Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 22


__ADS_3

Sesampainya di Jakarta Dira dan Ferdi langsung di sambut oleh Nyonya Atmaja dan Tuan Atmaja sangat senang akhirnya mereka kembali ke Jakarta lagi.


"Sayang akhirnya kalian sampai juga. Bunda sangat merindukanmu sayang."ucap Nyonya Atmaja kepada Dira..


Dira pun tersenyum kemudian mencium punggung tangan sang mertua satu persatu..


"Iya Bunda, Dira juga sangat merindukanmu." ucap Dira sembari tersenyum..


"Bagaimana kabar orang tua kamu di sana Sayang? Kok mereka gak di ajak kesini saja.." ucap Nyonya Atmaja lirih..


Dira dan Ferdi sama sama tersenyum kemudian menceritakan bahwa kedua orang tua Dira lebih suka tinggal di kampung daripada di kota..


Ferdi juga menjelaskan bahwa kedua orang tua Dira itu sangat baik dalam hal apapun. Tentu Ferdi menutupi sebuah kebenaran bahwa awalnya pernikahan siri mereka di tentang oleh Ayah Dira namun akhirnya di restui juga..


Ferdi nampak termenung sejenak dan tiba tiba saja Nyonya Atmaja menyentuh bahunya.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa bengong?" tanya Nyonya Atmaja semabri tersenyum..


Ferdi pun menatap kearah sang Bunda dan kemudian tersenyum..


"Gak apa apa Bunda, aku hanya cape saja semalaman nyetir terus rasanya pengin tidur." ucap Ferdi yang kelihatannya sangat letih..


Dira pun melihat bahwa suaminya sangat lelah sehingga mengajak sang suami ke kamar untuk segera beristirahat.


"Mas kamu istirahat dulu ya, Kamu terlihat sangat lelah. Biar aku bikin kan kamu secangkir teh." ucap Dira sembari meninggalkan sang suami lalu pergi ke dapur untuk membuatkan minum..


Manda sangat kesal dengan keberadaan Dira yang selalu membuat dirinya merasa tersingkir di mata sang suami dan juga dimata mertuanya..


Manda menemui Dira yang sedang membuat secangkir teh di dapur..


"Yang baru pulang bulan madu, terlihat sangat menjijikan ya dasar kamu perebut suami orang."ucap Manda mencoba memancing emosi Dira..

__ADS_1


Dira merasa sedih di sebut sebagai perebut suami orang. Karena nyatanya mereka menikah karena ke main sang mertua tapi kenapa seolah Dira di cap sebagai pelakor di mata Manda..


"Maksud Mbk Manda apa ya?" tanya Dira mencoba bersikap setenang mungkin..


Manda menatap kearah Dira.


"Kamu itu ya pura pura gak sadar apa emang kamu gak punya malu. Kamu itu pelakor kenapa si kamu itu kok jadi wanita kejam amat ya, sudah tahu Mas Ferdi itu sudah punya istri kenapa kamu mau di nikahi olehnya? Seharusnya kamu itu dasar diri kamu itu hanya pembantu dan selamanya status kamu hanya pembantu." ucapan Manda semakin membuat hati Dira merasa terluka..


Dira menarik nafas panjang lalu membuangnya secara perlahan..


"Terserah Mbak mau mengatakan aku seperti apa? Yang pasti aku menikahi Mas Ferdi atas dasar restu dari Ayah dan Bunda. Aku juga bukan pelakor yang seperti Mbak bilang. Maaf saya capek." ucap Dira sembari pergi meninggalkan Manda di dapur..


Emosi Manda semakin tersulut setelah mendengar ucapan Dira..


"Kamu gak akan pernah bisa bahagia dan hidup tenang selama aku masih hidup dan aku masih menjadi istri Mas Ferdi. Aku tak akan pernah membiarkan Mas Ferdiku jatuh di pelukanmu. Kamu itu hanya pembantu dan selamanya status kamu teteplah seorang pembantu." gerutu Manda dalam hatinya..

__ADS_1


Manda yang emosi pun kembali kedalam kamarnya kemudian menghubungi Aldo untuk mengajaknya bertemu dan tentunya menghabiskan waktu bersama..


__ADS_2