
Dira merasa sangat bahagia setelah mendengar ucapan Ferdi, Dira pun merasa beruntung bisa menikah dengan Ferdi walaupun masih sebagai istri siri..
"Terima kasih ya Mas, aku janji aku akan menjadi istri yang baik untukmu Mas aku mohon bimbing aku jika aku melakukan kesalahan suatu hari nanti." ucap Dira sembari tersenyum..
Ferdi pun merasa bangga mendengar ucapan Dira karena Dira telah begitu percaya kepada dirinya dan Dira juga telah berhasil membuatnya jatuh cinta dan yang pasti Ferdi hanya mengharapkan satu hal dari Dira yaitu kesetiaan..
Setelah membersihkan diri kini Dira pun bergegas ke dapur untuk membuatkan sarapan pagi buat semuanya. Dan Dira juga tak lupa untuk mengurus Mertuanya yabg baru saja pulih dari sakitnya..
Dira bergegas menyiapkan sarapan namun Manda membuat Dira terluka di pagi hari..
Manda yang merasa marah karena semalam Ferdi lebih memilih untuk tidur dengan Dira dibanding dengan dirinya pun naik darah..
Manda akan membuat perhitungan dengan madunya..
Manda yang melihat Dira sedang berada di dapur pun pura pura mendekati kearah Dira dan pura pura akan membantunya..
"Pagi Dira, kamu lagi mau buat apa? Aku bantu boleh?" tanya Manda berpura pura baik..
Dira pun kaget mendengar suara Manda yabg tiba tiba ada di belakangnya?
"Non Manda..." ucap Dira lirih.
"Loh Dira kok masih panggil Non, kan sekarang kita berstatus sama, sama sama istri Ferdi. Kamu panggil kakak aja gak apa apa kok." ucap Manda pura pura tulus..
Dira pun tersenyum dan merasa sedikit canggung..
"Baiklah kak Manda.."ucap Dira sembari tersenyum..
Dira dan Manda sedang berada di dapur untuk membuat sarapan.
Manda sengaja membuat secangkir kopi panas dan kemudian berpura pura tersandung sehingga kopi panas itu mengenai tangan Dira..
Dira meringis kesakitan sembari setengah berteriak..
"Awwww panas.." ucap Dira sembari meniup lengannya yang tersiram oleh kopi panas tersebut..
Manda pun berpura pura minta maaf kepada Dira..
__ADS_1
"Aduh Dira maafkan aku,aku gak sengaja maaf banget.." ucap Manda sembari berpura pura meniup lengan Dira yang melepuh..
Mendengar suara gaduh dari arah dapur Nyonya Atmaja dan juga Tian Atmaja pun mencari sumber suara dan sangat kaget melihat Dira terkena kopi panas..
"Ada apa ini?" tanya Tuan Atmaja sembari menuntun tangan sang istri..
Nyonya Atmaja melihat Dira yang meringis kesakitan dan Nyonya Atmaja langsung berteriak..
"Astagfirullah alazim kamu kenapa sayang?" tanya Nyonya Atmaja sembari berlari menghampiri Dira yang masih menahan perih di lengannya..
"Bunda maafkan Manda, tadi Manda tak sengaja tersandung ketika Manda membawa secangkir kopi panas dan kemudian tumpah mengenai lengan Dira.." ucap Manda tentunya berpura pura..
Nyonya Atmaja pun menaruh curiga kepada Manda, karena gak ada bukti bahwa dia tersandung..
Ferdi yang mendengar keributan pun langsung bergegas keluar kamar dan pergi menuju dapur..
"Ada apa si masih pagi kok ribut ribut." ucap Ferdi ketika belum melihat lengan Dira yang melepuh..
Ferdi langsung syok ketika melihat Dira kesakitan..
"Sayang kamu kenapa?" tanya Ferdi sembari berlari menghampiri Dira..
Ferdi tahu pasti akal licik Manda. Ferdi menatap kearah Manda dengan tatapan yang tak biasa..
"Aku tahu ini akal licik kamu Manda untuk melukai Dira.
Awas saja kalau sampai ada apa apa sama Dira aku pastikan kamu akan menyesal." ucap Ferdi dalam hati..
🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂
Ferdi langsung membawa Dira ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, Dira masih merasa kesakitan hingga tak kuasa menahan airmatanya..
"Sayang sabar ya sebentar lagi sampai ya." ucap Nyonya Atmaja yang panik melihat Dira kesakitan...
Dira pun hanya mengangguk..
"Iya Bunda, tapi ini sakit banget Bunda perih.." ucap Dira sembari menahan airmatanya.
__ADS_1
Nyonya Atmaja pun panik melihat Dira kesakitan..
"Ferdi cepetan dong.. Kamu gak lihat Dira kesakitan." ucap Nyonya Atmaja sembari menyuruh Ferdi untuk melakukan mobilnya lebih cepat..
Selang beberapa menit kemudian kini Dira susah sampai di rumah sakit. Dira masih merasa kesakitan namun Dira masih berusaha untuk menahannya..
Sesampainya di rumah sakit Dira langsung di bawa ke UGD untuk mendapatkan pertolongan..
"Dokter tolongin istri saya,dia terkena air panas." ucap Ferdi sembari menyuruh sang Dokter untuk membantu Dira..
Dira sedang di tangani oleh Dokter, Ferdi tak kuasa melihat kesakitan Dira..
Ferdi meninggalkan Dira yang sedang di tangani oleh Dokter..
Ferdi menatap kearah Manda, dan kemudian Ferdi menarik tangan Manda dengan kasar..
Ferdi membawa Manda pergi menjauh dari sang Bunda dan sang Ayah..
Ferdi menarik Manda dengan sangat kasar, Ferdi terlihat sangat marah.
"Aku tahu ini ulah kamu Manda? Kalau sampai kenapa napa sama Dira aku pastikan kamu akan menyesal." ucap Ferdi sembari melepaskan cengkraman tangannya.
Manda hanya tertawa mendengar ancaman Manda,.
"Jika itu ulah aku kenapa? Apa kamu gak terima aku menyakiti Dira. Aku seperti ini juga karena kamu Mas, jika kamu tak menghadirkan Dira di kehidupan kita aku juga gak akan senekad ini." ucap Manda dengan suara yang lantang..
Ferdi semakin emosi setelah mendengar ucapan Manda..
"Harusnya kamu itu yang mikir Manda, jika kamu tak berselingkuh dariku aku juga gak akan menikah lagi. Kamu sendiri yang telah menodai pernikahan kita terlebih dahulu, mungkin memang hubungan kita hanya akan sampai disini. Kamu silahkan mencari kebahagiaanmu sendiri dan aku juga akan bahagia dengan wanita pilihanku. Cukup adil bukan?" ucap Ferdi kembalikan ucapan Manda..
Manda hanya bisa terdiam setelah mendengar ucapan Ferdi, Manda menyadari bahwa dia yang telah menyakiti Ferdi terlebih dulu namun untuk kehilangan Ferdi, Manda pun tak mau..
"Jangan kamu harap aku bisa dengan mudah kamu ceraikan Mas, gak sudah itu. Karena aku akan selamanya menjadi istri kamu." ucap Manda sembari pergi meninggalkan Ferdi..
Ferdi pun semakin geram dengan tingkahan Manda, Ferdi sangat takut jika Manda akan melukai Dira lebih kejam lagi..
"Maafkan aku Dira, gak seharusnya kamu mengalami semua ini. Aku janji aku akan selalu melindungi mu dari Manda." ucap Ferdi dalam hatinya..
__ADS_1
Ferdi pun kembali ke ruang UGD untuk melihat keadaan Dira..