
Rangga menelfon Dira dengan sambungan video call di depan sang Bunda,tak lama kemudian Dira pun mengangkat telfon Rangga...
Dira pun mengangkat telfon dari Rangga hatinya merasakan campur aduk antara senang dan juga canggunung..
"Assalamualaikum Mas kamu sudah sampai rumah?" tanya Dira dengan lembut....
Rangga pun tersenyum dan kemudian mengangguk..
"Sudah ini juga habis mandi,oh iya kamu gimana disana?" tanya Rangga sembari tersenyum..
Ibu Istanti pun merasa malu karena harus mendengarkan percakapan sang putra..
Dira pun tersenyum..
"Kami baik baik saja disini kok Mas? Sudah malam Mas istirahat ya kan pasti capek kerja seharian." ucap Dira memberikan sedikit perhatian...
Rangga pun mengangguk dan tersenyum..
Tiba tiba saja Rangga mendekati sang Bunda..
"Dira ada Bunda katanya pengin bicara sama kamu." ucap Rangga sembari memberikan ponselnya kepada sang Bunda..
__ADS_1
Ibu Istanti pun tersenyum dan mengambil ponsel milik Rangga..
Sementara mendengar nama Bunda,,Batin Dira menjadi tambah bercampur aduk tak karuan..
"Assalamualaikum Dira, bagaimana kabar kamu disana? Kok kamu pergi gak bilang sama Bunda si." ucap Ibu Istanti lirih, Ibu Istanti meminta Dira untuk memanggilnya Bunda..
Wajah Dira berubah memerah setelah mendengar ucapan Ibu Istanti...
"Waalaikumsalam Bu,kabar Dira baik Bu. Maaf kemarin gak sempat pamit, kabar Ibu sendiri bagaimana?" tanya Dira sedikit gugup..
Ibu Istanti pun tersenyum dan kemudian mereka berbincang sejenak, setelah selesai Ibu Istanti pun memberikan ponselnya kepada Rangga...
Tak perlu waktu lama ponsel Rangga telah berpindah tangan kepada pemiliknya..
Dira merasa malu karena ketahuan masih berhubungan dengan Rangga, Dira takut kedua orang tua Rangga akan menolak dirinya..
"Mas kenapa kamu kasih ponselnya ke Bunda kamu akukan jadi gak enak." ucap Dira lirih..
Rangga pun tersenyum tipis..
"Dari tadi Bunda nanyain kamu terus ya sudah aku telfon kamu saja biar Bunda berbincang sendiri sama kamu. Emangnya kenapa? Bunda itu berharap banyak sama kamu Dir?" ucap Rangga yang membuat Dira semakin bingung...
__ADS_1
Dira pun menatap Rangga..
"Maksudnya berharap apa Mas? Aku gak paham.." ucap Dira sembari menatap wajah Rangga di layar ponselnya ..
Rangga pun menatap Dira dan rasa rindunya kembali menghampirinya..
Rangga pun mencurahkan semua perasaannya kepada Dira untuk yang kesekian kalianya..
"Dira aku merindukanmu.. Bunda berharap untuk kamu segera menjadi bagian dari kami. Bunda sangat berharap kalau kamu mau manjadi menatunya." ucap Rangga sembari tersenyum..
Kata kata Rangga membuat jantung Dira berdetak lebih kencang.
"Mas ini kenapa si gombal terus deh, ternyata Mas jago ngegombal juga ya.." ucap Dira mencoba mencairkan suasana walalupun rasa di hatinya bercampur aduk.
Rangga pun kembali menatap Dira..
"Aku serius Dir, aku merindukanmu dan aku bukanlah tipe cowok yang romantis karena aku belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun selama ini, bagiku kuliah dan kerja adalah prioritasku dulu tapi sekarang aku ingin menjadikanmu sebagai prioritas ku apa itu salah?" ucap Rangga semakin dalam perasaan yang Rangga punya untuk Dira..
Perasaan Dira menjadi bercampur aduk, Dira juga sudah mulai jatuh hati kepada Rangga namun Dira belum berani untuk mengungkapkannya..
Begitu besar cinta yang Rangga miliki untuk Dira, hal itu yang membuat Dira semakin menganggumi sosok Rangga dan berusaha untuk kembali membuka hatinya untuk Rangga...
__ADS_1