Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 57


__ADS_3

Dira dan Dimas berdebat karena sebuah gaun hingga tiba tiba Rangga datang dan membuat Dimas terdiam..


"Pagi Dira gaun Bundaku sudah siap?"tanya Rangga sembari tersenyum..


Dira pun menatap kearah Rangga dan kemudian tersenyum..


"Sudah Mas, ini gaunnya sudah selesai."ucap Dira sembari menunjuk kearah gaub tersebut..


Rangga pun menatap laki laki yang berada di depannya, Dia adalah Dimas saingan bisnisnya..


"Senang bertemu anda disini."ucap Rangga sembari tersenyum.


Dira pun menatap keduanya secara bergantian, Dira bingung melihat dua laki laki yang terlihat tampan dan mapan mereka adalah saingan bisnis..


Setelah Dimas pergi Rangga menatap kearah Dira dan tersenyum...


"Apa kamu kenal sama laki laki tadi?"tanya Rangga sembari menatap kearah Dira..


Dira hanya menggeleng dan kemudian mengarakan bahwa Dira baru bertemu dengannya pagi ini namun Dira tak suka dengan cara lelaki itu menatapnya dengan tatapan yang memiliki arti..

__ADS_1


Rangga pun tersenyum dan kemudian memegang kepala Dira dengan berani..


"Mungkin dia mengagumimu,tapi saran aku kamu berhati hati dengan laki laki itu ya dia terkenal dengan **** boy. Dan aku gak mau kamu terluka karena dia atau karena siapapun."ucap Rangga yang semakin menunjukan perhatiannya kepada Dira..


Dira pun merasa tenang dan nyaman berada di dekat Rangga apa lagi mendapatkan perhatian yang lebih dari seorang lelaki yang teramat tampan dan juga baik hati..


Namun Dira menyadari bahwa mereka tak akan bisa bersama karena banyak kekurangan yang Dira miliki dan hal itu yang membuat Dira merasa tak pantas..


"Iya Mas terima kasih.Mas gak ke kantor hari ini? Kok tiba tiba Mas kesini?"tanya Dira sembari menatap kearah Rangga...


Rangga pun tersenyum...


"Kan besok malam adalah malam sepesial buat Ayah dan Bundaku, dan aku berharap kamu mau datang ya keacara Bunda. Plisss aku mohon."ucap Rangga sembari menatap kearah Dira dan sembari memohon..


"Baiklah akan aku usahain."ucap Dira sembari tersenyum..


Rangga pun merasa senang karena Dira mau menerima undangannya.


"Terima kasih Dir, Bunda pasti senang mendengar kabar ini."ucap Rangga dengan girang..

__ADS_1


Tiba tiba Rangga merasa sangat lapar karena ini sudah masuk jam makan siang.


"Dir makan siang yuk aku lapar."ucap Rangga sembari menarik lengan Dira dengan lembut..


Dira pun tersenyum..


"Mas tapi aku tadi bawa makanan dan sayang kalau gak di makan."ucap Dira lirih..


Rangga pun menatap kearah Dira dan kemudian tersenyum..


"Ya sudah deh aku cobain makanan kamu ya, pliss nanti kalau aku pingsan gimana?"ucap Rangga sembari menatap kearah Dira..


Sikap Rangga seperti anak kecil di hadapan Dira wanita yang sangat di cintainya. Dira bisa membuat Rangga bucin seperti layaknya seorang yang sedang di mabuk cinta..


Dira pun tersenyum dan mengangguk. Dira mengambil lunch bok miliknya dan kemudian memberikannya kepada Rangga..


Dira merasa bahagia melihat Rangga dengan lahabnya menikmati makanan yang dia buat, bahkan Rangga bertingkah seperti anak anak di hadapannya hal itu membuat Dira semakin mengagumi Rangga dalam diam..


Rangga pun menatap kearah Dira dan tersenyum..

__ADS_1


Rangga pun mengambil sendok dan menyuapi Dira, awalnya Dira menolak namun Rangga terus memaksa dan akhirnya Dira juga makan bersama dengan Rangga...


Raut wajah bahagia pun terlihat di wajah Rangga, Rangga ingin mewujudkan mimpinya untuk segera meminang Dira untuk menjadi ratu dalam hidupnya...


__ADS_2