
Dira pun langsung pergi kedalam kamarnya dan kemudian beristirahat sejenak. Sedangkan Dhika menempati kamar di sebelah kamar Dira..
Dira pun mengetuk pintu kamar Dhika dan kemudian masuk kedalam..
"Dhik kalau kamu butuh apa apa kamu kasih tahu Mbak ya, terus ini uang pegangan buat kamu."
Dira memberikan 30 lembar uang pecahan seratus ribu rupiah kepada Dhika..
"Ini kebanyakan Mbak. Mbak bolehkan aku mau cari kerja part time sebelum aku benar benar masuk kuliah?"
Dhika menagih janji Dira yang akan mengizinkannya untuk bekerja paruh waktu..
"Iya Dhik tapi besok aja ya kan hari ini kita baru saja sampai mana mungkin kamu mau langsung mencari kerja."
Dira pun mencoba mengikuti keinginan sang adik karena bagi Dira kesenangan sang adik menjadi yang utama,dan Dira tidak ingin mengekang Dhika..
"Iya Mbak biar aku cari dulu lewat internet siapa tahu ada yang cocok." ucap Dhika sembari tersenyum..
Makasih ya Mbak untuk uang sakunya."ucap Dhika kemudian..
Dira pun tersenyum kemudian mengelus rambut sang adik..
"Iya sama sama, ya sudah kamu istirahat dulu ya Mbak mau siap siap ke butiq kan udah dua minggu Mbak gak mengecek butiq." ucap Dira seraya pergi meninggalkan Dhika..
__ADS_1
"Mbak hati hati di jalan ya, terus Mbak juga gak boleh terlalu cape apalagi Mbak sampai lupa istirahat." ucap Dhika penuh perhatian..
Semenjak kecil Dhika dan Dira mereka hidup dengan sangat rukun, mereka saling mendukung satu sama lain.
...****************...
Setelah selesai bersiap Dira pun pergi menuju butiq miliknya untuk melakukan pekerjaan yang sudah hampir dua minggu dia tinggalkan..
Baru saja Dira turun dari taxsi online tiba tiba di sana sudah ada Rangga yang sedang menunggunya..
Rangga melihat Dira dan wajahnya langsung berubah bahagia.
"Assalamualaikum selamat pagi Dira." ucap Rangga sembari tersenyum dengan sangat manis...
"Waalaikumsalam Mas,Mas kok cepat amat sudah ada di sini?" tanya Dira sembari menyuruh Rangga masuk kedalam butiqnya..
Rangga pun tersenyum sembari mengikuti Dira dari arah belakang..
"Semalaman aku gak bisa tidur Dir,aku penasaran dengan jawaban kamu dan sebelum aku mendengar jawaban kamu kayaknya hidupku gak akan tenang deh." Rangga pun menarik nafas panjang dan kemudian menatap kearah Dira..
Dira pun tersenyum kemudian menyuruh Rangga untuk duduk..
"Duduk dulu Mas gak enak kan kalau kita berbincang sembari berdiri." ucap Dira sembari tersenyum dengan sangat manis...
__ADS_1
Rangga pun menurut dengan apa yang Dira ucapkan..
"Iya terus apa jawaban kamu? Aku belum bisa tenang kalau belum dengar jawaban kamu Dir aku mohon." ucap Rangga merengek seperti anak kecil..
Dira pun tersenyum dan kemudian mengangguk..
"Iya Mas InsyaAllah aku yakin,aku mau menjalin hubungan denganmu. Kanu begitu baik untukku Mas semoga aku gak mengecewakanmu di kemudian hari." ucap Dira sembari menatap sayu kearah Rangga yang berada di hadapannya...
Rangga sangat bahagia mendengar jawaban Dira, jawaban yang sudah dia tunggu sejak lam jawaban yang sangat di harapkan oleh Rangga..
Refleks Rangga langsung memeluk Dira,Dira pun tak memberontak, Dira merasakan kenyamanan berada di dalam pelukan laki laki yang sudah dengan begitu tulus mencintainya..
Rangga pun tersadar sedang memeluk Dira.
"Maaf ya Dir aku refleks karena aku sangat bahagia.
Tapi aku senang kamu berada di pelukanku seprti ini." ucap Rangga yang memeluk Dira dengan sangat erat.
Note:
Halo pembaca setiaku terima kasih ya untuk kalian yang sudah dengan setia mendukung karyaku yang masih amatir..
Oh iya Author mau izin promo cerita terbaruku yang berjudul "Pernikahan Sandiwara" sudah update caranya cari di profil author ya makasih salam sehat selalu..
__ADS_1