok kamu kenapa?" tanya Ibu Habibah sembari bertanya..
Dira pun menarik nafas panjang..
__ADS_1
"Mbok,,Mas Ferdi meninggal.." ucap Dira sembari menahan airmatanya..
Ibu Habibah merasa syok setelah mendengar ucapan dari Dira..
"Ndok apa kamu serius? Kenapa dengan suami kamu Ndok? Ndok kamu yang sabar ya Ndok Ibu percaya akan ada hiah di balik semuanya." ucap Ibu Habibah lirih...
Setelah selesai menerima telfon dari sang Ibu, kini Dira kembali ke dapur untuk membuatkan makanan untuk Ayah dan Bundanya...
Dira tatap merawat Tuan dan Nyonya Atmaja seperti biasanya karena Dira tetap menyayangi mereka seperti menyayangi kedua orang tuanya..
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Setelah bertemu dan mengenal Dira kehidupan Rangga berubah,, Rangga selalu saja mengingat Dira walau sejatinya Rangga tahu Dira telah bersuami..
Rangga selalu saja berharap dan berdoa supaya Rangga di pertemukan dengan wanita yang seperti Dira, wanita yang sederhana namun memiliki pesona yang sangat luar biasa..
Rangga sedang melamun ketika sang Bunda Ibu Istanti menghampirinya..
"Sayang kenapa kamu bengong seperti itu?Hemmss apa ada yang sedang kamu pikirkan sayang?" tanya Ibu Istanti sembari tersenyum.
Rangga tersentak dari lamunannya dan tanpa sengaja ponsel Rangga jatuh dan kemudian di ambil oleh Ibu Istanti, Ibu Istanti melihat foto Dira pada ponsel Rangga dan kemudian bertanya..
__ADS_1
"Sayang foto siapa ini? Kenapa kamu tak pernah bercerita sama Bunda kalau kamu telah memiliki kekasih?" tanya Ibu Istanti sembari tersenyum..
Rangga merasa malu mendengar pertanyaan dari sang Bunda, dan kemudian Rangga tersenyum..
"Iya Bunda bantu doain aja ya, jika kami berjodoh suatu hari nanti Rangga akan membawa dia bertemu dengan Bunda." ucap Rangga penuh dengan kepercayaan..
Ibu Istanti pun tersenyum dan kemudian menepuk bahu Rangga..
"Iya sayang Bunda akan selalu mendoakan mu dan sepertinya dia wanita yang sangat baik dan juga tulus. Bunda doakan semoga kalian akan berjodoh ya." ucap Ibu Istanti sembari tersenyum...
Rangga pun tersenyum kemudian memeluk sang Bunda..
"Makasih ya Bunda. Bunda kan tahu bahwa aku tak pernah dekat dengan wanita manapun selalu ini tapi setelah aku beberapa kali bertemu dengan wanita ini hati Rangga merasakan ada sesuatu Bunda, Bunda apakah ini yang di nama kan cinta?" tanya Rangga kepada sang Bunda..
Ibu Istanti pun tersenyum..
"Rupanya putra Bunda ini telah jatuh cinta ya, iya sayang itu namanya cinta semoga saja Allah memudahkan semuanya ya." ucap Ibu Istanti sembari memeluk Rangga..
Rangga pun melanjutkan ucapannya..
"Tapi Bunda, wanita itu telah bersuami?" ucap Rangga hal itu membuat Ibu Istanti kaget bukan kepalang..
__ADS_1
"Sayang apa maksud kamu? Kamu boleh jatuh cinta tapi kamu gak boleh merebut wanita manapun dari siapapun. Kecuali kalau kamu memang di takdir kan berjodoh dengannya." ucap Ibu Istanti mencoba menyakinkan Rangga...