
Bunda Atmaja dan Dira pun langsung masuk kedalam rumah Dira, rumah yang sangat sederhana namun sangat asri dan nyaman..
"Disini udaranya sangat bagus ya Sir, Bunda suka deh." ucap Bunda Atmaja sembari tersenyum..
Dira pun hanya tersenyum..
"Iya Bund, disini udaranya masih sangat asri dan hawanya juga sangat dingin jadi kalau malam akan terasa dingin alami karena di sini juga dekat sama pegunungan." ucap Dira sembari tersenyum...
Sementara itu Ayah Atmaja sedang berbincang dengan Pak Anton Ayah dari Dira..
"Pak Atmaja senang bisa mengenal dan bertemu dengan anda, dan saya mau mengucapkan terima kasih karena Bapak sudah menerima putriku Dira dengan sangat baik." ucap Pak Anton sembari tersenyum...
Ayah Atmaja pun tersenyum dengan bangganya mengatakan bahwa merekalah yang beruntung bisa mendapatkan wanita yang sebaik Dira..
"Kami yang sangat bangga Pak karena bisa mendapatkan menatu sebaik Dira, walaupun semasa bersama ananku dia tak pernah bahagia tapi Dira masih mau merawat dan menjaga kami dengan sangat baik." ucap Ayah Atmaja sembari menitikan airmata..
Pak Anton pun merasa terenyuh mendengar ucapan Ayah Atmaja, Pak Anton tak pernah berfikir jika kini putrinya telah sedewasa itu..
"Iya Pak saya sebagai orang tua Dira pun sangat bangga mendengarnya itu berati kami tidak salah mendidik Dira dengan baik." ucap Pak Anton sembari tersenyum..
Tak lama kemudian Dira pu keluar dari dalam rumahnya dan menemui Ayah dan Bapaknya.
__ADS_1
"Pak, Ayah... Ayo kita masuk kenapa kalian malah berbincang di pekarangan?"tanya Dira sembari tersenyum..
Ayah Atmaja dan Pak Anton pun menatap kearah Dira dan kemudian tersenyum..
"Iya Ndok kami akan masuk tolong buatin Bapak kopi ya Ndok." ucap Pak Anton sembari tersenyum..
Dira pun hanya mengangguk kemudian berbalik badan dan kembali ke dalam rumah..
Tak lama kemudian Ayah Atmaja dan Pak Anton pun kembali kedalam rumah. Disana mereka melihat Bunda Atmaja dan Ibu Habibah sedang berbincang, Bunda Atmaja terlihat sangat senang berada di kampung halaman Dira..
Ibu Habibah pun langsung berdiri ketika melihat besan beserta suaminya masuk kedalam rumah..
"Pae, Pak Atmaja mari silahkan masuk." ucap Ibu Habibah dengan lembut..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di lain tempat..
Rangga terlihat galau karena kini Dira telah pulang kekampung halamannya.
Baru satu hari saja Rangga telah merasakan rindu yang teramat dalam pada Dira, bahkan Rangga sampai gak fokus dalam pekerjaannya...
__ADS_1
Rangga mengambil ponsel miliknya dan kemudian menatap wajah Dira yang ternyata menjadi walpaper pada ponsel miliknya. Rangga tersenyum saat melihat wajah Dira..
"Cepat pulang ya Dir, aku sangat merindukanmu." ucap Rangga sembari tersenyum..
Rangga pun berinisiatif untuk menghubungi Dira karena rasa rindu di hatinya sudah tak dapat di bendung lagu..
Rangga pun menghubungi Dira dan tak lama setelah itu Dira baru mengangkat telfon dari Rangga.
"Assalamualaikum Mas Rangga maaf baru melihat ponselku,Mas ada apa?" tanya Dira lirih..
Rangga pun merasa senang karena bisa mendengar suara Dira suara wanita yang sangat dia rindukan dan suara wanita yang paling dia cintai setelah kedua orang tuanya...
"Waalaikumsalam, kamu lagi sibuk gak apa aku ganggu?"tanya Rangga lirih..
Dira pun tersenyum di ujung telfon nya..
"Gak kok Mas kami hanya sedang berbincang dengan keluargaku disini. Mas sendiri lagi ngapain apa masih di kantor? Jangan malam malam ya pulangnya terus berhati hatilah." ucap Dira memberikan sedikit perhatian kepada Rangga..
Rangga pun tersenyum bahagia..
"Iya Dir sebentar lagi mau pulang kok, aku merindukanmu makannya aku menghubungi mu.. Iya terima kasih kamu juga hati hati disana ya dan aku akan selalu menunggu kepulanganmu ke Jakarta." ucap Rangga tanpa basa basi..
__ADS_1
Dira pun tersenyum..
"Iya Mas, ya sudah Mas pulang ya sekarang, terus kalau sudah sampai rumah kabarin ya,Dan sampai ketemu lagi." ucap Dira sembari menutup sambungan telfon nya...