Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 26


__ADS_3

Dira masih tak habis pikir dengan sikap cowok yang baru saja dia kenal, bahkan sampai dia di bayarin Segal hal itu membuat Dira bertanya tanya.


"Siapa si lelaki itu kenapa dia sebaik itu kepadaku. Padahal kan baru saja ketemu tapi kelihatannya dia bukan orang yang jahat, dari penampilannya terlihat dia juga bukan orang sembarangan." ucap Dira dalam hatinya..


Sesampainya di rumah Dira langsung melupakan semuanya dan kini Dira lebih memilih untuk fokus memikirkan keluarga suaminya..


Ferdi pun telah berada di rumah dan tiba tiba mendadak untuk pergi keluar kota bersama sang orang tua Manda yaitu Bambang Susilo..


Dira terkejut melihat Ferdi membawa sebuah koper kecil dan keluar dari kamarnya..


"Mas kamu mau kemana? Kenapa kamu kok bawa koper?" tanya Dira yang merasa bingung karena Ferdi tiba tiba ingin keluar kota..


Ferdi pun menatap Dira dan kemudian tersenyum..

__ADS_1


"Iya sayang maaf ya aku harus keluar kota untuk menemani Papa Susilo beliau butuh pengawalan dan beliau meminta Mas menemaninya kamu gak apa apa kan aku tinggal hanya beberapa hari saja kok." tanya Ferdi kepada Dira..


Dalam hati Dira merasakan berat namun Dira juga harus tahu bahwa Ferdi itu tak hanya menjadi miliknya dan mengenai Bambang Susilo dia adalah Ayahnya Amanda..


"Iya gak apa apa Mas, kamu hati hati ya kalau sudah sampai jangan lupa kabarin." ucap Dira sembari tersenyum..


Dira merasa sangat sedih ditinggal jauh oleh Ferdi namun dia juga tak mau egois jika dia melarnagnya semuanya akan kacau dan pasti akan ada masalah baru yang muncul..


Dira hanya bisa menatap Ferdi dari kajauhan dan tiba tiba saja Manda pulang dan disana Dira melihat Ferdi mencium kening Manda. Hal itu sudah pasti membuat hati Dira merasakan sakit yang tiada terkira..


"Mas jika kamu masih mencintai Mbak Manda kenapa kamu harus menerima aku Mas? Sampai kapan aku harus merasakan seperti ini hatiku sakit Mas." ucap Dira sembari mengelus dadanya kemudian kembali ke dalam kamarnya dan menangis..


Dira tak berhenti meratapi nasibnya, menjadi istri siri sama seperti menjadi seorang selingkuhan itu pikiran Dira. Hal itu membuat Dira merasa sedih terlebih lagi ketika Dira mengingat semua orang yang telah dia lukai.

__ADS_1


"Mungkin ini karena dosaku terhadap orang orang yang telah tulus mencintaiku, maafkan aku Mas Fatir karena telah membuatmu kecewa dan kini akupun merasakan kekecewaan yang tak bisa aku katakan."pekik Dira dalan hatinya..


Dira pun menangis se jadi jadinya untuk menghilangkan sesak didalam dadanya..


Tiba tiba saja pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang..


"Iya sebentar..." ucap Dira sembari menghapus airmatanya.


Dira pun membukakan pintu dan terkejut melihat Manda yang berdiri di depan pintu kamarnya..


"Hai gadis kampung, kamu tak akan bisa merebut Ferdi dari tanganku, Ferdi itu suamiku dan akan tetap menjadi suamiku sampai kapanpun. Ingat aku yang pegang kendali di rumah ini, kalau sampai kamu berani macam macam aku habisi kamu." ucap Manda kemudian pergi meninggalkan Dira yang masih mematung di amabang pintu..


Hati Dira semakin terasa sesak, seandainya saja waktu bisa di putar kembali mungkin Dira tak akan pernah mengambil keputusan yang sebenarnya sangat menyiksa dirinya..

__ADS_1


Dira kembali ke dalam kamarnya dan kemusain kembali lagi menangis..


Dira merasa sangat kecewa namun Dira tak kuasa untuk keluar dari semua itu. Dira menjadi serab salah mungkin benar menjadi istri siri memang penuh penderitaan apalagi ada dua istri dalam satu atap..


__ADS_2