Derita Istri Siri

Derita Istri Siri
Bab 41


__ADS_3

Pak Susilo sangat terpukul dengan kepergian Ferdi tak seharusnya Manda melakukan hal yang bisa membuat malu keluarga..


"Manda kamu tahu kan konsekwensinya dari apa yang telah kamu lakukan? Papi bisa saja mengeluarkanmu dari sini tapi Papi gak mau melawan hukum. Papi harap kamu bisa lebih dewasa Manda, kamu bayar apa yang sudah kamu lakukan." ucap Pak Susilo sembari pergi meninggalkan Manda..


Manda sendiri menangis sejadi jadinya ketika mendengar bahwa Ferdi telah meninggal rasa bersalah selalu menghantui dirinya dan Manda justru semakin terpuruk..


"Mas Ferdi maafkan aku?"ucap Manda sembari menangis histris..


Sementara itu Dira telah terbaring lemah di kamarnya pikirannya kacau dan hatinya terasa tercabik cabik...


Namun Dira sadar bahwa dia masih punya tanggung jawab terhadap keluarganya dan keluarga suaminya..


"Kamu kuat Dira kamu bisa." ucap Dira sembari menarik nafas panjang dan membuangnya secara berlahan..


Tuan Atmaja melihat Dira yang sedang berada di dalam kamar..

__ADS_1


"Nak kamu yang sabar ya, Ayah tahu ini sangat berat untuk kamu tapi Ayah yakin Allah punya rencana lain untuk kamu.. " ucap Tuan Atmaja sembari menatap kearah Dira..


Dira pun hanya tersenyum mencoba menyembunyikan kegundahan yang menyelimuti hati kecilnya..


Dira percaya bahwa semuanya akan baik baik saja, dan semuanya akan ada hikmahnya kelak di kemudian hari..


"Iya Ayah, Dira akan mencoba untuk ikhlas walau ini sangat berat. Mau sesedih apapun itu tak akan membuat Mas Ferdi kembali bersama kita lagi.." ucap Dira sembari menatap foto Ferdi yang berada di dinding kamarnya..


Tuan Atmaja merasa kasihan melihat Dira, Dira wanita yang sangat baik namun dia menjadi korban rumah tangga Ferdi dan Manda, dan kini Dira masih menjadi istri siri Ferdi yang telah meninggalkannya untuk selamanya...


"Ayah bagimana kalau kita jenguk Bunda, Bunda pasti sangat terpukul menerima kenyataan ini." ucap Dira sembari bangkit dari duduknya..


Tuan Atmaja hanya tersenyum kemudian mengangguk..


"Baiklah Nak, ayo kita kerumah sakit, Dira maafin Ayah ya yang tak bisa melakukan banyak hal untuk kamu. Tapi Ayah janji Ayah akan selalu menjaga kamu seperti Ayah menjaga Ferdi, kamu adalah putri Ayah dan selamanya akan tetap sama ada ataupun tiadanya Ferdi." ucap Tuan Atmaja sembari menyentuh rambut Dira..

__ADS_1


Dira hanya tersenyum dan kemudian mencium tangan Tuan Atmaja..


"Ayah, Dira janji Dira tak akan pernah meninggalkan Ayah dan Bunda. Dira janji akan menjadi pengganti Mas Ferdi untuk kalian." ucap Dira sembari terus mencium punggung tangan Tuan Atmaja..


Tuan Atmaja terharu bahkan Tuan Atmaja sampai menitikan airmata...


"Terima kasih sayang, Bunda menang tak salah kamu menjadikan kamu sebagai menatuku, tapi sayangnya kamu belum sempat menikah secara hukum dengan Ferdi justru Allah telah mengambilnya untuk selamanya.." ucap Tuan Atmaja sembari menatap foto Ferdi..


Dira pun mencoba menarik nafas dan membuangnya secara berlahan..


"Sudahlah Ayah, mungkin Allah mempunyai rencana lain. Dan Dira selalu yakin Allah memberikan kita cobaan karena kita sanggup dan mampu untuk melewatinya.." ucap Dira sembari mencoba menguatkan sang Ayah mertua..


Kini Dira dan juga Tuan Atmaja terlah sampai di rumah sakit, mereka melihat kondisi Nyonya Atmaja yang masih lemah..


"Bunda.. Bunda harus kuat ya ini demi Dira dan demi Ayah juga. Bunda kami sangat menyayangimu." ucap Dira sembari menatap Nyonya Atmaja dari jauh...

__ADS_1


__ADS_2