Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 29


__ADS_3

Rangga sedang melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang jam sudah menunjukan pukul 23.30 wib hampir tengah malam Rangga belum sampai di rumahnya..


Rangga yang selalu sibuk sendiri sampai lupa bahwa hari ini adalah hari jadinya yang ke 29 tahun..


Sang Bunda telah mempersiapkan kue untuk sang putra yang paling mereka kasihi.. Di usia yang masih sangat muda Rangga telah berhasil dalam karirnya dan juga Rangga selalu menjadi kebanggaan keluarganya..


Tepat pukul 00:00 Rangga samapi di rumahnya dan Rangga suprise mendapatkan kejutan dari sang Bunda dan juga Ayahnya..


Rangga kaget melihat kejutan yang dia dapatkan ada kue dengan hiasan yang unik..


"Bunda ini apa?" tanya Rangga yang lupa bahwa hari ini adalah hari jadinya..


Bunda Istanti dan Ayah Subakti pun mengucapkan selamat ulang tahun sama sang putra..


"Siapa yang ultah Bunda?" tanya Rangga yang masih bingung.


Bunda Istanti pun mendekat kearah Rangga dan langsung memeluk sang putra..


"Sayang apa kamu lupa hari ini adalah hari jadi kamu?" ucap Bunda Istanti sembari tersenyum..


Rangga kaget dan kemudian tersenyum..


"Thanks ya Bunda.. Ayah aku lupa mungkin karena aku terlalu sibuk.." ucap Rangga sembari duduk di sofa kemudian meniiup lilin.

__ADS_1


"Sebelum kamu tiup lilinnya kamu make a wish dulu dong Rangga.." ucap Ayah Subakti sembari tersenyum..


Setelah Rangga mengucapakan satu permintaan ya kini Rangga telah meniup lilin kemudian memotong kue dan di berikan ke Bunda dan Ayahnya..


"Terima kasih ya sayang.." ucap Bunda Istanti yang menerima suapan pertama dari kue yang dia potong..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di tempat lain..


Dira yang terbangun di tengah malam karena mengingat Ferdi pun menjadi susah tidur..


"Mas kamu lagi apa kenapa aku merindukanmu?" ucap Dira dalam hatinya..


Setelah selesai sholat Dira pun mengaji sebentar agar hatinya jauh lebih tenang lagi..


Dira pun tak lupa memohon ampun atas apa yang telah dia lakukan selama ini..


Pada keesokan paginya Dira sedang menyiapkan sarapan dan tiba tiba saja Manda datang dan langsung menarik lengan Dira dengan sangat kasar..


"Sakit Mbak Manda.." ucap Dira setengah berteriak .


Manda pun langsung melepaskan cengkraman tangannya dan menepis tangan Dira..

__ADS_1


Dira pun meringis kesakitan..


"Mbak Manda kenapa si sakit kan lihat tanganku terluka.." ucap Dira ketika melihat tangannya yang berdarah karena terkena cengkraman kuku Manda..


Manda pun tersenyum malah sampai ketawa..


"Itu belum apa apa Dira, ingat kalau sampai kamu macam macam aku akan jauh lebih kejam lagi." ucap Manda sembari pergi meninggalkan Dira..


Dira pun merasa hidupnya semakin menderita Dira menikah dengan orang kaya namun hidupnya tak pernah merasakan bahagia. Apalagi setatus Dira hanya istri siri itu sama seperti seorang selingkuhan yang di sembunyikan rapat oleh Ferdi..


Dira pun mengobati pergelangan tangannya yang terluka agar tidak infeksi..


Dira semakin merasa tak kuat menghadapi semuanya namun Dira tak ingin membuat Nyonya Atmaja sakit lagi jika dia tahu masalah masalah yang Dira hadapi karena perlakukan Manda yang selalu ingin mencelakainya.


Nyonya Atmaja melihat Dira yang sedang meringis kesakitan pun mendekat kearah Dira dan Nyonya Atmaja sangat terkejut melihat pergelangan tangan Dira yang terluka.


"Sayang pergelangan tanganmu kenapa?" tanya Nyonya Atmaja dengan raut wajah yang panik..


Dira kaget melihat Nyonya Atmaja yang tiba tiba menghampirinya.


"Pergelangan tangan Dira luka Bunda karena Dira sedikit kurang hati hati." ucap Dira sembari mengobati pergelangan tangannya dan kemudian menutupnya menggunakan plester..


Nyonya Atmaja pun menyuruh Dira untuk berhati hati dalam melakukan apapun padahal Nyonya Atmaja tak pernah tahu bahwa pergelangan tangan Dira terluka karena ulah Manda.

__ADS_1


__ADS_2