
Dira merasa sedih karena telah membuat kedua orang tuanya bersedih..
Dira pun masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat sejenak.
"Mas kenapa semuanya menjadi seperti ini? Apakah kita salah Mas. Dira bingung harus bagaimana lagi sekarang?" ucap Dira sembari menitikan airmata..
Ferdi pun menjadi semakin merasa bersalah karena telah membuat kesalah pahamaan di keluarga Dira, terutama telah membuat kedua orang tua Dira merasa bersedih..
"Maafkan aku ya sayang ini semua karena aku. Maafkan aku yang belum bisa membuatmu menjadi istriku secara hukum." ucap Ferdi ikut menyesali semua yang telah terjadi..
Di dalam kamar milik kedua orang tua Dira..
Pak Anton tak pernah berfikir bahwa Dira akan melakukan semua hal yang paling tak di inginkan oleh kedua orang tuanya..
"Bu apa salah Bapak, kenapa Dira melakukan semua ini. Memang menikah secara siri itu di perbolehkan tapi bagi kita menikah secara siri itu adalah suatu hal yang tak baik Bu. Bagaimana jika nanti Dira hamil sebelum mereka menikah secara hukum? Bagaimana nasib anak Dira nanti Bu."ucap Pak Anton sembari duduk di kursi.
Sedangkan Ibu Habibah juga menyayangkan keputusan Dira yang tanpa seizin kedua orang tuanya telah menikah, Bapaknya masih hidup tapi Dira malah menikah tanpa restu sang Bapak..
"Pak.. Ibu juga sedih karena hal ini Pak. Tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi, mau tak mau suka tak suka kita harus bisa menerimanya Pak." ucap Ibu Habibah sembari menepuk bahu sang suami..
Pak Angin pun menarik nafas panjang dan membuangnya secara berlahan..
"Iya Bu, Bapak tahu tapi bagaimana dengan Nak Fatir? Nak Fatir sudah sangat baik sama kita Bu.Dan Ibu juga tahu jika Nak Fatir sangat mencintai Dira mau di taruh dimana muka Bapak di depan Nak Fatir Bu?" ucap Pak Anton lirih..
__ADS_1
Ibu Habibah pun merasa sedih setelah mendengar ucapan sang suami. Menang benar Fatir sangat mencintai Dira semenjak SMA..
"Iya Pak, Ibu juga tahu bagaimana kebaikan Fatir kepada keluarga kita. Tapi semua sudah terjadi dan Ibu sangat yakin bahwa Fatir akan mengeti tentang semua ini, nanti Ibu jelaskan pelan pelan kepada Nak Fatir." ucap Ibu Habibah mencoba menenangkan hati sang suami..
💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫
Fatir Alfalah adalah sahabat kecil Dira, semenjak kecil Dira dan Fatir selalu bersama hingga saat SMA tumbuh benih benih cinta di hati Fatir untuk Dira..
Fetir merasa hancur setelah mendengar bahwa Dira telah menikah dengan orang lain. Hal itu pasti membuat batin Fatir hancur..
"Dira kenapa kamu lakukan ini sama aku? Kamu kan tahu Dira bahwa aku itu sayang sama kamu." ucap Fatir merasa sangat sedih..
Fatir duduk di gubuk di pinggir sawah sembari menatap sawah dengan padi yang tengah menguning siap untuk di panen. Gubuk dimana dulu semasa kecil Fatir dan Dira menghabiskan waktu bersama.
"Seandainya dulu kamu gak ngotot untuk Ke Jakarta untuk bekerja mungkin hal ini tak akan pernah terjadi." ucap Fatir menyesali keputusannya mengizinkan Dira ke Jakarta..
Dira masih saja murung dan masih berada di dalam kamarnya bersama Ferdi, dalam hati Ferdi ingin bertanya tentang sosok Fatir lelaki yang di ceritakan sang mertua yang menyebutkan bahwa Fatir sangat mencintai Dira..
Namun keinginan hati Ferdi terpaksa di tunda karena melihat Dira nampak sangat sedih setelah tadi di marahin habis habisan oleh sang Ayah.
"Mas kalau kamu mau bersih bersih kamar mandinya ada di belakang." ucap Dira sembari memegangi kedua lututnya..
Ferdi pun menatap kearah Dira kemudian mengangguk..
__ADS_1
Ferdi pun mencari baju ganti kemudian keluar dari dalam kamarnya untuk mencari dimana letak kamar mandinya..
Ketika sedang bingung mencari kesana sini tiba tiba Ibu Habibah berada di belakangnya..
"Nak Ferdi mau cari apa?" tanya sang Mertua yang kebetulan berada di belakang Ferdi..
Ferdi pun menatap kearah sang mertua sembari membungkukan seperuh badannya..
"Ibu,, maaf kamar mandinya dimana ya? Saya mencarinya dari tadi gak ketemu." ucap Ferdi malu malu..
Ibu Habibah tersenyum kemudian mengajak Ferdi keluar dari rumahnya dan menuju ke pekarangan disanalah kamar mandi milik keluarga Dira..
"Ini kamar mandinya Nak Ferdi, maaf kamar mandi kami di luar." ucap Ibu Habibah sembari tersenyum..
Ferdi pun menatap bingung, bagaimana bisa keluarga mereka mandi di luar seperti ini? Bagaimana jika mereka mau ke kamar mandi pada malam hari tentunya disini akan gelap gulita...
"Nak Ferdi kok bengong?Ayo katanya mau mandi silahkan Ibu tinggal ke dapur dulu." ucap Ibu Habibah kemudian meninggalkan Ferdi..
Ferdi pun masuk kedalam kamar mandi, tidak ada sower atau bak mandi melainkan yang ada hanya ember buat tempat air yang langsung mengalir dari kran..
Ferdi tak pernah membayangkan bagaimana susahnya kehidupan mereka..
"Maafkan aku Dira aku janji akan memberikan yang terbaik buat kalian kelak suatu harus nanti." ucap Ferdi dalam hatinya kemudian berlalu untuk segera membersihkan diri..
__ADS_1