Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 71


__ADS_3

Sesampainya di kantor Rangga langsung pergi ke ruang rapat karena dirinya hampir saja telat..


"Maaf semuanya saya telat. Jalanan sangat macet dan tiba tiba mobil saya mengalami masalah." ucap Rangga mencoba menjelaskan.


Setelah semuanya berkumpul,rapat pun akan segera di mulai,dan setelah itu semuanya pun berjalan semestinya..


Rangga pun nampak senang karena rapatnya berhasil dan pada akhirnya perusahaan Rangga lah sebagai pemenang tender besar bernilai miliaran rupiah..


Rangga pun tersenyum senang dan tak lupa juga mengucapkan terima kasih kepada tim yang telah membantunya. Dan tiba tiba saja Rangga teringat akan Dhika pemuda yang yelah baik hati menolong dirinya jika tidak mungkin tender besar ini tak akan pernah dia dapatkan..


Rangga pun menghubungi Dhika untuk meminta bertemu dan mengajaknya untuk minum kopi bersama..


Dhika pun mengiyakan permintaan Rangga..


Ketika jam makan siang Rangga dan Dhika bertemu di sebuah cafe tak jauh dari kantor milik Rangga...


Dhika nampak canggung memasuki cafe yang sangat mewah itu. Tak lama ada seseorang melambaikan tangan dan kemudian memanggil nama Dhika..


Dhika pun langsung menemui Rangga..


"Assalamualaikum Mas maaf saya lama dan membiarkan Mas menunggu di sini." ucap Dhika sembari menjabat tangan Rangga.

__ADS_1


Rangga pun tersenyum dan kemudian mempersilahkan Dhika untuk duduk..


"Gak apa apa Dhika,aku juga baru saja sampai." ucap Rangga sembari tersenyum...


Dhika pun duduk berhadapan dengan Rangga..


"Dhika aku ingin mengucapkan banyak terima kasih karena bantuan kamu tadi pada akhirnya aku bisa memenangkan tander yang lumayan besar. Dan sebagai ucapan terima kasih Rangga memberi Dhika uang dengan jumlah yang lumayan..


Dhika hanya tersenyum..


"Maaf Mas saya menolong bukan ingin mengharapkan apapun. Aku ikhlas menolong Mas." ucap Dhika menolak dengan cara yang halus..


Rangga pun menjadi bingung setelah mendengar ucapan Dhika..


Dhika tetap saja menolak..


Rangga semakin salut setelah mendengar penolakan Dhika..


"Ya sudah kalau memang kamu gak mau aku gak maksa. Oh iya kalau boleh tahu kamu tinggal dimana?" tanya Rangga mencoba mengenal Dhika lebih dekat..


Dhika pun tersenyum..

__ADS_1


"Aku tinggal bersama kakak perempuan saya,dan aku baru di Jakarta. Kakak perempuanku menginginkan aku untuk kuliah dan aku mengiyakan dengan satu syarat aku ingin kuliah sembari bekerja. Karena aku tahu kakaku tak mudah mencari uang untuk biaya kuliahku nanti." ucap Dhika terbuka..


Rangga pun semakin salut dengan sosok Dhika..


"Kamu sudah mendapatkan pekerjaan paruh waktu yang kamu inginkan?"tanya Rangga sedikit mencari tahu..


Dhika pun menggeleng sembari tersenyum..


"Belum Mas susah juga cari kerjaan di ibu kota. Benar kata Mbak Dira kalau Jakarta itu keras." ucap Dhika pelan..


Mendengar nama Dira,,Rangga pun langsung menatap kearah Dhika..


"Apa nama panjang kamu Andhika?" tanya Rangga secara tiba tiba..


Dhika pun bingung darimana Rangga bisa tahu tentang namanya..


"Bagaimana Mas tahu?"tanya Dhika penasaran..


Rangga pun tersenyum..


"Aku kenal baik sama kakak kamu, Oh iya kalau begitu bagaimana kalau kamu kerja di perusahaan aku aja. Sekalian kamu belajar di sana?"ucap Rangga membuat Dhika kebingungan..

__ADS_1


Dhika menatap kearah Rangga..


"Mas jangan bercanda bagaimana bisa aku berkerja di perusahaan Mas aku gak ada pengalaman sama sekali.Terus juga bagaimana dengan Mbak aku kalau dia tahu bisa habis aku." ucap Dhika hal itu membuat Rangga tersenyum...


__ADS_2