
Rangga langsung melajukan mobilnya menuju kantornya untuk mengerjakan sesuatu, Rangga juga semakin bersemangat untuk sukses sebelum dia memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya kepada Dira..
Di lain tempat..
Dira pun menunda pekerjaannya dan kemudian pergi menuju rutan untuk menjenguk Manda..
Dira pun tak lupa membawakan Manda sesuatu..
Sesampainya di rutan Dira bertemu dengan Pak Susilo Ayah dari Manda..
"Om kebetulan sekali kita bertemu disini?"ucap Dira sembari mencium tangan Pak Susilo..
Pak Susilo pun tersenyum dan kemudian menepuk bahu Dira..
"Iya Nak, terima kasih ya karena kamu sudah mau menjenguk Manda putriku. Maafkan Om juga karena Om tak bisa menjadi Ayah yang baik buat Manda sehingga membuat Manda gelap mata seperti itu."ucap Pak Susilo sembari menitikan airmata..
Dira pun langsung menghapus airmata Pak Susilo dengan lembut..
"Om jangan menyesali apapun, semuanya sudah terjadi lagi pula kami sudah ikhlas dan kami juga sudah merelakan kepergian Mas Ferdi."ucap Dira yang kembali bersedih ketika mengingat Ferdi..
Pak Susilo pun menjadi ikut sedih karena mengingat bagaimana dulu Ferdi memperlakukannya bahkan Ferdi jauh lebih baik dari anak kandungnya sendiri..
__ADS_1
Pak Susilo pun merasa sangat syok dan terpukul ketika tahu Ferdi meninggal di tangan putri kesayangannya Amanda.
"Maafkan Om ya Dira, kamu memang wanita yang terbaik, pantas saja jika Ferdi begitu mencintaimu sikap dan sifat kamu berbeda dengan Manda putriku."ucap Pak Susilo sembari tersenyum.
Setelah selesai berbincang kini Dira dan Pak Susilo pun menemui Manda secara bersama sama..
"Kita jenguk Manda bersama sama, dan Om sangat yakin Manda pasti akan bahagia melihat kamu menemuinya."ucap Pak Susilo sembari tersenyum..
Dira pun mengangguk dan kemudian tersenyum.
"Iya Om semoga saja Mbak Manda mau menerima kehadiranku."ucap Dira sembari mengikuti Pak Susilo dari belakang..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Manda pun keluar bersama seorang petugas yang mengantarkannya..
"Papi...."ucap Manda sembari mencium tangan sang Ayah..
Pak Susilo pun tersenyum dan langsung memeluk Manda dengan sangat erat..
"Sayang putriku apa kamu baik baik daja kamu sehatkan?"tanya Pak Susilo sembari mernatap kearah sang putri..
__ADS_1
Manda pun mengangguk kemudian menatap kearah Dira yang berada persis di belakang sang Ayah..
"Dira kamu kesini lagi?"tanya Manda sembari menatap kearah Dira..
Dira pun tersenyum dan kemudian mendekat kearah Manda..
"Iya Mbak, bagaimana kabar kamu apa kamu baik baik saja?"tanya Dira sembari tersenyum..
Manda pun tersenyum sembari menerima uluran tangan Dira..
"Aku baik kok Dir, Alhamdulillah."'ucap Manda sembari tersenyum..
Kini Manda, Pak Susilo dan Dira mereka sedang berbincang sebelum Manda kembali kedalam sel'nya.
Terlihat raut bahagia di wajah Manda karena kehadiran sang Ayah yang menemuinya.
Manda pun tersenyum karena merasa bahagia mendapatkan banyak perhatian dari orang orang yang perduli dengannya.
"Dira terima kasih ya karena kamu mau menjenguk aku kesini, Dira maafkan atas apa yang telah aku lakukan selama ini. Maafkan aku juga karena sikap egois aku membuat kita sama sama kehilangan lelaki yang kita cintai maafkan aku ya Dir maafkan aku."ucap Manda sembari memegang tangan Dira..
Dira pun merasa sedih saat melihat airmata Manda yang mengalir dengan derasnya..
__ADS_1
"Mbak, aku sudah memaafkan Mbak sjak dulu yang terjadi biarlah terjadi yang terpenting kita harus bisa ikhlas dan berdamai dengan masalalu kita. Mbak juga harus bisa mengikhlaskan kepergian Mas Ferdi ya,Mbak juga harus bisa memaafkan diri Mbak sendiri."ucap Dira sembari memeluk Manda..
Tangis Manda semakin pecah seketika setelah mendengar ucapan Dira, Manda tak pernah menyangka bahwa sikap dewasa Dira membuat Dira semakin terlihat sebagai wanita yang tangguh...