Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 23


__ADS_3

Hati Dira merasa sangat sedih setelah berbicara dengan Manda yang mengatakan dirinya hanyalah seorang pelakor.


Sesampainya di dalam kamar Dira melihat Ferdi telah terlelap karena kecapean. Dira masih merasakan sakit di hatinya hingga tak kuasa menahan airmatanya yang sudah mulai menggenangi kedua sudut matanya..


Dira meluapkan semua kesedihannya sembari membersihkan diri di kamar mandi..


Dira terisak di kala mengingat ucapan Manda..


"Mungkin memang benar jika saja aku dulu bisa menolak pernikahan ini mungkin tidak akan ada banyak hati yang terluka. Seandainya saja aku bisa memutar waktu mungkin aku tak akan mengalami ini semua." gerutu Dira dalam hatinya sembari terisak..


Samar samar Ferdi pun mendengar suara tangisan dari dalam kamar mandi. Ferdi pun terbangun dan mendekat kearah pintu kamar mandi..


Ferdi mendengar Dira menangis dan sudah dapat di pastikan itu semua karena Manda..


"Manda apa yang telah kamu lakukan kepada Dira? Aku sudah peringatkan untuk tak menyakiti Dira tapi kenapa kamu masih melakukannya." ucap Ferdi sembari berlalu pergi untuk mencari keberadaan Manda..


Ferdi masuk ke dalam kamar Manda namun Manda tak di temukan disana. Ferdi pun pergi kegarasi dan benar saja mobil Manda tak berada di tempatnya..


"Dasar wanita ular, habis membuat masalah malah kamu kabur begitu saja." geram Ferdi sembari kembali pergi ke dalam kamarnya..


🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂

__ADS_1


Kehidupan baru seorang lelaki tampan bernama Rangga Putra Raharjo anak tunggal dari pasangan Istanti Kusuma dan Subakti Raharjo.


Rangga yang selama ini menetap di Amerika pun kini telah memutuskan untuk kembali menetap di Indonesia..


Rangga adalah seorang pengusaha muda yang sangat berbakat di bidang apapun. Rangga sendiri tidak pernah memikirkan siapapun dalam kehidupannya kecuali kedua orang taunya dan karirnya..


Usia Rangga kini sudah 29 tahun, dan Rangga tak pernah mengenal yang namanya pacaran..


"Rangga sayang, ayo bangun waktunya kamu sarapan? Bukankah sebentar lagi kamu harus ke kantor?" ucap Ibu Istanti sembari mengetuk pintu kamar sang putra..


Rangga pun yang baru selesai mandi langsung membukakan pintu kamarnya dan menyuruh Bundanya masuk..


Ibu Istanti pun tersenyum melihat anak kesayangannya yang ternyata sudah bersiap..


"Ya sudah kalau begitu Bunda akan tunggu kamu di bawah ya? Soalnya Ayah juga sudah menunggu kamu."ucap Ibu Istanti sembari meninggalkan Rangga di kamarnya..


Beberapa menit kemudian kini Rangga telah berada di meja makan,Rangga kelihatan sangat tampan dengan balutan jas berwarna hitam dan juga karisma nya semakin terpancar.


"Pagi Bunda..Pagi Ayah.." ucap Rangga sembari duduk di meja makan..


Bapak Subakti pun tersenyum dan menyapa kembali dang putra yang tengah duduk di hadapannya..

__ADS_1


"Pagi juga Rangga, oh iya hari ini kita berangkat bersama ya biar Ayah kenalin kamu sama staf Ayah disana." ucap Pak Subakti sembari menikmati kopi panas yang di suguhkan oleh sang istri..


Rangga pun tersenyum dan kemudian mengangguk..


"Iya Ayah, baiklah."ucap Rangga singkat..


Dilain tempat..


Dira yang baru saja selesai membersihkan diri pun keluar dari kamar mandi dan sangat keget melihat sang suami yang telah bangun dan sedang menikmati teh yang di buat oleh Dira..


"Mas kamu sudah bangun?" ucap Dira sembari mengeringkan rambutnya..


Ferdi pun tersenyum kemudian menyuruh Dira untuk duduk di sebelahnya..


"Sini duduk,ada apa kamu menangis? Ayo ceritakan sama Mas. Kenapa kamu menangis apakah Manda membuat masalah lagi kepadamu." tanya Ferdi sembari menaruh cangkir yang sejak tadi berada di belakangnya..


Dira pun duduk di sebelah Ferdi dan kemudian menggeleng..


"Gak ada apa apa kok Mas, beneran." ucap Dira menutupi sesuatu..


"Baiklah kalau begitu.." ucap Ferdi dengan sedikit curiga bahwa ada sesuatu yang sedang Dira sembunyikan..

__ADS_1


__ADS_2