
Dira pun tersenyum dan dalam hati Dira merasa yakin bahwa mungkin Rangga adalah lelaki yang di pilih oleh Allah untuk menjaga dan menemani Dira di sisa hidupnya..
"Terima kasih Pak, Mbok, Ayah dan Bunda karena kalian telah mendukung semua keputusanku. Semoga saja Dira memilih laki laki yang tepat..
Setelah selesai berbincang Dira berpamitan ke kamar untuk bersiap menghadiri acara kelulusan Andhika..
"Mbok aku mau siap siap dulu ya,, sebentar lagi kita berangkat."
Dira pun tersenyum kemudian pergi kedalam kamarnya untuk mengganti baju..
Singkat cerita kini Dira dan keluarga sudah sampai di sekolah untuk menyaksikan kelulusan Dhika adik Dira satu satunya..
Dhika menjadi juara satu di sekolahnya hal itu membuat Dira merasa sangat bangga..
Dira merasa terharu melihat Dhika adik kesayangannya naik keatas panggung dan mendapatkan piala..
Saat Dhika mengucapkan syukur, Dhika menatap kearah sang Kakak.
"Piala ini aku berikan untuk kakakku Mbak Dira.
Terima kasih ya Mbak karena jasa dan jerih payah Mbak sekarang aku bisa berada di sini.
__ADS_1
Dan aku juga sangat berterima kasih karena Mbak telah membiayai semua kebutuhanku. Semoga kelak Dhika bisa menjadi laki laki yang bertanggung jawab seperti Mbak Dira.."
Airmata Dira pecah sesaat setelah mendengar ucapan Dhika adiknya..
Dira pun naik keatas panggung bersama Dhika..
"Terima kasih ya Dhika, Mbak yakin suatu hari nanti kamu akan menjadi seseorang yang sukses.."
Dira pun memeluk haru sang adik,semua mata tertuju pada mereka..
Bunda Atmaja dan Ayah Atmaja merasa sangat bangga memiliki menantu sebaik Dira..
"Nak Dhika setelah ini mau kuliah dimana? Nilai kamu kan sangat bagus bagaimana kalau kamu kuliah di Jakarta saja."
Ayah Atmaja menatap kearah Dhika seolah bertanya..
"Dhika masih belum tahu Om, mungkin Dhika akan bekerja saja setelah ini." ucap Dhika disela makannya..
Dira yang mendengar bahwa Dhika akan bekerja pun meletakan sendok di piring nya..
"Emang kamu mau kerja apa Dhika?Apa kamu pikir lulusan SMA itu mudah mencari pekerjaan? Mbak gak setuju benar kata Ayah Atmaja kamu harus kuliah titik."
__ADS_1
Dira tak mau jika nanti Dhika akan susah mendapatkan pekerjaan..
Dhika pun hanya menatap kearah Dira..
"Tapi Mbak kuliah itu pasti biayanya besar, dan Dhika gak mau menjadi beban buat Mbak. Biar Dhika kumpulin uang dulu buat kuliah kan bisa di undur tahun depan."
Dhika menunduk tak berani menatap kearah Dira..
Dira menjadi sedikit kesal setelah mendengarkan ucapan Dhika..
"Enggak pokoknya kamu harus kuliah dan kamu ikut Mbak ke Jakarta. Soal biaya kamu gak perlu khawatir Mbak akan mengurus semuanya. Ingat Dhika kamu itu seorang lelaki dan kamu harus bertanggung jawab kepada anak dan istrimu kelak. Mbak ingin kamu kuliah yang tinggibm supaya kamu nanti gampang mencari pekerjaan."
Dira nampak kesal, namun Dira sangat menyayangi Dhika, Dira ingin Dhika menjadi lelaki yang sukses..
"Tapi Mbak.." ucap Dhika terpotong..
"Sudahlah Dhika kamu ikuti saja apa kata Mbak kamu, si Mbok yakin kamu akan menjadi lelaki yang sukses sudah ya kamu nurut saja."
Ibu Habibah mendukung ucapan Dira..
Dhika pun tak punya pilihan lain, Dhika pun terpaksa menyetujui keinginan Dira namun Dhika memiliki beberapa syarat termasuk Dira harus mengizinkan Dhika untuk bekerja paruh waktu dan dengan terpaksa Dira pun menyetujuinya..
__ADS_1