Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 73


__ADS_3

Dira pun baru saja kembali dari butiknya..


Dira kaget melihat Dhika dan Ayah Atmaja sedang berbincang dengan begitu bahagia dalam hati Dira tersenyum melihat kebahagiaan yang di rasakan Ayah mertuanya semenjak kepergian Ferdi...


"Assalamualaikum.." ucap Dira membuat Dhika dan Ayah Atmaja kaget melihat kedatangan Dira..


"Waalaikumsalam,Mbak baru pulang?" ucap Dhika sembari berdiri dan mencium punggung tangan Dira...


Dira pun tersenyum dan kemudian menepuk punggung Dhika...


"Iya Mbak sudah sedari tadi. Mbak kok pulangnya telat?" tanya Dhika sembari menatap wajah letih sang kakak.....


Dira pun tersenyum.


"Iya Dhik,tadi banyak banget hal yang harus Mbak kerjakan dan juga Mbak harus mengecek banyak hal yang beberapa minggu Mbak tinggal pulang." ucap Dira sembari melepaskan sepatu yang dia pakai..


Dhika pun mendekati Dira sembari membawakan segelas air putih.


"Minum dulu Mbak pasti Mbak capek?" ucap Dhika sembari menyodorkan segelas air putih yang dia bawa..

__ADS_1


"Terima kasih ganteng.." ucap Dira sembari tersenyum...


Setelah selesai bersih bersih Dira langsung turun kembali ke lantai bawah untuk menikmati makan malam bersama keluarganya..


"Wah malam ini Bunda masak istimewa ya?" tanya Dira yang melihat begitu banyak makanan.


Bunda Atmaja pun tersenyum dan kemudian mengambilkan Ayah Atmaja nasi berserta lauk pauknya..


"Iya Sayang ini memang istimewa bagaimana tidak besok Dhika sudah bekerja paruh waktu dan juga sebentar lagi Dhika juga masuk kuliah."ucap Bunda Atmaja sembari tersenyum bahagia..


Dira sendiri kaget mendengar bahwa Dhika sudah mendapatkan pekerjaan,kenapa kedua orang tua sambungnya sudah mengetahui tetapi dirinya belum?


Dhika pun menatap kearah Dira dan kemudian tersenyum..


Dira pun menatap heran kearah sang adik..


"Kamu harus hati hati Dhik,apalagi ini Jakarta." ucap Dira memastikan tentang keputusan yang adiknya ambil.


Dhika pun tersenyum..

__ADS_1


"Insyaallah dia orang yang baik Mbak bahkan sangat baik." ucap Dhika dengan penuh keyakinan..


Setelah selesai makan malam bersama Dira kembali ke dalam kamarnya tapi pikirannya belum tenang semenjak mendengar bahwa Dhika telah mendapatkan pekerjaan ada perasaan takut jika adik kesayangannya mendapatkan kesulitan..


Ketika sedang berfikir keras tiba tiba saja ponsel Dira brdering ternyata panggilan dari Rangga sang kekasih hati..


Rangga melihat Dira sedang memikirkan sesuatu..


"Sayang kamu kenapa? Kok seperti ada yang sedang kamu pikirkan?" tanya Rangga sembari menatap wajah Dira lewat ponsel miliknya..


Dira pun tersenyum..


"Iya Mas,aku memikirkan Andhika adikku. Dia baru di Jakarta tapi katanya dia ingin sekali kerja paruh waktu dan Mas tahu katanya dia sudah mendapatkan pekerjaan. Aku takut Mas jika nanti Dhika mendapatkan kesulitan.." ucap Dira mencoba terbuka kepada Rangga..


Rangga pun tersenyum...


"Kamu jangan khawatir sayang kamu percaya kan sama aku? Aku akan membimbing Dhika dengan caraku." ucap Rangga keceplosan..


Dira pun menjadi tambah kaget setelah mendengar ucapan Rangga..

__ADS_1


"Maksud Mas bagaimana aku gak ngerti?"ucap Dira lirih..


Rangga pun terpaksa menjelaskan tentang kejadian tadi siang yang dimana Dhika membantu Rangga ketika pulang dari butik milik Dira, dan Rangga juga menjelaskan bahwa Rangga berhasil memenangkan tander dengan nilai yang fantastis.Dan sebagai ucapan terima kasih Rangga meminta Dhika untuk bergabung dengan perusahaannya..


__ADS_2