
Rangga mendekat kearah Dira dan kemudian membisikan sesuatu..
"Kamu yang tenang jangan grogi. Ingat mereka semua mengagumi kecantikanmu jadi kamu harus rilaks oke."ucap Rangga setengah berbisik..
Dira hanya bisa menelan silvanya dan kemudian mencoba setenang mungkin.
"Iya Mas,dimana Bunda dan Ayah Mas aku mau ketemu?"ucap Dira setengah berbisik..
Tak lama kemudian Ibu Istanti dan Ayah Subekti pun turun dan semua mata tertuju kepada pasangan yang terlihat begitu elegan..
"Wah gaun yang di pakai sama Nyonya Tanti bagus banget ya,jadi pengen deh gaun yang seperti itu."ucap seorang tamu yang menghadiri acara tersebut..
Ibu Istanti pun tersenyum dan menyapa semua tamu undangan yang datang dengan ramah tamah..
Ibu Istanti pun melihat Dira dan kemudian menghampirinya..
Ibu Istanti mendekat kearah Dira.
Dira yang melihat Ibu Istanti mendekatinya pun langsung memberikan selamat..
"Ibu terlihat sangat cantik, selamat ya Bu atas anniversary pernikahan Ibu dan Bapak."ucap Dira sembari memberikan sebuah hadiah dengan kotak berbentuk hati..
__ADS_1
Ibu Istantipun merasa sangat senang kemudian memeluk Dira, semua mata memandang kearah keduanya..
"Terima kasih sayang, kamu terlihat sangat cantik cocok dengan putraku."ucap Ibu Istanti sembari tersenyum.
Ucapan Ibu Istanti membuat Dira merasa bertanya tanya dengan maksud dari ucapan wanita laruh baya itu..
"Iya Bu, Ibu juga terlihat sangat istimewa malam ini."ucap Dira sembari tersenyum..
Rangga pun merasa senang karena melihat Dira begitu dekat dengan sang Bunda..
"Semoga Bunda akan selalu bisa menerima Dira seperti ini terus hingga nanti saatnya tiba aku akan bisa menjadikan Dira sebagai ratu dalam hidupku."ucap Rangga dalam hatinya..
Acara anniversary pernikahan Ibu Istanti dan Pak Subekti terlihat sangat elegan dan juga terlihat sangat mewah..
Tepat pukul 12 malam acara pun selesai, tamu undangan satu persatu pun mulai meninggalkan kediaman Rahardjo. Dira pun hendak berpamitan untuk pulang namun karena malam sudah terlalu larut membuat Rangga tak tega untuk membiarkan Dira pulang seorang diri..
Rangga pun mengantarkan Dira hingga kerumahnya.
Dalam perjalanan keduanya hanya sama sama diam. Dira nampak kelelahan dan tanpa sadar Dira tertidur dengan pulasnya..
Rangga menatap kearah Dira dan kemudian tersenyum, Rangga sendiri bingung saat melihat Dira sudah tertidur karena Rangga sama sekali belum pernah tahu dimana tempat tinggal Dira..
__ADS_1
Rangga pun menghentikan mobilnya kemudian melepaskan jas miliknya dan menaruh jasnya untuk menutupi tubuh Dira..
Rangga menatap Dira dari dekat dan tanpa sadar Rangga tersenyum mengagumi kecantikan Dira..
"Kamu terlihat sangat cantik jika aku lihat dari dekat seperti ini Dir?"ucap Rangga sembari tersenyum..
Samar samar Dira mendengarkan ucapan Rangga,dan Dira pun terbangun tepat saat wajah Rangga berada di depan wajah Dira..
Dira dan Rangga pun sama sama kaget dan kemudian Rangga membenarkan posisi duduknya..
"Maaf Dir aku tak berniat kurang ajar sama kamu, aku hanya melihat kamu kedinginan maka aku menutupi tubuh kamu."ucap Rangga dengan sedikit grogi..
Dira pun tersenyum..
"Iya Mas gak apa apa maaf aku ketiduran aku ngantuk dan juga capek banget."ucap Dira sembari tersenyum..
Rangga pun langsung melanjukan kendaraannya dan kemudian tak lama kemudian mereka pun sampai di sebuah rumah yang kecil dan terlihat sangat sederhana..
"Kamu tinggal disini?"tanya Rangga sembari tersenyum..
Dira pun langsung mengangguk dan kemudian tersenyum.
__ADS_1
"Iya Mas, ya sudah aku turun dulu ya dan terima kasih karena Mas sudah mau mengantar aku pulang."ucap Dira sembari tersenyum..
Rangga pun mengangguk dan kemudian membalas senyuman Dira keduanya pun saling tatap namun keduanya menjadi salah tingkah, setelah itu Dira pun turun sementara Rangga langsung kembali ke rumahnya..