
Dira masih terdiam sesaat setelah mendengar ucapan Rangga,hatinya bercampur aduk namun Dira belum berani mengakui perasaannya sendiri.
"Berikan aku waktu Mas, aku akan memberikan jawaban setelah aku kembali ke Jakarta,aku ingin melibatkan kedua orang tuaku dan Allah Mas. Jika memang nanti Mas Rangga yang terbaik menurut Allah dengan senang hati aku pasti akan menerimanya."
Ucapan Dira seolah membuat Rangga mengerti bahwa Dira tidak ingin buru buru memberikan jawaban karena Dira sendiri pernah gagal dalam rumah tangganya dan Dira tak mau gagal untuk kedua kalinya..
"Terserah kamu saja Dir,aku kan sudah bilang aku akan menunggu jawaban kamu setelah kamu yakin. Dan aku tak akan kecewa dengan apapun keputusan kamu nanti. Kamu sangat tepat jika kamu melibatkan orang tua kamu dan Allah ketika kamu mau mengambil keputusan besar,begitupun dengan aku. Aku sendiri pun melibatkan kedua orang tuaku dan juga Allah ketika aku memilihmu, semoga kita memang di takdirkan untuk saling melengkapi."
Kata kata Rangga membuat Dira terisak, Dira tak pernah menyangka bahwa sejatinya kedua orang tua Rangga telah tahu bahwa Rangga mencintai Dira dan mungkinkah mereka setuju..
"Amin Mas semoga saja apa yang menjadi tujuan kita itu sama,walaupun tidak aku yakin Allah tahu mana yang terbaik untuk kita MenurutNya."
Setelah sekian lama berbincang bahkan sampai tengah malam, Dira pun melihat jam dinding yang ada di kamarnya jam menunjukan telah pukul 01 dini hari.
"Mas ini sudah lewat tengah malam, Mas harus istirahat Mas seharian kan kerja pasti leleh."
Rangga pun melirik arloji yang melingkar di lengannya..
__ADS_1
"Iya Dir gak kerasa ya sudah selarut ini, ya sudah kamu juga langsung istirahat ya kamu nanti sakit. Jangan dipikirkan semuanya bairlah Allah yang akan menuntun jalan kita kedepannya. Kamu istirahat ya akupun merasa lelah dan mau segera tidur sampai besok calon bidadari syurgaku."
Dira pun tersipu mendengar kalimat terakhir dari Rangga hatinya merasakan bahagia karena Rangga adalah satu satunya orang yang selalu bikin hari Dira merasa ceria dan bahagia..
"Iya Mas, kamu istirahat ya dan aku akan menutup telfonnya." ucap Dira sembari tersenyum...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada keesokan harinya Dira bangun pagi pagi sekali semalaman Dira tak bisa tidur memikirkan ucapan Rangga, pada pagi harinya Dira pun mengajak orang taunya beserta Ayah dan Ibu mertuanya untuk berbicara.
Dira memberanikan diri untuk mengajak keempatnya berbicara..
Pak Anton pun tersenyum dan kemudian menyuruh putri kesayangnya untuk berbicara..
"Ada apa Ndok sepertinya serius kamu duduk dulu dan bicaralah. Kami akan mendengarkannya.
Dira pun langsung duduk kemudian mengambil nafas panjang dan membuangnya secara berlahan..
__ADS_1
"Pak, Mbok ada seorang lelaki di kota yang ingin meminang Dira,Dira belum memberikan jawaban Dira ingin meminta pendapat sama kalian terlebih dahulu."
Dira menjelaskan sembari menunduk bahkan Dira tak berani menatap wajah Bapaknya..
Ibu Habibah dan Bunda Atmaja tersenyum..
"Bunda senang kalau kamu bisa melanjutkan hidup kamu sayang, jika kamu sudah yakin kami akan mendukungnya.Kamu memang harus kembali menata kehidupan kamu dengan lelaki yang akan menjaga dan melindungi kamu kelak,Bunda sangat yakin Ferdi di sana pun akan bahagia melihat kamu bahagia."
Bunda Atmaja segera bangun dan mendekat kearah Dira..
"Kami akan mendukungnya siapa lelaki beruntung itu?"
tanya Bunda Atmaja lirih..
Kedua orang tua Dira juga tak keberatan dengan apapun keputusan Dira kelak karena kehidupannya Dira sendiri yang menjalani mereka sebagai orang tua hanya menginginkan yang terbaik untuk putri kesayangannya..
"Bapak dan si Mbok gak pernah keberatan Ndok, siapapun lelaki itu Bapak yakin kamu akan bahagia bersama dia kelak. Jika perasaan kamu sendiri menerimanya kamu harus secepatnya memberikan jawaban dan segeralah membawa kabar baik itu kepada kami."
__ADS_1
Pak Anton tersenyum kemudian suasana yang semepet menegang kembali mencair. Semua anggota keluarga pun mengizinkan Dira untuk memulai babak baru dalam kehidupannya dengan lelaki yang benar benar mencintai Dira yaitu Rangga..