
Dira kini berusaha keluar dari himpitan perasaannya karena kehilangan Ferdi..
"Aku harus keluar dari semua ini, aku harus melanjutkan hidupku dan aku harus berjuang untuk kedua keluargaku saat ini. Aku harus bisa melewati semua ini dan aku yakin aku pasti bisa." ucap Dira sembari mental wajahnya lewat pantulan cermin...
Dira pun mencoba meneruskan usaha yang di tinggalkan oleh Ferdi,,dan Dira pun mencoba untuk memperbaiki semuanya kembali..
Dira meneruskan usaha butik yang sengaja di belikan oleh Ferdi sebelum Ferdi meninggal dunia..
Dira pun mencoba memulai semuanya kembali..
"Bismillah semoga kedepannya aku bisa membahagiakan kedua keluargaku.." ucap Dira sembari tersenyum...
Enam bulan sudah semenjak kepergian Ferdi kini usaha Dira semakin berkembang. Dira bertemu dengan Pak Susilo Ayah dari Manda di butik milik Dira.
"Maaf apa kamu yang bernama Dira?"ucap Pak Susilo sembari tersenyum..
Dira pun menatap kearah Pak Susilo dan kemudian tersenyum..
"Iya Pak ada yang bisa saya bantu?" tanya Dira sembari tersenyum..
__ADS_1
Pak Susilo pun tersenyum kemudian menjabat tangan Dira..
"Kenalin saya Susilo." ucap Pak Susilo sembari tersenyum..
Dira pun kaget bukan kepalang setelah mendengar ucapan Pak Susilo..
"Iya Pak maaf ada yang bisa saya bantu?" tanya Dira dengan sedikit gemetar..
Pak Susilo tersenyum kemudian menatap wajah Dira yang nampak bingung dan ketakutan..
"Jangan takut anak cantik Bapak gak akan berbuat macam macam.. Sebelumnya maafkan Bapak ya karena putri Bapak telah membuat kehidupan kalian seperti ini. Aku mohon maafkan kami maafkan Bapak yang tak bisa mendidik Manda dengan baik." ucap Pak Susilo setengah memohon...
"Sudahlah Pak, InsyaAllah kami semua ikhlas lahir batin. Mungkin ini yang terbaik buat Mas Ferdi.." ucap Dira lirih..
Pak Susilo pun menawarkan suntikan dana untuk membesarkan usaha milik Dira. Dan Pak Susilo pun menjelaskan bahwa Pak Susilo susah mengetahui kalau Ferdi telah mempunyai istri lagi dan Pak Susilo tahu jika wanita yang berada di hadapannya sekarang adalah istri siri Ferdi..
"Maafkan aku Pak yang telah masuk kedalam kehidupan Mas Ferdi dan Manda. Seandainya saja aku bisa menolak mungkin semua tak akan terjadi. Ini semua adalah salahku." ucap Dira sembari tertunduk malu..
Pak Susilo menarik nafas panjang dan membuangnya secara berlahan..
__ADS_1
"Ini bukan salah kamu Nak, sudahlah ini adalah takdir dan Bapak tak mau mempermasalahkan semuanya. Asal kamu tahu Dira sebelumnya Ferdi telah menceritakan semuanya. Kamu adalah wanita yang baik Nak dan kamu pantas untuk bahagia." ucap Pak Susilo sembari tersenyum...
Dira pun semakin tak mengerti dengan ucapan Pak Susilo...
"Tapi Pak, karena saya kini Manda harus berada di penjara untuk waktu yang sangat lama. Dan aku minta maaf untuk semuanya itu Pak." ucap Dira sembari memohon meminta maaf...
Pak Susilo memegang bahu Dira.
"Sudahlah Nak, Bapak gak marah kok sama kamu Bapak justru bersyukur karena telah membuat Manda berada di penjara, siapa tahu setelah itu Manda akan berubah menjadi wanita yang jauh lebih baik." ucap Pak Susilo sembari tersenyum..
Dira merasa lega karena ternyata Pak Susilo tak marah kepada dirinya.
"Iya Pak, terima kasih banyak. Oh iya Pak ada yang bisa saya bantu lagi?" tanya Dira sembari tersenyum..
Pak Susilo pun membeli beberapa potong baju untuk istrinya. Bahkan Pak Susilo pun memberikan cek dengan nominal yang fantastis dan Pak Susilo tak mau jika Dira menolaknya..
"Tapi Pak ini buat apa?" tanya Dira sembari kebingungan..
"Terimalah dan Bapak gak mau jika kamu tolak." ucap Pak Susilo sembari pergi meninggalkan Dira..
__ADS_1