Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 38


__ADS_3

Manda pun menyusun rencana untuk melenyapkan Dira karena Manda tak pernah mau melihat Dira bahagia bersama Ferdi suaminya sendiri...


"Dira kamu tunggu saja pembalasan ku aku akan pastikan kalau aku gak bisa mendapatkan Ferdi kamu juga gak boleh memilikinya." ucap Manda sembari tertawa..


Satu minggu telah berlalu kini Dira telah di perbolehkan untuk pulang kerumahnya.


Dira sangat senang karena Dira sudah sangat bosan berada di rumah sakit..


"Mas sebelum kita pulang aku ingin kamu memebelikan aku kue tart kan hari ini adalah hari ultah Bunda." ucap Dira sembari tersenyum..


Ferdi sendiri lupa bahwa hari ini adalah hari ultah sang Bunda dan Ferdi tersenyum karena ternyata Dira justru mengingatnya..


"Makasih ya sayang karena kamu telah mengingat hari yang paling bersejarah di kehidupannya.." ucap Ferdi sembari mencium kening Dira..


Dira pun tersenyum setelah mendengar pujian dari sang suami, Dira sangat ingin membuat hari hari Bunda menjadi hari bahagia di masa tuanya..


"Iya Mas ya sudah sekarang kita bersiap dulu ya. ?" ucap Dira dengan sangat gembira..


Singkat cerita kini Dira dan Ferdi telah sampai di rumah mereka dan sebelum pulang Dira dan Ferdi telah membelikan satu hadiah buat sang Bunda dan juga membelikan kue sebagai tanda bahwa mereka mengingat ultah sang Bunda..


Nyonya Atmaja sangat senang karena mendapatkan suprise dari menatu dan putranya..

__ADS_1


"Terima kasih ya sayang, Bunda saja lupa hari ini hari apa?"ucap Nyonya Atmaja sembari tersenyum..


Dira langsung memberikan hadiah kepada sang Bunda dan Nyonya Atmaja menerimanya dengan suka cita.


Manda yang melihat Dira menjadi tambah membencinya, karena Manda selalu merasa kalah bersaing dengan Dira. Padahal Manda tahu Dira hanyalah seorang pembantu yang naik pangkat setelah berhasil merebut hati dan cinta suaminya..


Manda meluapkan semua emosinya dengan membanting barang barang yang ada di kamarnya.


Karena mendengar suara bising dari kamar Manda Ferdi dan keluarga pun menghampiri Manda yang telah mengamuk..


"Kamu apa apaan si Manda?" tanya Ferdi ketika membuka pintu dan melihat seisi kamar yang berantakan..


Manda menatap kearah Ferdi dan langsung meneriakinya..


Ferdi pun mendekati Manda mencoba menenangkannya..


"Manda hentikan perbuatanmu? Kamu kan tahu alasannya apa. Jika kamu sudah tak sanggup lagi hidup seperti ini ya sudah kita bercerai saja. Aku tahu kok kamu dalang di balik penculikan Dira. Mulai hari ini aku talak kamu aku gak perduli kamu mau kasih tahu Papi atau gak, mulai hari ini aku jatuhkan talak kepadamu." ucap Ferdi sembari menatap kearah Manda..


Ferdi sudah tak tahan menghadapi sikap Manda yang menurutnya sangat keterlaluan..


Manda jelas tak terima dengan apa yang sudah di lontarkan oleh Ferdi..

__ADS_1


"Jangan berharap aku akan melepaskan kalian begitu saja Mas.. Aku gak mau kamu cerikan titik." ucap Manda sembari tertawa.


Manda yang gelap mata saat itu, Manda melihat gunting yang ada di atas meja kemudian menatap Dira. Manda mengambil gunting itu dan berlari kearah Dira..


Manda menarik tangan Dira dan kemudian mengarahkan gunting itu tepat di perut Dira..


"Jika aku tak bisa mendapatkan Mas Ferdi maka kamu juga tek berhak." ucap Manda sembari tertawa..


Ferdi yang marah karena melihat Dira hendak di bunuh di depan matanya pun langsung berlari mencoba menggagalkan niat Manda..


Tiba tiba saja Ferdi menarik tangan Dira dan menggantikan posisinya sehingga perut Ferdilah yang tertusuk.


Sontak semua orang langsung berteriak melihat Ferdi tersungkur..


"Masssssssssss...." ucap Dira sembari berteriak..


Manda yang melihat Ferdi telah tersungkur dan bersimbah darah pun ikut berteriak dan berusaha membangunkan Ferdi..


"Mas bangun Mas maafkan aku.." ucap Manda sedikit berteriak..


Setelah beberapa saat ambulance baru saja sampai dan Ferdi langsung di larikan kerumah sakit..

__ADS_1


Ferdi terlihat sangat lemah karena kehilangan banyak darah..


__ADS_2