Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 27


__ADS_3

Dira semakin merasa terluka hatinya ketika Manda menemuinya, Dira merasa dirinya sama dengan apa yang Manda ucapakan hanya seorang seliangan saja..


"Kapan aku bisa terbebas dari semua ini?" ucap Dira dalam hatinya..


Tiba tiba saja ponselnya berdering sebuah notifikasi tertera di layar kaca pesan dari Ferdi yang mengatakan bahwa dirinya meminta maaf karena tadi gak sempat pamit karena ada Pak Susilo Ayah dari Manda.


"Sayang maafin Mas ya karena tadi ada Papi di mobil jadi Mas takut semua kacau kalau aku tahu punya istri lagi. Aku harap kamu mengerti ya kamu jangan marah." tulis Ferdi pada pesan whatsapp yang dia kirim..


Dira hanya bisa menarik nafas dan kembali menangis setelah membaca pesan dari Ferdi..


"Ternyata aku gak seharusnya banyak berharap kepadamu Mas, karena aku tahu sampai kapanpun aku hanya istri siri dan harusnya aku mengerti semuanya." ucap Dira sembari menghapus airmatanya..


Ferdi pun merasa tak enak hati, dalam batin Ferdi tahu jika Dira mungkin marah karena sikapnya namun Ferdi tak punya pilihan lain belum waktunya pernikahan keduanya di ketahui oleh sang mertua.


"Kamu kenapa Fer?" tanya Pak Susilo yang sedari tadi memperhatikan Ferdi.


Ferdi terkejut setelah mendengar suara sang mertua yang memanggil namanya..


"Ferdi gak apa apa kok Pi." ucap Ferdi sembari tersenyum..

__ADS_1


"Jika ada masalah kamu katakan saja sama Papi siapa tahu Papi bisa bantu kamu?" tanya Pak Susilo sembari tersenyum. Manda tidak berbuat masalah kan dia gak melakukan hal yang aneh aneh bukan? tanya Pak Susilo kemudain..


Ferdi pun menggeleng mendandakan semuanya baik baik saja padahal pikirannya sedang berkecamuk sesana kemari memikirkan Dira.


"Gak kok Pi, Aku dan Manda baik baik saja.." ucap Ferdi berbohong..


Pak Susilo mencium sesuatu dari nada bicara Ferdi namun Pak Susilo tak mau terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangga sang putri selama mereka baok baik saja..


"Ya sudah kalau begitu, oh iya kita metting dulu sebentar dengan Pak Rangga dia adalah seorang pengusaha muda yang sangat sukses." ucap Pak Susilo sembari tersenyum..


Ferdi pun hanya mengangguk menandakan bahwa dirinya mengikuti semua kemauan sang Papi mertuanya..


Sementara itu Rangga sedang berada di ruangannya pikirannya melayang setelah pertemuannya dengan wanita yang bisa membuatnya bergetar hatinya..


"Siapa sebenarnya wanita itu? Kenapa hatiku merasakan sesuatu di saat aku melihat wajah dia." ucap Rangga sembari memainkan bulpoin yang sedang dia pegang..


Senyuman Dira kembali menghiasi pikiran Rangga.


"Jika aku punya kesempatan bertemu dengannya lagi aku janji aku akan mengejarnya dan memperjuangkannya dengan semua kemapuanku." ucap Rangga dalam hatinya..

__ADS_1


Ketika sedang asik bengong pintu ruangan Rangga di ketuk oleh seseorang dan dia adalah Sivia sekretaris Rangga..


Tok..tok.. tok..


"Iya masuk..." ucap Rangga yang terjaga dari lamuannya..


Silvia pun masuk kedalam ruangan sang Bos yang sedang asik dengan laptopnya.


"Maaf Pak di luar ada Pak Susilo dari Pt Persada sentosa ingin bertemu Bapak?" ucap Silvia sembari tersenyum..


Rangga pun merapikan duduknya kemudian menyuruh Silvia untuk mempersilahkan tamunya masuk..


"Oh iya Sil suruh mereka masuk, saya memang ada janji dengan beliau." ucap Rangga tanpa mengurangi wibawanya..


Setelah beberapa saat kini Pak Susilo dan Ferdi telah berada di ruangan Rangga..


"Selamat siang Pak Susilo senang bisa bertemu anda." ucap Rangga sembari menyalami Pak Susilo.


"Pak Rangga seorang pengusaha muda yang sangat sukses terima kasih untuk waktunya oh iya kenalkan ini menatu saya Ferdi, Ferdi ini yang akan menggantikan saya dalam bekerja sama dengan perusahan yang Pak Rangga pimpin." ucap Pak Susilo sembari tersenyum..

__ADS_1


Setelah perkenalan kini Ferdi dan Pak Susilo pun memulai metting bersama Rangga, Ferdi sangat senang karena bisa berbisnis dengan seorang pengusaha yang sangat sukses yaitu Rangga Putra Raharjo..


__ADS_2