Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 50


__ADS_3

Rangga semakin bersemangat untuk mengejar cinta Dira, wanita yang sangat dia cintai..


" Terima kasih Bunda, Rangga pasti akan mendaptkan dia bagaimanapun caranya."ucap Rangga yang kegirangan karena telah mendaptkan restu dari sang Bunda.


Ibu Istanti pun tersenyum melihat putra semata wayangnya nampak sangat bahagia dan bersemangat dalam mengejar cinta dari wanita yang di cintainya tersebut..


"Semangat sayang, Bunda yakin suatu saat nanti kamu pasti akan mendapatkannya."ucap Ibu Istanti sembari tersenyum..


Rangga pun langsung memeluk sang Bunda dengan sangat erat..


"Terima kasih Bunda, aku sayang sama Bunda."ucap Rangga dengan raut wajah yang di penuhi kebahagiaan..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dilain tempat..


Setelah sampai di boutiq Dira langsung mengerjakan semua yang bisa dia kerjakan, terutama Dira fokus pada gaun pesanan dari Ibu Istanti..


Tiba tiba saja Dira teringat akan ucapan Rangga, laki laki yang dulu sangat baik kepadanya yang menyelamatkanya dari sekapan Aldo dan kawan kawannya.


"Dia pasti hanya bercanda, mana mungkin dia serius. Lagi pula aku harus fokus pada usahaku dan juga aku harus fokus pada Ayah dan Bunda juga Bapak dan Ibu di kampung juga." grutu Dira dalam hatinya.

__ADS_1


Dira pun kembali fokus untuk mengukur semua bahan yang dia butuhkan karena Dira tidak ingin mengecewakan pelanggan setianya..


Ketika sedang asik mengerjakam pekerjaannya tiba tiba saja ponsel Dira berdering. Panggilan masuk dari nomer yang tidak dia kenal, dan Dira pun mengangkat telfonnya..


"Assalamualaikum."ucap Dira sembari mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam Dir kamu lagi sibuk ya?"tanya seseorang yang tak asing bagi Dira..


Dira pun terdiam sejenak dan langsung membalas ucapan seseorang yang berada jauh di sebrang sana..


"Iya lumayan sibuk,ada apa Mas Rangga?"tanya Dira lirih..


Rangga pun tersenyum di sebrang sana, Rangga sangat senang karena mendengar suara Dira yang lemah lembut..


Rangga pun tersentak dari lamunanya..


"Aku kira kamu gak sibuk, aku mau ngajak kamu makan malam nanti apa kamu bisa? Pliss jangan nolak ya?" ucap Rangga sembari memohon kepada Dira..


Dira pun bingung mau jawab apa dan bagaimana.


"Maaf Mas kayaknya aku gak bisa, soalnya aku juga harus pulang karena aku harus mengecek kondisi sang Bunda yang lagi agak kurang sehat." ucap Dira sembari tersenyum..

__ADS_1


Rangga pun agak kecewa dengan penolakan Dira.


"Ya sudah kalau begitu, tapi kamu harus hati hati ya terus kamu juga jangan lupa makan."ucap Rangga sembari tersenyum..


Dira pun kaget mendengar ucapan Rangga yang sangat perhatian kepadanya.


"Iya Mas terima kasih, kamu juga ya Mas jangan lupa makan juga. Maaf banget ya Mas." ucap Dira dengan lembut..


Setelah selesai telfon Dira pun tersenyum tanpa sengaja memikirkan Rangga yang begitu perhatian kepadanya..


Dira pun mencoba untuk menepiskan perasaannya karena Dira sadar kasta mereka itu berbeda..


Sementara Rangga pun bersorak gembira karena berhasil menelfon Dira hal itu pun membuat Rangga lebih bersemangat untuk berkarir demi membuat bahagia wanita yang samgay di cintainya kelak..


Rangga pun langsung pergi ke kantor padahal waktu sudah menunjukan pukul dua siang..


"Sayang kamu mau kemana?"tanya Ibu Istanti sembari menatap kearah sang putra yang sedang menuruni anak tangga..


Rangga pun menatap kearah sang Bunda..


"Bunda. Rangga mau ke kantor Bund ada kerjaan yang harus di selesaikan." ucap Rangga sembari tersenyum..

__ADS_1


Ibu Istanti pun tersenyum karena melihat sang putra yang begitu bersemangat..


__ADS_2