Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 11


__ADS_3

Selang beberapa hari kemudian kini Nyonya Atmaja sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumahnya.


Dira menyambutnya dengan sangat gembira dan juga senang karena kini sang Mertua telah pulang ke rumahnya..


"Bunda selamat datang, Dira sangat bahagia karena Bunda telah kembali pulang." ucap Dira sembari mencium tangan sang Mertua..


Nyonya Atmaja pun tersenyum kemudian memeluk Dira..


"Ini semua berkat doa kamu sayang makanya sekarang Bunda sudah pulang. Dira sayang suami kamu kemana?" tanya sang Bunda yang tak melihat Ferdi menyambutnya..


Dira terdiam dan kemudian tersenyum..


"Mas Ferdi ke kantor Bunda." ucap Dira sembari tersenyum..


Maafkan Dira Bunda, sebenarnya Mas Ferdi pergi bersama Manda. Tapi Dira tak mau membuat Bunda kepikiran maafkan Dira terpaksa berbohong."ucap Dira dalam hatinya..


Nyonya Atmaja seperti menangkap sesuatu tapi mungkin Dira hanya ingin membuatnya tenang.


"Ya sudah Dira, bisa kah Dira menemani Bunda ke kamar?" ucap Nyonya Atmaja sembari tersenyum..


Dira pun menagngguk kemudian menemani sang Bunda di dalam kamarnya sembari bercengkrama..


Hati Dira merasa resah memikirkan apa yang sedang suami dan istrinya lakukan...


Ferdi dan Manda berada di suatu tempat, Manda mengajak Ferdi ke sebuah tempat yang sangat indah tepatnya di kawasan puncak..


Ferdi nampak tak menyukai hal tersebut bahkan semenjak dia menikahi Dira, Manda selalu membuat Ferdi untuk tak menghiraukan Dira..


Manda tersenyum sinis melihat kearah sang suami, dan Manda merasa puas karena telah membuat Ferdi menjauh dari Dira..


"Mas kamu kenapa? Kenapa kamu bengong?"tanya Manda sembari menyenggol lengan Ferdi..


Ferdi hanya tersenyum sinis,dalam fikirannya melayang jauh entah kemana?

__ADS_1


"Gak apa apa kok, Mas mau pulang, Mas kepikiran sama Bunda?" ucap Ferdi sembari berdiri dan hendak pergi meninggalkan Manda..


Manda merasa tak senang jika waktu berdua nya di ganggu oleh siapapun apalagi kalau Bunda hanya di jadikan alasan buat mendekati Dira..


"Jangan pergi. Awas aja kalau kamu pergi aku akan bilang sama Papi kalau kamu menyakitimu dan aku pastikan bisnis dan perusahaanmu akan hancur sehancurnya.


Ferdi langsung menatap kearah Manda dengan tatapan yang kurang suka..


"Apa maksud kamu Manda? Kamu mau mengancam Mas? Kamu mau mengadu sama Papi ya sudah adukan saja, dan Mas juga akan bilang sama Papi tentang sikap kamu yang telah menghianantiku. Kita lihat siapa yang hancur di antara kita, aku atau kamu?" ucap Ferdi sembari mengambil jas miliknya dan kemudian pergi meninggalkan Manda di sendirian..


Manda menjadi emosi tingkat tinggi, dan kemudian melempar gelas yang berada di atas meja membuat semua orang menatapnya..


"Kenapa kalian menatapku?"ucap Manda sembari pergi mengejar Ferdi namun Ferdi terlebih dahulu meninggalkan tempat mereka makan..


🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂


Dilain tempat Dira yang sedang asik berbincang bersama sang mertua pun terkejut dengan kedatangan Ferdi..


"Assalamualaikum..." ucap Ferdi yang mengejutkan Bunda dan Dira..


Ferdi langsung terkejut melihat sang Bunda yang telah berada di rumah..


"Bunda... Kapan Bunda pulang? Kenapa Bunda gak ngabarin Ferdi, kalau Bunda kasih tahu kan Ferdi jemput ke rumah sakit." ucap Ferdi sembari tersenyum senang melihat sang Bunda yang sudah terlihat sehat..


Nyonya Atmaja pun tersenyum melihat sang putra yang kini sedang berada di hadapannya..


"Kamu ini kenapa si sayang,oh ya kata Dira kamu dari kantor."ucap Nyonya Atmaja sembari tersenyum...


Ferdi pun menatap kearah Dira, Ferdi tak pernah menyangka Dira akan berbohong demi kebaikannya..


"Iya Bunda.. Maaf ya Bunda Ferdi tadi ada metting penting jadi tak bisa jemput Bunda." ucap Ferdi sembari tersenyum..


"Ya susah gak apa apa, sana kamu bersih bersih dulu nanti baru kita makan ya. Dira sayang antar suamimu ke kamar, oh iya kamu sudah pindah kamar kan Dira?" tanya Nyonya Atmaja sembari tersenyum..

__ADS_1


Dira nampak bingung dan juga canggung terhadap pertanyaan sang Bunda.


"Iya Bunda, Dira akan segera pindah saat ini Dira masih di kamar Dira Bunda.. habis di sana nyaman banget." ucap Dira dengan polosnya..


Ferdi pun tersenyum mendengar ucapan Dira.


"Ya sudah habis ini kamu pindah ya tidurnya. Kamu pakai aja kamar atas bersama Ferdi. Kamu kan juga istri Ferdi dan kamu juga punya hak yang sama disini." ucap Nyonya Atmaja sembari tersenyum..


Ferdi pun tersenyum kemudian menggandeng tangan Dira, Dira merasa sangat malu dan juga kikuk di hadapan sang Mertua apalagi ini kali pertamanya Dira di gandeng oleh Ferdi..


Ferdi pun merasa sangat senang karena bisa menggandeng tangan Dira, Ferdi merasakan kebahagiaan yang belum dia dapatkan selama menikah dengan Manda..


Sesamapinya di dalam kamar, Dira pun langsung menyiapkan air mandi untuk suaminya..


"Mas sebaiknya kamu mandi dulu, airnya sudah aku siapa kan."ucap Dira dengan penuh kelembutan..


Ferdi pun tersenyum kemudian menyuruh Dira duduk di sofa persis di sebelahnya..


"Dira sini duduk dulu Mas mau bicara.." ucap Ferdi sembari tersenyum..


Dira menggangguk kemudian ikut duduk di sebelah sang suami, tapi jantung Dira berdetak 10 kali lebih kencang dari biasanya..


"Iya Mas ada apa?" tanya Dira dengan penuh kelembutan..


Ferdi pun duduk menghadap kearah Dira kemudian menggenggam tangan Dira dengan lembut..


"Dira terima kasih ya kamu telah membantu Mas kali ini. Kamu telah membuat Bunda gak berfikir keras lagi Mas tahu ini sulit buat kamu dan maafkan Mas ya Dira talah membuatmu berada di antara permasalahan Mas dengan Manda." ucap Ferdi lirih nyaris tak terdengar..


Jantung Dira berdetak kencang saat Ferdi menggenggam tangannya..


"Iya Mas, aku ngelakuin ini demi kebaikan Mas san terutama demi kebaikan Bunda. Jujur aku sayang sama Bunda karena semenjak aku kerja di sini Bunda sangat baik dan aku gak mau mengecewakan beliau.."ucap Dira dengan polosnya..


Ferdi pun merasa semakin kagum dengan Dira. Dira wanita yang beda dengan wanita manapun. Dira adalah wanita yang terbaik yang telah dia dapatkan..

__ADS_1


"Iya Dira, Mas janji suatu saat Mas akan menjadikan kamu satu satunya di kehidupan Mas tapi Mas minta kamu bersabar ya. Bantu Mas untuk melepaskan diri dari Manda."ucap Ferdi sembari memeluk Dira..


__ADS_2