Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 77


__ADS_3

Dira pun kembali memegang tangan Manda..


"Mbak aku berharap setelah nanti Mbak keluar dari sini Mbak bisa mendapatkan seseorang yang tulis menyayangi Mbak. Dan Mbak gak perlu khawatir Allah tahu kok siapa siapa saja hambanya yang tulus meminta.." ucap Dira sembari tersenyum.


Manda pun menjadi terharu setelah mendengar ucapan Dira. Hatinya langsung bergetar sesaat setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh mantan madunya tersebut...


"Terima kasih ya Dir,aku sangat senang dan aku juga berharap kamua kan selalu bahagia dan semoga laki laki yang tulus mencintaimu bisa menjagamu selayaknya berlian." ucap Manda sembari tersenyum..


Dira pun tersenyum kemudian memeluk Manda dengan sangat erat..


"Terima kasih ya MBK aku berharap nanti setelah MBK bebas MBK juga akan mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya." Dira memeluk Manda dengan sangat erat...


Manda dan Dira pun sama sama menangis tak disangka dulu mereka berdua hidup dalam satu atap sebagai istri Ferdi namun kini mereka justru bisa menjadi seorang sahabat...


Setelah selesai berbincang dan waktu kunjungan habis Dira pun pergi meninggalkan lapas untuk segera kembali ke butik tiba tiba saja ponselnya berdering...


"Sayang kamu lagi dimana? tanya Rangga pelan...

__ADS_1


Dira pun tersenyum karena saat itu mereka video call..


"Aku habis dari lapas jenguk MBK Manda. Mas sendiri lagi apa? apa disana ada Dhika?" jawab Dira sembari tersenyum...


Rangga pun menggeleng dan mengatakan bahwa Dhika sedang berada di kampus untuk kuliah karena jam telah menunjukan pukul 2 siang..


Dira pun tersenyum..


"Ya sudah Mas telfon ada apa?" tanya Dira dengan polosnya..


Rangga pun menatap Dira lewat layar ponselnya..


Dira pun terlihat tersipu malu mendengar ucapan Rangga yang ternyata merindukan dirinya. Dira pun mengangguk menandakan setuju untuk bertemu...


"Ya sudah kita ketemu di tempat biasa aku jalan sekarang." Rangga langsung menutup sambungan telfonnya dan secepatnya berangkat untuk menemui sang kekasih..


Belum sempat menjawab sambungan telfonnya telah mati Dira pun tersenyum dalam hati karena tak bisa di pungkiri jika Dira juga sangat merindukan Rangga..

__ADS_1


Tak butuh waktu lama kini Rangga telah duduk di taman tempat mereka janjian,tak lama kemudian Dira pun datang dengan menggunakan baju berwarna kuning menambah kecantikan Dira..


Rangga pun tak mengalihkan pandangannya dari wajah kekasihnya yang sudah dua hari tak ditemuinya rasa rindu pun kian memuncak takkala melihat Dira,Rangga pun langsung memeluknya dengan sangat erat.


"Sayang aku merindukanmu.." Rangga langsung memeluk Dira dengan erat..


Dira pun tersipu malu berada di pelukan Rangga namun Dira tak bisa memungkiri kalau hatinya benar banar bahagia bisa bertemu dengan Rangga hari ini..


"Sayang aku ingin segera melamarmu,aku ingin menjadikan kamu ratu di kehidupanku." ucap Rangga sembari menyandarkan kepalanya di bahu Dira..


Dira pun tersenyum mendengar ucapan Rangga..


"Mas sebelum kamu bertemu kedua orang tuaku kamu harus bisa meluluhkan hati Dhika dan juga hati Bunda Atmaja dan Ayah Atmaja walupun mereka adalah orang tua dari mendiang suamiku tapi aku sangat menyayangi mereka dan aku juga ingin menikah atas restu mereka.." ucap Dira sembari menatap Rangga...


Rangga pun merasa tak keberatan menerima permintaan Dira, Rangga merencanakan acara makan malam bersama keluarga Dira dan disana Rangga akan melamar Dira didepan Dhika dan kedua orang tua Dira.


"Mas yakin?" tanya Dira sedikit ragu.

__ADS_1


Rangga pun kembali memeluk Dira dengan lembut .


"Aku yakin sayang aku juga mau Dhika tahu kalau bosnya ini sebentar lagi akan menjadi Kaka iparnya sehingga aku bisa leluasa membimbing Dhika untuk sukses." ucap Rangga menegaskan niat baiknya kepada Dira.


__ADS_2