Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 49


__ADS_3

Dira tengah sampai di butik miliknya, Rangga pun menatap kearah Dira kemudian tersenyum..


"Sudah sampai"


Rangga pun memanggil Dira yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu..


"Dira sudah sampai." Rangga lagi lagi mengulangi ucapannya..


Dira yang tertegun dari lamunannya pun langsung menatap kearah Rangga..


"Maaf aku lagi gak fokus, terima kasih sudah mengantarkanku hingga kesini. Mas hati hati ya di jalan." Dira pun kemudian turun dari dalam mobil milik Rangga..


Rangga pun menghentikan langkah Dira.


"Tunggu,apa aku boleh meminta kontak kamu?"


Kini Rangga sudah tak malu malu lagi setelah Rangga tahu bahwa kini Dira sendiri..


Dira pun kaget setelah mendengar bahwa Rangga menginginkan nomer kontak miliknya..


Dira pun tersenyum kemudian meminta ponsel Rangga..


"Bisa pinjam ponsel kamu Mas, biar aku masukan nomerku disana."


Rangga pun langsung memberikan ponsel miliknya sembari tersenyum..

__ADS_1


Dira langsung memasukan nomer kontaknya kemudian Dira turun dari mobil milik Rangga.


Rangga pun langsung ikut turun dan kemudian membantu Dira menurunkan semua barang barang miliknya..


"Terima kasih ya Mas, maaf jika aku merepotkan?"


Dira pun menatap kearah Rangga kemudian tersenyum..


Rangga semakin terpesona setiap kali melihat senyuman Dira, senyuman yang telah membuatnya jatuh cinta dan juga yang membuat Rangga bertekad untuk mengejar cinta Dira apapun caranya..


"Gak usah sungkan Dir, anggaplah aku ini sebagai temanmu itu pun jika kamu tak keberatan?"


Ucapan Rangga membuat jantung Dira sedikit berdetak lebih kencang..


Dira pun lagi lagi tersenyum dan kemudian mengangguk..


Setelah mengantar Dira ke boutiq, Kini Rangga memutuskan untuk kembali keruamhnya karena dia memang sangat malas untuk kekantor hari itu..


Ke kantor adalah alasan Rangga supaya Dira mau di antar olehnya dan juga Rangga bisa sedikit dekat dengan wanita yang telah mengambil hatinya...


Ibu Istanti pun kaget melihat Rangga yang tiba tiba talah berada di rumah..


"Sayang bukankah kamu tadi bilang mau ke kantor?"


Ucapan sang Bunda membuat Rangga yang hendak menaiki anak tangga pun menghentikan langkahnya..

__ADS_1


Rangga memutar badannya kemudian menatap kearah Sang Bunda..


"Gak jadi Bunda, hari ini Rangga sedang ingin di rumah saja."


Rangga pun tersenyum sembari menggaruk kepalanya yang sebenarnya gak terasa gatal..


Ibu Istanti merasakan ada sesuatu pada diri putranya semenjak bertemu dengan Dira..


"Ngga apa kamu masih menyukai Dira?"


ucapan sang Bunda berhasil membuat mata Rangga terbelalak.


Rangga pun tersenyum dan kemudian menatap sang Bunda dengan tatapan yang penuh dengan arti..


"Bunda aku menyukai Dira jauh sebelum aku mengenalnya, aku menyukai senyum wanita itu semenjak pertama kali kami bertemu. Seandainya Bunda tahu jika aku sangat ingin menjadikan Dira satu satunya wanita di dalam hidupku, namun aku takut jika Ayah dan Bunda tak bisa menerimanya."


Rangga masih menatap dengan tatapan kosong namun hatinya selalu berbicara..


Ibu Istanti yang melihat sang putra bengong pun mengerti satu hal bahwa tak mudah untuk melupakan seseorang yang memang telah masuk kedalam hatinya terlalu dalam..


Ibu Istanti menggoyangkan lengan sang putra dan kemudian tersenyum..


"Jika itu yang membuat kamu bahagia kejarlah, Ayah sama Bunda tak akan pernah melarang kamu dengan siapapun, selama wanita itu baik buat kamu.."


Mata Rangga semakin terbuka lebar setelah mendengar ucapan sang Bunda..

__ADS_1


"Apakah Bunda serius, Bunda akan setuju jika aku mendekati Dira, dan jika itu benar aku sangat bahagia Bunda. Karena jujur Dira satu satunya wanita yang paling aku sayangi di dalam hidupku ini."


Raut bahagia pun terlihat sangat jelas di wajah Rangga yang terlihat sangat percaya diri dapat mendapatkan wanita seperti Dira, wanita pertama yang bisa membuatnya jatuh cinta...


__ADS_2