
Pak Anton menatap kearah lelaki yang duduk di sebelah Dira..
"Siapa laki laki ini Dira?" tanya Pak Angin sembari duduk di sebelah sang istri..
Dira pun menjelaskan bahwa lelaki yang bersamanya ada Ferdi. Awalnya Dira agak takut menjelaskan tentang siapa Ferdi namun Dira percaya bahwa Bapak dan Ibunya akan mengerti..
"Maafkan Dira Pak, ini Mas Ferdi suami Dira.." ucap Dira sembari tertunduk tak berani menatap wajah sang Ayah..
Pak Anton dan Ibu Habibah pun kaget dengan penuturan sang putri..
"Apa kamu bilang Ndok,(panggilan untuk anak perempuan versi bahasa jawa) dia suami kamu?Kapan kalian menikah kenapa kalian tak memberitahu Bapak sama Ibu apa kami tak berarti untuk kamu Ndok."ucap Ibu Habibah merasa sangat sedih..
Dira menelan sivanya sendiri hatinya hancur mendengar penuturan sang Ibu..
"Maafakan Dira Bu, bukan begitu maksudnya kami menikah secara siri Bu, jadi kami gak sempat memberi tahu Bapak sama Ibu." ucap Dira sembari tertunduk..
__ADS_1
Pak Anton merasa sangat marah ketika mendengar Dira telah menikah siri dengan seorang lelaki..
Plak kk kkkk k kkkkkk.....
Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Dira..
"Kenapa kamu melakukan ini Dira? Kamu tahu kan bahwa menikah secara siri itu gak di perbolehkan apalagi kamu anak yang beriman kenapa kamu melakukan ini. Kamu sama saja menginjak leher Bapak, mau di taruh dimana muka Bapak." ucap Pak Anton dengan penuh kekecewaan..
Ferdi merasa emosi melihat Dira di tampar sang Ayah di depan matanya..
Pak Anton pun menatap kearah Ferdi..
Ferdi pun berusaha menjelaskan tentang alasan kenapa mereka menikah secara siri. Dan Ferdi juga menjelaskan bahwa ini semua adalah kemauan dang Bunda yang sakit dan meminta Dira dan Ferdi untuk segera menikah. Ferdi juga tak lupa menjelaskan bahwa Dira adalah istri keduanya dan Ferdi juga mengakui bahwa Ferdi sangat mencintai Dira..
Raut kemarahan semakin nampak di mata lelaki paruh baya tersebut..
__ADS_1
"Apa dosa Bapak Ndok sehingga kamu melakukan ini sama Bapak. Kamu tahu lelaki ini telah memiliki istri kenapa kamu mau menikah dengan dia secara siri pula. Harusnya kamu pertimbangkan terlebih dahulu sebelum kamu mengambil keputusan apapun.Kamu benar benar membuat Bapak dan Ibu sangat kecewa sama kamu Ndok."ucap Pak Anton merasa terpukul..
Dira semakin merasa bersalah kepada kedua orang tuanya, benar kata mereka harusnya Dira memikirkan sebab dan akibatnya apabila mau mengambil keputusan.
"Maafkan Dira Pak, Bu.. Ini semua sudah terjadi.." ucap Dira sembari bersujud di hadapan kedua orang tuanya..
Ferdi pun meminta maaf dan Ferdi juga berjanji akan menikahi Dira secara hukum, namun Ferdi masih membutuhkan waktu untuk itu.
Pak Anton semakin kecewa setelah mendengar ucapan Ferdi yanv ternyata hanya menjadikan Dira sebagai istri kedua dan hal itu cukup membuat batin lelaki paruh baya itu terluka..
Pak Anton pun membuang muka saat Dira mendekar kearahnya..
"Pak maafkan Dira Pak, Dira telah mengecewakan Bapak dan Ibu." ucap Dira sembari menitikan airmata..
Pak Anton pun menarik nafas panjang dan membuangnya secara berlahan..
__ADS_1
"Mau di taruh dimana muka Bapak terhadap Nak Fatir, Dia lelaki yang sangat baik dia juga sangat mencintaimu Dira, tapi kenapa kamu malah pulang membawa suami. Apa kamu tak kasihan sama Bapak Ndok." ucap Pak Anton sembari pergi meninggal akan Dira dan Ferdi yabg masih berada di ruang tamu..