Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 60


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang Rangga selalu teringat sama wajah Dira, wajah yang selalu membuat hatinya berdetak lebih kencang dari sebelumnya..


"Kamu sangat cantik hari ini Dir, kamu telah berhasil mengunci hatiku dan aku berjanji aku akan selamanya mencintaimu dan aku akan segera mengungungkapkan perasaanku sama kamu."ucap Rangga dalam hatinya..


Sebaliknya dengan Dira,Dira pun tak bisa melupakan wajah Rangga apakah dia telah jatuh cinta kepada Rangga..


Dira pun menjadi sedikit gelisah dan mencoba membuang semua perasaannya terhadap Rangga laki laki mapan yang tak pantas untuk dia miliki..


Pada keesokan paginya Dira pagi pagi sekali telah pergi ke butiq karena hari ini Dira berencana akan pulang ke kampung halamananya di banyumas karena mau menghadiri acara kelululusan sang adik yang telah berhasil menjadi juara satu di sekolahnya..


Dira juga tak lupa berpamitan kepada Bunda Atmaja dan Ayah Atmaja bahkan mereka antusias ingin ikut bersama Dira ke kampung halamananya..


Dira menjadi sangat senang karena kedua orang tua almarhum suaminya begitu menyayanginya bahkan ingin ikut bersama Dira untuk mrngunjungi kampung halamannya..


Sementara itu Rangga pagi oagi juga telah berada di butiq milik Dira, bahkan Rangga membawakan buket bunga mawar merah untuk Dira..

__ADS_1


"Mas Rangga ngapain pagi pagi telah berada disini?"tanya Dira sembari menatap kearah Rangga.


Rangga pun tersenyum dan kemudian memberikan buket bunga yang dia bawa kepada Rangga..


"Ini untuk kamu Dir?Aku harap kamu mau menerimanya?"ucap Rangga sembari tersenyum dengan sangat manis..


Dira semakin bingung dengan perlakuan Rangga terhadap dirinya..


"Mas ini maksudnya apa?"tanya Dira seolah tak mengerti.


"Dir mungkin aku bukanlah lelaki yang baik dan pantas untuk kamu,tapi aku pengin kamu tahu tentang isi hatiku yang sebenarnya. Dir aku mencintaimu apakah kamu mau menerimaku dan apakah kamu mau menghabiskan sisa hidupmu bersamaku?"ucap Rangga yang membuat Dira merasa tak percaya..


Dira masih diam saja tanpa memberikan jawaban apapun, Dira masih belum percaya dengan apa yang Dira dengar dari bibir Rangga..


"Dir apakah kamu mendengarkan ucapanku?"ucap Rangga sembari menyentuh langan Dira..

__ADS_1


Dira pun kaget karena tiba tiba saja Rangga menggenggam tangannya..


"Jika kamu belum bisa menjawab sekarang gak apa apa Dir aku akan menunggu sampai kapanpun karena jujur aku sudah menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu?Dan saat aku tahu kamu telah menikah hatiku sangatlah hancur tapi sekarang aku akan berjuang untuk cintaku karena kamulah satu satunya wanita yang sepesial dalam hidupku."ucap Rangga yang semikin membuat Dira merasa galau..


Dira pun tersenyum..


"Mas aku hanyalah seorang wanita yang penuh dengan kekurangan dan kamu tahu Mas aku bukanlah wanita yang pantas buat kamu Mas."ucap Dira sembari menitikan airmata..


Rangga pun menghapus airmata Dira..


"Kamu adalah wanita yang terbaik yang Allah kasih buat aku, dan aku gak perduli seberapa buruk masalalu kamu dan aku juga gak perduli seberapa lama aku harus menunggumu aku yakin suatu saat nanti kamu juga akan bisa menerimaku. Aku akan selalu menunggu Dir."ucap Rangga sembari tersenyum..


Dira sudah tak dapat berkata kata lagi. Dira pun tersenyum..


"Terima kasih Mas, dan aku harap Mas mau memberiku waktu aku akan segera menjawabnya jika hatiku telah yakin. Karena aku tak mau mengecewakanmu Mas."ucap Dira sembari tersenyum..

__ADS_1


Rangga pun tersenyum dan kemudian mengajak Dira untuk sarapan bersama di sebuah cafebtak jauh dari butiq milik Dira..


__ADS_2