Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 14


__ADS_3

Ferdi kembali ke ruang UGD dan melihat Dira nampak kesakitan kerana sang Dokter sedang membersihkan luka yang berada si tangannya..


"Aduh Dokter sakit.. Perih Dokter.." ucap Dira meringis menahan sakit..


"Sabar ya Bu sebentar lagi sudah selesai." ucap sang Dokter yang sedang menangani Dira..


Ferdi nampak sedih melihat kesakitan Dira,Ferdi mendekat kearah Dira dan kemudian memegang tangan Dira..


"Sabar ya sayang, tahan ya.." ucap Ferdi sembari memegang tangan Dira..


"Sakit Mas.." ucap Dira sembari menitikkan airmata...


Ferdi tak kuasa melihat Dira kesakitan..


Ferdi pun berkali kali meminta maaf kepada Dira karena berkah dirinya Dira mengalami musibah.


"Iya sayang maafkan aku ya, ini semua salahku. Jika saja aku bisa membuat Manda mengerti bahwa kini aku sangat mencintaimu mungkin semua ini tak akan terjadi. Dira maafkan Mas ya karena Mas hidupmu menderita."ucap Ferdi sembari mencium tangan Dira..


Dira hanya terdiam, Dira tahu tak mudah untuk Manda menerima dirinya sebagia madunya, apalagi Dira hanyalah seorang Art yang naik pangkat menjadi istri anak majikannya.


"Sudah Mas aku gak apa apa kok, Mas jangan khawatir ini hanya perih saja percayalah." ucap Dira sembari pura pura tersenyum walaupun sebenarnya hatinya juga sedih..


Ferdi pun lega karena Dira mau mengerti posisinya namun Ferdi juga sangat ketakutan jika saja nanti Manda akan membuat Dira jauh lebih menderita lagi..


Selang beberapa jam Dira sudah di perbolehkan untuk pulang. Nyonya Atmaja sangat senang karena Dira gak harus di rawat. Nyonya Atmaja sangat menyayangi Dira dan Nyonya Atmaja pun berniat untuk selalu melindungi Dira dari Manda..


Nyonya Atmaja pun senang karena Dira sudah terlihat tak kesakitan lagi..


"Sayang apa masih terasa sangat perih? Apa mau Bunda pengain tangan kamu?" ucap Nyonya Atmaja ketika berada di dalam perjalanan pulang..


"Enggak kok Bunda, sudah tak terasa perih lagi. Terima kasih ya Bunda karena selalu menemani Dira selama Dira di ruamah sakit." ucap Dira sembari tersenyum..


Nyonya Atmaja memeluk Dira dengan penuh cinta..

__ADS_1


"Kamu itu ngomong apa sayang? Sekarang kamu kan bagian dari keluarga Atmaja sekarang kamu adalah istri Ferdi jadi mana mungkin Bunda biarkan kamu sendirian disini." ucap Nyonya Atmaja sembari melepaskan pelukannya.


Dira merasa sangat bahagia kerana mendapatkan mertua yang sangat baik dan juga sangat pengertian.


"Terima kasih ya Bunda.."ucap Dira sembari tersenyum..


Ferdi yang melihat sang Bunda dan Dira sangat dekat pun merasa bahagia dan juga selalu ingin menjadi yang terbaik untuk Dira dan juga keluarganya..


💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫


Sesampainya di kediaman Atmaja, Dira langsung di suruh untuk beristirahat..


"Ferdi bawa istri kamu untuk beristirahat. Bunda mau cari Art baru untuk membantu kita di rumah." ucap Nyonya Atmaja sembari mengambil tas nya kemudian kembali pergi..


Ferdi pun langsung mengajak Dira untuk beristirahat.


Sesampainya di dalam kamar Dira langsung disuruh naik ke tempat tidur untuk beristirahat..


Sesampainya di dapur Ferdi langsung mencari panci untuk membuatkan Dira bubur..


Ferdi merasa sangat kasihan terhadap Dira karena Dira sudah sangat mau berkorban untuk sang Bunda. Ferdi juga berniat untuk mengajak Dira pulang kerumah orang tuanya setelah Dira pulih nanti..


Ferdi dengan telaten membuatkan dira makanan, Ferdi membuatkan bubur sumsum untuk Dira. Namun Ferdi tak mengerti cara membuat bubur dan Fedi tak mau kehilangan akal dia mencari resep di ponselnya cara membuat bubur sumsum..


Manda yang melihat Ferdi begitu memperhatikan Dira pun semakin geram, dan Manda semakin membenci Dira..


"Dira kenapa kamu mengambil semuanya dariku, pertama kamu ambil hati mertuaku dan sekarang kamu juga menguasai hati suamiku. Kamu ingat baik baik Dira kamu akan menyesal dan akan membayarnya dengan sangat mahal." ucap Manda sembari mengepalkan kedua tangannya..


Satu jam kemudian bubur yabg di buat oleh Ferdi akhirnya selesai juga. Ferdi yang tak pernah menginjakan kaki di dapur untuk memasak pun merasa bangga atas bubur yang berhasil dia buat..


"Akhirnya aku bisa masak juga." ucap Ferdi dengan bangganya..


Ferdi langsung menaruh sebagian bubur nya di atas mangkuk kemudian membawanya kekamar untuk di hidangkan untuk sang istri tercinta..

__ADS_1


Ferdi sampai di dalam kamar, Ferdi melihat Dira telah pulas dalam tidurnya..


Ferdi menaruh nampan dengan sangat pelan, kemudian Ferdi membangunkan Dira dengan lembut..


"Sayang bangun yuk makan dulu." ucap Ferdi sembari mencium kening Dira dengan sangat lembut..


Samar samar Dira mendengar suara seseorang memanggilnya..


Dira membuka matanya kemudian tersenyum melihat sang suami telah berada di sampingnya..


"Mas kamu kok disini? Apa sudah selesai membuat makannya?" tanya Dira lirih..


"Sudah sayang, maaf Mas gak pernah masak, jadi maaf ya kalau gak enak." ucap Ferdi sembari mengambil mangkuk yang berada di atas meja..


Ferdi menyuapi Dira dengan ragu ragu, Ferdi takut Dira tak menyukai masakannya...


"Ini enak Mas.." ucap Dira membuat Ferdi nampak sangat senang..


"Beneran sayang, kamu gak bercanda kan? kamu tahu gak aku belajar membuat ini dari youthube." ucap Ferdi malu malu..


Dira tersenyum kemudian membuka mulutnya lagi..


"Beneran sayang ini enak banget.." ucap Dira tanpa sadar memanggil Ferdi dengan sebutan sayang..


Ferdi tak percaya dengan apa yang dia dengar, dan Fedi ingin mendengarnya sekali lagi..


"Apa sayang kamu panggil Mas apa?" tanya Ferdi memastikan pendengaranya..


Dira nampak sangat malu.


"Mas ih udahlah aku malu." ucap Dira sembari tersenyum...


Manda yang melihat Ferdi dan Dira nampak bahagia pun tak mau tinggal diam,Manda pun sangat marah dan tanpa sadar mengumpat Dira..

__ADS_1


__ADS_2